Friday, June 8, 2018

Bikin Mudik Lebih Asyik



Oleh: YuyunH2I


Hi sobat, enggak terasa Ramadan udah sampai di penghujung pertemuan. Waktu begitu cepat. Di sepuluh hari terakhir harusnya menjadi momen lebih getol lagi mendulang pahala dengan perbanyak lagi ibadah-ibadah yang lain. Bukan hanya itu saja ternyata, menjadi momen sibuk juga buat orang-orang untuk melakukan perjalan pulang ke kampung halaman, alias mudik kayanya sudah menjadi tradisi. So, wajar saja sih, hal ini dimanfaatkan bahkan yang non muslim pun ikut ambil manfaat juga. Karna di dukung banget dengan libur yang cukup panjang. 


Enggak ada yang salah ko, ketika kita melakukan mudik karna sebagai bentuk silaturahmi atau mengunjungi orang-yang kita cintai. 


Dalam firmannya Allah menyampaikan : "Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahmi. (TQS. An Nisa: 1).

Buat sobat yang merantau menuntut ilmu nan jauh di sana, bekerja atau ikut merantau bareng orang tua. Momen mudik ini bisa dimanfaatkan buat bertemu orang tua, sodara, sanak family dan teman sepermainan waktu kecil dulu. Termasuk bagian birrulwalidain kepada orang tua, apa lagi sebagai orang perantauan momen ini dijadikan sebagai luapan gharizah na’u ( naluri kasih sayang).


Walaupun silaturahmi tidak harus menunggu momen libur idul fitri. Bisa kapan saja dengan bantuan teknologi silaturahmi bisa lewat handphone salah satunya lewat video call tinggal klik bisa deh liat wajah ibu dan ayah kita. Dunia jadi terasa deket, jadi kangen sama ibu dan ayah. #hikhik.


Biasanya persiapan udah dilakukan jauh- jauh hari, mulai dari persiapan biaya, perbekelan dll selama perjalanan. Mudik itu selalu disandingkan dengan macet. Ya kan! Itu hal biasa. Kalau udah macet pasti bete, bawaannya kesel, emosi dll. #tahan kan, lagi puasa.


Biar macet enggak bikin kamu uring-uringan enggak karuan. Ada tips Buat sobat nih biar lebih asyik mudiknya apa aja ya. Ini dia  kita simak yuk cekidot!


1. Siapkan obat bete


Sob, kalau bawa baju, oleh-oleh buat yang di rumah, obat-obatan belum lagi yang printilan-printilan dll  itu sudah biasa kita lakukan. Yang perlu ditambahkan bawa perlengkapan solat itu penting, bawa alquran, bawa buku bacaan.


So, selama perjalanan kita bisa gunakan buat baca quran, dzikir atau baca buku. Walaupun perjalanan macet kita enggak akan bete. Di jamin mujarab, Apa lagi baca alquran dapet pahala pula.#mau?


2. Tetep terjaga ibadahnya


Yang perlu diperhatikan lagi nih, terkait ketentuan ibadah dalam safar, khususnya terkait keringanan (rukhshah) shalat dalam safar. Sobat harus tau, kapan mulai shalat qashar jamak, bagaimana caranya dll. Intinya, shalat tidak boleh ditinggalkan dalam safar.#Catet.


 Tapi tenang aja sob, Allah sudah ngasih keringanan buat kita yang sedang melakukan safar

Seperti firman Allah yang artinya:"Allah menghendaki kemudahan bagimu (TQS. Al-Baqarah: 185). 


Biar ibadah kita tetep terjaga walaupun dalam perjalan masih bisa kita gunakan waktu itu untuk melakukan ibadah agar spirit ramadan masih bisa kita rasakan.


Selain ibadah solat ibadah puasa juga penting banget diperhatikan. orang yang sedang melakukan safar boleh untuk membatalkan puasanya. 


Dari Aisyah ra, istri Nabi saw: Bahwa Hamzah bin Amr al-Aslami berkata kepada Nabi saw: Apakah aku harus berpuasa ketika dalam perjalanan, sementara dia dikenal banyak berpuasa. Maka Nabi saw bersabda: jika engkau menghendaki maka silakan berpuasa, dan jika engkau menghendaki maka silakan pula engkau berbuka. (HR.Bukhari [1943], an-Nasai, Ahmad dan ad-Darimi). 


Ketika kita mengambil untuk membatalkan puasa jangan lupa wajib mengqadlanya di luar hari ramadan. Walaupun pada faktanya  banyak orang yang melakukan safar kebablasan tanpa tidak malunya melakukan aktivitas makan dan minum dengan leluasanya. #HadehTepukJidat


2. Ketika di rumah


Libur idul fitri menjadi momen berkumpul atau silaturahmi tidak hanya dengan keluarga, sodara bahkan dengan teman pun bisa jadi momen ini dimanfaatkan untuk bertemu teman lama dengan istilah reoni. 


Dari Anas bin Malik Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah melakukan silaturrahmi. (HR Muslim).


Tapi tetep memperhatikan rambu-rambu syariat. Pasti seneng bangetkan bisa "temu kangen" dengan teman-teman di kampung halaman yang sudah enggak pernah ketemu. Hanya saja kumpul atau temu kangen ini perlu di perhatikan terkait campur baur tidaknya.


Sedangkan ikhtilat dilarang karena Allah ta'ala memerintahkan untuk ghadul basar (menundukkan pandangan) : "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. (TQS. an Nuur : 30)


Larangan ikhtilat juga didasarkan pada terpisahnya jamaah laki-laki dan perempuan dalam salat jamaah. Juga perintah untuk bersegera pulang setelah salat jamaah di masjid.


Sob, mudik tidak ada salahnya kita lakukan bila ada kesempatan dan kemampuan. Enggak melulu menunggu waktu Idul Fitri, menjalin silahturahmi dengan keluarga bisa dilakukan kapan saja. Dan jangan lupa untuk melengkapi ibadah kita selama perjalanan mudik. Buatlah mudikmu lebih asyik, Insyaa Allah perjalanan kita mendapatkan keberkahan. Aamiin. Walahua’lam.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!