Wednesday, June 20, 2018

Bukan Berkunjung Biasa


Oleh: Lulu Nugroho


Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ

“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, malaikat tersebut bertanya: “Engkau mau kemana?”. Ia menjawab: “Aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”. Malaikat bertanya: “Apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”. Orang tadi mengatakan: “Tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”. Maka malaikat mengatakan: “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya“.

(HR Muslim no.2567).

Indahnya Islam. Momen Idulfitri, adalah momen untuk saling mengunjungi. Berkunjung ke rumah teman. Bertemu sanak keluarga yang dekat dan jauh. Melihat bagaimana kabar mereka. Apakah mereka sedang senang atau sedih, sehat atau sakit. Lalu membantu mereka. Sesuai dengan yang mereka perlukan.

Itulah persaudaraan sesama muslim. Diikat kuat oleh akidah. Bahkan ikatan akidah kekuatannya melebihi nasab.

Berkunjung tak harus menunggu Idulfitri. Di luar Idulfitri pun in syaa allaah akan mendatangkan pahala. Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallambersabda,


مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ

"Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga." (HR. Al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi).

Tapi tidak dengan kunjungan Yahya Cholil Staquf. Ketika diundang sebagai pembicara pada Konferensi Tahunan AJC Global Forum 2018 di Al Quds, dari 10-13 Juni 2018. AJC atau American Jewish Committee adalah organisasi Yahudi tertua, yang didirikan pada 1906.  Yahya menjadi pembicara untuk tema 'Shifting the Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation', Republika.co.id (12/6).

Kunjungan Yahya tersebut, serta merta menimbulkan reaksi keras. Kecaman terhadap kunjungan Yahya ke Israel, tidak hanya datang dari kaum muslim di Indonesia, tapi juga dari luar. Gerakan Fatah menganggap bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk kejahatan Yahudi terhadap Palestina dan muslim dunia. Fatah berpendapat duduk bersama Israel sama dengan melawan Palestina, Republika.co.id (12/6).

Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam dan Otoritas Palestina berpendapat Yahya ikut dalam kampanye Israel, yang menggambarkan seolah Israel cinta damai, CNNIndonesia (13/6).

Bahkan Hamas kemudian mengeluarkan Press release on visit of Indonesian Scholar to Israeli Occupation (11/6).

Ibroh bagi kita remaja muslim bahwa aktifitas kita selalu terikat dengan hukum syara'. Begitu pun pada aktifitas berkunjung. Mengunjungi sesama muslim akan mendatangkan kebaikan bagi kita dan orang yang kita kunjungi. Sebagaimana sabda Rasul di atas tadi. Sehingga mendapat keutamaan didoakan kebaikan oleh 70.000 malaikat dan sebuah kebun di surga.

Tapi ketika kita melakukan aktifitas berkunjung pada musuh Islam, maka seolah-olah kita setuju terhadap penjajahan yang mereka lakukan pada saudara kita. Bahkan sepertinya hati kita memilih untuk berpihak pada kezaliman. Pendekatan terhadap Israel bukan lagi dengan diskusi atau perundingan. Melainkan perang karena mereka telah merampas tanah Palestina. Menghabisi kaum muslim di sana.

Mengunjungi Israel, memenuhi undangan mereka adalah menyakiti kaum muslim. Terutama muslim Palestina. Diamnya kita terhadap kebengisan Israel menjajah tanah Palestina selama 70 tahun, sudah cukup memberatkan tanya jawab kita nanti di yaumul akhir. Apalagi jika ditambah dengan mengunjungi musuh Islam. Hingga menambah dalam luka saudara kita. Dan menambah panjang daftar pengabaian kita terhadap nasib saudara kita.

Kunjungi saudaramu, sesama muslim. Agar kita mendapat keutamaan didoakan 70.000 malaikat. Kunjungan kita atas dasar cinta karena Allah, maka kita akan mendapat cinta yang sama juga dari Allah.  Wallahu 'alam..



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!