Friday, June 29, 2018

Belajar Politik? Harus!


Oleh : Ratna ( Member Writing Class With Has)


Hijrah adalah proses Istiqomah dalam kebaikan. Tidak hanya cara berpakaian yang berubah, namun diiringi perubahan pola pikir.


Proses menuju perubahan pola pikir memang sangatlah panjang. Salah satunya yaitu dengan mengubah apa yang menjadi tontonan, bacaan dan pendengaran. Jika sebelumnya lebih suka menonton sinetron, drama korea, mendengarkan lagu, membaca novel dan hal-hal yang bersifat hiburan lainnya. Namun kini harus beralih menonton berita dan tontonan yang bermanfaat, membaca buku sejarah islam, fiqih, tsaqofah, biografi Rasulullah dari sisi politik dan masih banyak lagi.


Semuanya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses yang tidak sebentar, usaha yang maksimal dan doa yang terus menerus. Karena hijrah bukanlah sebuah titik, melainkan perjalanan yang berkelanjutan.


Setelah berusaha mengubah kebiasaan, apakah semuanya selesai? Tidak!

Selagi mengubah kebiasaan, kita juga perlu belajar menelaah fakta (menonton berita) dan mengaitkannya dengan politik Islam. 


Tentu tidak asing di pendengaran kita bahwa politik itu kotor, penuh dengan tipu daya dan muslihat. Membuat sebagian muslim bersikap antipati dan acuh terhadap politik. Fenomena ini membuat jurang pemisah antara politik dengan agama. Banyak orang menganggap bahwa agama tidak boleh dicampur adukkan dengan politik. Agama hanya diterapkan dalam ranah ibadah mahdlah, sedangkan politik diatur dengan sistem demokrasi. Hal ini membuat agama dan politik berjalan sendiri-sendiri.


Dalam islam sendiri politik menurut bahasa adalah siyasah, yaitu pemeliharaan atau pengurusan . Menurut istilah politik atau siyasah adalah ri’ayah asy-syu’un al-ummah dakhiliyyan wa kharijiyan yaitu mengatur atau memelihara urusan umat baik urusan dalam negeri atau luar negeri. (Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustur).


Mengatur atau memelihara urusan umat ini berkaitan dengan urusan di bidang ekonomi misalnya harga cabai, harga beras, tersedianya lapangan pekerjaan dan masalah lain di bidang ekonomi. Bagaimana pergaulan dalam masyarakat dan hukum yang berlaku. Hubungan luar negeri. Urusan akses pendidikan, tekhnologi, bahkan bagaimana akidah umat terjaga.


Ketika pengurusan atau pemeliharaan umat dijalankan dengan baik dan sesuai Islam tentu kesejahteraan masyarakat terjamin. Kesehatan terjangkau semua kalangan, pendidikan dapat diakses siapa saja tanpa dipusingkan dengan mahalnya biaya. Pergaulan terjaga. Keamanan terjamin karena sanksi bagi mereka yang melanggar memberikan efek jera. 


Bagai dua sisi mata uang, politik dengan agama Islam tidaklah dapat dipisahkan. Meraka saling berkaitan satu sama lain. Sebagai umat islam, kita tidak boleh acuh terhadap politik ataupun alergi berbicara politik. Karena jika buta terhadap politik, maka kita tidak dapat mengetahui apakah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sudah sesuai syariat Islam atau belum. Hanya dengan mempelajari politik Islam lah semuanya menjadi jelas mana yang haq dan mana yang bathil.


Jika kita belum dapat memuhasabahi pemerintah. Maka belajar politik itu harus, meskipun merasa susah. Karena politik bagian dari Islam.

Waallahu a'lam bisshawab


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!