Tuesday, June 5, 2018

Beras Sachet: Minimnya Peran Negara Dalam Meriayah (Mengurus Urusan) Umat


Oleh : R. Mega Kusumawati


Seperti yang kita ketahui akhir-akhir ini beredar kabar bahwasanya Bulog sedang mempersiapkan beras sachet yang nantinya akan beredar di warung-warung, supermarket, dll. (jakarta.tribunnews.com, 25/05/2018)


Lagi dan lagi pemerintah memberikan solusi yang tidak pernah bisa terselesaikan untuk meriayah umat. Nyatanya beras sachetan itu jatuhnya lebih mahal. Bisa dibuktikan dengan penjelasan berikut.


1 sachet ukuran 200 gram dengan harga Rp. 2.500,- . Maka 1kg beras menjadi seharga Rp. 12.500,-. Lebih mahal dari pada harga beras di warung seharga Rp. 10.000,-/kg. (m.detik.com).


Lalu dimana solusi yang ada untuk umat? Inilah akibat dari sistem kapitalisme yang saat ini diemban oleh negara, solusinya hanya sekedar untuk mengalihkan isu bukan untuk kemaslahatan umat.


Kebijakan Ekonomi pada masa Kholifah Umar Bin Khattab


Pemerintahan Umar Bin Khattab dikenal dengan Pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Kholifah yang tegas dan berwibawa hingga akhirnya mengantarkan umat pada fase kedamaian dalam bernegara. Hal ini dapat dibuktikan dengan kondisi perekonomian dan pendapatan masyarakat Arab pada masa itu dapat digolongkan pada taaraf perekonomian yang merata. Kekayaan dan kemakmuran tersebut mereka dapatkan dari harta rampasan perang (ghonimah), pajak tanah (kharaj), pajak perdagangan/bea cukai (usyur), zakat, pajak tanggungan (jizyah). (firdaustuble.wordpress.com, 04/05/2018).


Jadi jelaslah bagaimana Umar Bin Khattab dengan kegagahannya memimpin sebuah negara, meriayah umat adalah tujuan utamanya. Bahkan beliau tidak pernah memiliki waktu untuk tidur hanya karena memikirkan keterikatannya dengan Allah SWT. Karena beliau menyadari suatu saat kepemimpinannya akan dihisab.


Keadilan hanya ada dalam kehidupan Islam


Pada akhirnya secermat apapun manusia membangun sebuah sistem tetap saja hanya aturan Allah lah yang akan memberi keadilan bagi seluruh manusia, Allah telah memberikan kita seperangkat peraturan yang akan memuliakan manusia. Kehidupan dengan sistem selain Islam hanya akan membuat umat sengsara, memperkeruh kehidupan dan jauh dari kata persatuan umat islam. 


Maka kembalilah kepada kehidupan Islam jika ingin menemui keadilan, karena Allah takkan pernah memberi aturan yang akan menyesatkan manusia. Manusia saja yang terkadang tidak pernah ingin menjemput keadilan itu dengan kehidupan Islam.


Wallahu a'lam.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!