Monday, June 25, 2018

Berbakti Kepada Orang Tua


Oleh: Ummu Fahima


Rasulullah SAW. bersabda,“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau ingin maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Seorang anak wajib berbakti kepada kedua orang tuanya, sekalipun ia telah berkeluarga. Setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah swt. memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda,“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim).

Sungguh, jasa orang tua tak bisa dihitung dengan jenis kalkulator secanggih apapun. Seorang ibu ketika mengandung harus menanggung berbagai macam penderitaan, begitupun ketika melahirkan maupun menyusui. Seorang ayah mulai dari menjaga anak dan istrinya, menafkahi keluarganya semuanya juga sangat sulit untuk dibalas. Artinya, jasa kedua orang tua sulit dibalas dengan ukuran seimbang sekalipun memikulnya ketika berhaji. Dari Abi Burdah, ia melihat Ibnu ‘Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang itu bersenandung, sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh. Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari. Orang itu lalu berkata, “Wahai Ibnu Umar apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Engkau belum membalas budinya, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.” (Adabul Mufrod no. 11. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih secara sanad).

Berbuat baik kepada orang tua yakni berbakti kepada kedua orang tua, maksudnya menyampaikan setiap kebaikan kepada keduanya semampu kita dan berupaya mencegah gangguan kepada keduanya. Menurut Ibnu ‘Athiyah, wajib mentaati keduanya dalam hal-hal yang diperbolehkan syari’at dan mengikuti apa-apa yang diperintahkan keduanya selama tidak melanggar batasan syari'at.

Adapun contoh bentuk berbakti kepada orang tua, diantaranya: bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik, berkata kepada keduanya dengan perkataan yang mulia dan lemah lembut (memperhatikan adab berbicara kepada kedua orang tua, kepada anak, teman atau dengan yang lain), tawadhu’ (rendah hati), mendo’akan kedua orang tua,“Wahai Rabb-ku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil," serta meminta maaf kepada orang tua terlebih ketika berbuat salah.

Dalam hal gangguan yang ditimbulkan maksudnya gangguan seorang anak berupa perkataan maupun perbuatan. Berupa perkataan misalnya mengucapkan “ah” atau “cis”, berkata dengan kalimat yang keras atau menyakitkan hati, menggertak, mencaci maki dan lain-lain. Untuk gangguan berupa perbuatan misalnya berlaku kasar dengan memukulnya menggunakan tangan atau kaki, membenci, tidak mempedulikan, tidak bersilaturrahim dan lainnya.

Semoga Allah swt. memudahkan kita untuk berupaya maksimal berbuat baik kepada kedua orang tua kita di setiap waktu dan bukan hanya pada momen tertentu seperti idul fitri atau lainnya. Aamiin..



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!