Sunday, June 17, 2018

Betapa Allah Sayang HambaNya


Oleh : Lilik Yani


Tidak terasa sudah sebulan kita bersama bulan Ramadhan. Menyambutnya dengan penuh kegembiraan kemudian mengisi hari-harinya dengan menjalankan ibadah untuk mencari Ridlo Allah.

Kini saatnya kita berpisah dengan bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan Allah, juga bulan dibebaskan dari siksa api neraka.


Bulan dimana kita lebih semangat dalam menjalankan kewajiban beribadah dan menambah dengan ibadah-ibadah sunah. Karena syetan dibelenggu. Karena pintu syurga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat. Bulan dimana Allah menawarkan pahala berlimpah dibanding bulan lainnya.


Ramadhan adalah Bentuk Sayang Dari Allah 


Allah menciptakan manusia untuk beribadah. Tetapi tidak semua manusia taat kepada perintah  Allah. Ada yang menolak, ada yang menawar, ada yang menunda melaksanakannya. Walau demikian, Allah tidak langsung menghukumnya. Allah yang Maha Pemaaf, memberikan kesempatan hambaNya untuk taubat.


Hingga Allah datangkan bulan Ramadhan setiap setahun

sekali. Dimana pada bulan itu Allah memberikan berkah dan rahmatnya, ampunan dan pembebasan dari siksa neraka.


Saudaraku, coba renungkanlah. Allah memberikan pahala hingga 700 kali untuk hamba yang menjalankan ibadah wajib. Bagi yang menjalankan ibadah sunnah, mendapat pahala seperti ibadah wajib di bulan lain. Subhanallah, begitu Allah Maha Pemurah sangat sayang kepada hambaNya. Hingga kita bisa meraih pahala berlipat ganda untuk menutupi kekurangannya.


Renungkan kembali. Coba kita perhatikan dengan seksama, betapa banyak amalan yang didalamnya terdapat pengampunan dosa. Maka sungguh sangat merugi jika seseorang meninggalkan amalan ibadah di bulan Ramadhan. Karena mereka akan luput dari ampunan Allah yang begitu luas.


 Amalan Ibadah Ramadhan sebagai Bentuk Sayang Allah


Mari kita perhatikan, amalan ibadah Ramadhan yang telah kita jalani selama sebulan penuh, di dalamnya terdapat ampunan Allah terhadap dosa-dosa kita.


* Puasa Ramadhan. 

   Rasulullah saw bersabda : 

   "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni Allah." ( HR Bukhari No 38 dan Muslim No 760)


Pengampunan di sini bisa diperoleh jika seseorang menjaga diri dari batasan-batasan Allah dan hal-hal yang semestinya dijaga.


* Sholat Tarawih. 

   Di dalamnya juga terdapat pengampunan dosa .


Rasulullah saw bersabda :

"Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (sholat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Bukhari No 37 dan Muslim No 759)


Saudaraku, sholat tarawih ini hanya ada di bulan Ramadhan. Sungguh akan rugi jika kita tidak menjalankan dengan baik. Karena walau hukumnya sunnah, tapi bisa menghantarkan pada pengampunan dosa. Jika kita mengabaikan shalat tarawih, maka akan menyesal, karena harus menunggu satu tahun lagi untuk bisa menjalankannya. Itupun kalau Allah mengijinkannya.


* Lailatul Qodar

   Sungguh ini karunia Allah yang sangat istimewa. Karena bagi umat muslim yang mendapat hadiah lailatul qodar seperti mendapat kemuliaan ibadah selama 1000 bulan (lebih dari 83 tahun).


Saudaraku, renungkanlah. Begitu

 sayangnya Allah kepada hambaNya. Hingga diberikan karunia agung berupa lailatul qodar. Dan ini hanya terjadi pada bulan Ramadhan. Kita disuruh mencarinya di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.


Dulu Rasulullah saw lebih bersungguh-sungguh di 10 hari terakhir Ramadhan sambil membangunkan keluarganya untuk melakukan i'itikaf .

Saudaraku, untuk Rasulullah saw yang sudah dijamin syurga saja bersemangat mencari lailatul qodar. Bagaimana dengan kita?


Barangsiapa yang menghidupkan malam lailatul qodar dengan amalan shalat, maka akan mendapat pengampunan dosa, sebagaimana sabda Rasulullah saw :

"Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qodar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR Bukhari No 1901)


Amalan-amalan tadi akan menghapuskan dosa dengan syarat apabila seseorang melakukan amalan tersebut karena :

1. Iman yaitu membenarkan pahala        yang dijanjikan oleh Allah.

2. Mencari pahala dari Allah, bukan melakukannya karena alasan riya' atau alasan lain.


Amalan Lain Di Bulan Ramadhan Penghantar Ampunan Allah 


Selain amalan di atas, ada amalan lain yang menghantarkan kepada ampunan Allah yaitu 

* Membaca istighfar. 

Ini bagian dari bentuk doa. Dan doa orang yang berpuasa adalah mustajab (terkabul), apalagi ketika berbuka.


* Doa Malam Lailatul Qodar

Doa yang diajarkan Rasulullah saw kepada istrinya Aisyah ra :

"Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa' fu anni.

Yaa Allah Engkau Maha Pemaaf, suka memaafkan, maka maafkanlah aku."


Saudaraku, doa ini hanya dibaca saat malam lailatul qodar. Maka perhatikanlah. Mari kita perbanyak membacanya sebelum Ramadhan betul-betul meninggalkan kita. Semoga menjadi jalan kita untuk

 mendapatkan lailatul qodar.


