Friday, June 29, 2018

Bowo oh.. Bowo..(Fenomena Generasi Bebek) 


Oleh: Siti Mariyam, S.Pd

(Pendidik dan Pemerhati Remaja)


Dunia remaja memang menyimpan pesona yang luar biasa. Ada-ada saja hal-hal baru yang muncul, yang kemudian jadi trend (kalo bahasa sekarang jadi viral namanya). Nggak peduli yang lagi viral atau trend itu baik atau buruk, benar atau salah, bermanfaat atau justru membahayakan. Yang penting lagi ngetrend, lagi viral, ayuk ikut ajah...

Salah satu fenomena yang lagi ngetrend dikalangan muda hari ini dan lagi di gandrungi banyak orang adalah aplikasi Tik Tok. Aplikasi ini saat ini semakin diminati dan digandrungi, terutama dikalangan anak-anak. Bahkan aplikasi ini yang membuat banyak anak dibawah umur akhirnya kecanduan bermain gadget.

Nah, salah satu yang lagi viral dari aplikasi Tik Tok saat ini adalah munculnya seorang anak laki-laki yang bernama Prabowo atau yang lebih dikenal dengan Bowo. Sosok Bowo inilah yang telah membius gadis2 remaja tanah air, menjadikannya sebagai idola baru mereka. Bahkan saking ngefansnya dengan Kak Bowo ini (pinjam panggilan para fans nya), mereka mau melakukan apapun untuk idolanya ini. Bisa dilihat dari banyaknya komentar di postingan-postingan yang ada, yang bikin kita geleng-geleng kepala atau ngelus dada sambil beristighfar. 

Seperti yang diposting oleh akun facebook Widdya Widdyol,  yang memposting gambar hasil screenshoot dari beberapa postingan para fans fanatik Bowo ini. Beberapa kalimatnya seperti ini:

"Buat agama yuk, kak bowo jadi tuhannya, aku jadi nabinya, kalian jadi umatnya"

"Tiada Tuhan selain kak Bowo Que"

Dan masih banyak postingan2 fans fanatik Bowo lainnya yang sungguh membikin kepala ini jadi pening sambil mulut ini beristighfar berkali-kali...

Apa yang dipikirkan oleh gadis2 remaja ini sampai rela melakukan hal aneh seperti itu? Hingga ada rela menggadaikan agamanya, ada yang rela menggadaikan kegadisannya untuk seorang Bowo yang entah idolanya ini kenal dia atau nggak. Naudzubillah...

Padahal, seharusnya masa muda itu adalah masa yang sangat berharga bukan? Karena masa muda adalah masa-masa emas, masa-masa produktif, yang harusnya diisi dengan hal-hal yang positif, yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang banyak. 

Lihatlah generasi-generasi muda Islam zaman dahulu, yang tumbuh di era kejayaan Islam saat Khilafah masih tegak berdiri. Ada Ibnu Sina yang menguasai ilmu kedokteran, ada Al Khawarizmi yang menguasai matematika, ada Muhammad Al Fatih sang penakluk Konstantinopel dan masih banyak lagi. Mereka adalah pemuda-pemuda muslim yang luar biasa. Yang melakukan hal yang bermanfaat bagi orang banyak bahkan manfaat itu bisa kita rasakan sampai sekarang. 

Lalu, bagaimana dengan generasi muda Islam sekarang? Tengoklah fenomena Bowo Tik Tok tadi. Sungguh sangat disayangkan. Apa sih yang bisa diambil manfaatnya dari Bowo Tik Tok ini hingga para gadis menggandrunginya? Karena kegantengannya atau karena viralnya? Nggak ada manfaatnya bukan? Mengapa generasi muda Islam sekarang ini mudah sekali mengikuti trend tanpa menyaring terlebih dahulu? Tidak peduli benar atau tidak.

Semua itu tidak lain karena saat ini kita dikepung oleh pemikiran sekuler-liberal yang mengusung ide memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga jadilah Islam itu hanya jadi agama yang mengurusi ibadah ritual saja, seperti sholat, puasa, zakat atau haji. Diluar itu, Islam ditinggalkan sehingga hidup menjadi bebas semaunya.

 Akibat dari pemikiran sekuler-liberal inilah, generasi muda Islam saat ini diserang dan dikepung dengan contoh-contoh figur yang jauh dari Islam, tontonan-tontonan yang tidak bermanfaat, yang justru menjauhkan mereka dari identitas mereka sebagai muslim. Dan akibatnya, mereka menjadi sangat mudah mengekor, membebek apa-apa yang mereka lihat hanya karena kesenangan saja. Inilah akibat pengaruh ide sekuler-liberal yang sudah tersistem merusak generasi muda Islam saat ini. 

Padahal sebagai pemuda Islam, harusnya menjadikan Islam sebagai pandangan hidupnya, sebagai tolok ukur dalam melakukan perbuatan. Bukan mengikuti trend atau yang lagi viral. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Isro' ayat 36 yang artinya:

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. (QS. Al Isro': 36)

Begitu pula Rasulullah bersabda yang artinya:

" Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk golongan kaum tersebut. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Abi Syaibah)

Oleh karena itu, sebagai generasi muda Islam, maka seharusnya kita tidak ikut arus tanpa tahu ilmunya. Jangan mudah menjadi generasi pembebek. Tapi jadilah generasi muda Islam yang tangguh dan cerdas, yang selalu menjadikan Islam sebagai tolok ukur dalam kehidupannya. Sehingga akan terwujud generasi-generasi muda Islam yang cemerlang dan mulia seperti yang diinginkan oleh Islam.

Wallaahu a'lam....



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!