* Pengeluaran Zakat fitrah di penghujung Ramadhan.

Ini juga merupakan sebab mendapatkan ampunan Allah. Karena zakat fitrah akan menutupi kesalahan berupa kata-kata kotor dan sia-sia. 


Amalan ini hanya ada di bulan Ramadhan juga. Jika kita mengabaikan kemudian lupa membayarnya atau terlambat membayar hingga lewat sholat idul fitri, maka kita kehilangan pahala dan fadhillahnya. Karena nilainya menjadi infak biasa.


Saudaraku, Allah begitu sayang kepada hambaNya. Begitu banyak karunia Allah yang diberikan kepada hambaNya. Begitu banyak amalan di bulan Ramadhan yang menjadi jalan pengampunan dosa, bahkan amalan itu ada sampai penutup bulan Ramadhan. Hingga Ibnu Al Hambali berkata :

"Tatkala semakin banyak pengampunan dosa di bulan Ramadhan, maka siapa saja yang tidak mendapatkan pengampunan dosa tersebut, sungguh dia telah terhalangi dari kebaikan yang banyak."


Menjadi Fitri Seperti Bayi Baru Lahir 


Jika selama bulan Ramadhan kita sudah menjalankan amalan-amalan yang menghantarkan kepada pahala yang berlipat ganda, juga menjalankan semua amalan yang menjadi sebab pengampunan dosa

maka  pada saat hari raya Idhul Fitri, kita dalam keadaan suci seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya, bersih dari dosa.


Mari kita lihat perkataan Az Zuhri berikut : 

"Ketika hari raya Idul Fitri, banyak manusia yang akan keluar menuju lapangan tempat pelaksanaan shalat ied, Allah pun akan menyaksikan mereka. Allah pun akan mengatakan : 

"Wahai hambaKu, puasa kalian untukKu. Shalat-shalat kalian di bulan Ramadhan adalah untuk Ku, kembalilah kalian dalam keadaan mendapatkan ampunanKu."


Ulama salaf lainnya mengatakan :  Hari ini suatu kaum telah kembali dalam keadaan sebagaimana ibu mereka melahirkan mereka."


Para Ulama Salaf Khawatir Amalan Tidak Diterima


Para ulama salaf terdahulu begitu semangat untuk menyempurnakan amalan mereka. Kemudian mereka berharap-harap agar amalannya diterima oleh Allah. Mereka khawatir jika amalan ibadahnya tertolak.


Ali bin Abi Thalib berkata : "Mereka para salaf begitu berharap agar amalan-amalan mereka diterima daripada banyak beramal."


"Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertaqwa." (TQS Al Maidah : 27)


Abdul Aziz bin Abi Rowwad berkata : Saya menemukan para salaf begitu semangat untuk melakukan amalan sholih. Apabila telah melakukannya, mereka merasa khawatir apakah amalan mereka di terima ataukah tidak."


Oleh karena itu sebagian ulama sampai mengatakan : 

"Para salaf biasa memohon kepada Allah selama enam bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Kemudian enam bulan sisanya, mereka memohon kepada Allah agar amalan mereka diterima."


Begitulah kekhawatiran para salaf. Mereka begitu khawatir kalau amalannya tidak diterima. Bagaimana dengan kita?

Amalan yang tidak seberapa saja kita merasa percaya diri dan yakin kalau amalnya diterima. Sungguh suatu perbedaan yang sangat jauh.

Astaghfirullahal adhziim.


Takbir Di Penghujung Ramadhan 

Dengan begitu banyak rahmat Allah kepada kita juga banyaknya pengampunan dosa di bulan Ramadhan. Kita diperintahkan oleh Allah di akhir bulan untuk bertakbir kepadaNya dalam rangka bersyukur kepadaNya. 


"...Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (TQS Al Baqarah : 185 )


Syukur di sini dilakukan sebagai tanda terima kasih atas nikmat Allah berupa taufik untuk menjalankan puasa, kemudahan untuk melakukannya, mendapat pembebasan dari api neraka dan ampunan yang diperoleh ketika menjalankannya. Atas nikmat inilah, seseorang diperintahkan untuk berdzikir kepada Allah, bersyukur kepadaNya dan bertaqwa kepadaNya dengan sebenar-benarnya taqwa.


Ibnu Mas'ud mengatakan bahwa sebenar-benar taqwa adalah mentaati Allah tanpa bermaksiat kepadaNya, mengingat Allah tanpa melupakan dan bersyukur atas nikmat-nikmat Allah tanpa mengingkarinya.


Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar wa lillahi hamd. 

Yaa Allah di penghujung bulan Ramadhan ini, hanyalah ampunan dan pembebasan dari siksa neraka yang kami harapkan dariMu yaa ghofar. 

Kami memohon, semoga Engkau berkenan menerima amalan kami di bulan Ramadhan ini, walaupun kami merasa amalan kami begitu sedikit dan masih banyak kekurangan di dalamnya. 


Taqoballallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian. Semoga Allah menjadikan kita insan yang istiqomah dalam menjalankan ibadah di sebelas bulan lainnya selesai bulan Ramadhan. 


Dan semoga Allah mengijinkan kita bisa bertemu dengan bulan Ramadhan tahun berikutnya, dalam keadaan sehat dan lebih bersemangat beribadah. Aamiin.

Aamiin.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!