Wednesday, June 6, 2018

Alquran, Bukan Sekedar Bacaan




Oleh: Hasni Tagili


Ramadhan sudah memasuki hari ke-20, apa kabar puasanya? Apa kabar pula bacaan Alqurannya? Hm, kalamullah itu jangan sekedar dibaca dan dikhatamkan saja yak. Tapi, juga kudu diamalkan 😉


Tahu kan, ayat yang pertama kali turun adalah al-Alaq: 1-6. "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan...." Dalam ayat tersebut, terdapat perintah untuk membaca (membaca Alquran). Tapi, apa iya, Alquran diperintahkan hanya untuk dibaca saja?


Ternyata tidak. Bukanlah Alquran hanya sekedar dibaca, dihafal, dan dilewati ayat-ayatnya. Atau sekedar dikhatamkan berpuluh-puluh kali. Bukan itu. Melainkan Alquran juga harus diamalkan isinya.


"Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (TQS. Shaad: 29)


Tujuan utama membaca Alquran adalah mengambil manfaat dan mengamalkannya. Jadi, tidak mencukupkan hanya membaca Alquran saja. Lebih dari itu, kita harus merenungi makna dan mewujudkan isinya. Sehingga, kita bisa mengambil manfaat kebaikan dari ayat-ayat Alquran.


Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alif laam miim’ itu satu huruf, akan tetapi, Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)


Adapun orang-orang yang hanya membaca Alquran dan tidak mengamalkannya, maka Alquran itu akan menuntutnya pada hari kiamat. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Alquran itu akan menjadi hujjah yang membelamu atau yang akan menuntutmu." (HR. Muslim)


Kemudian, diamalkannya apa hanya separuh atau keseluruhan? Ayat yang disukai saja atau harus semuanya? Ternyata harus diamalkan secara paripurna. Secara kaaffah (totalitas) 😎


"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (TQS. al-Baqarah: 208)


Jadi, jangan hanya cinta sama ayat sholat (di antaranya al-Baqarah: 43, 45, 238), tapi alergi sama ayat menutup aurat (an-Nur: 31 dan al-Ahzab: 59). Mewujudkan ayat puasa Ramadhan (al-Baqarah: 183), tapi menolak ayat qishas (al-Baqarah: 178).


Mengerjakan ayat sedekah (al-Baqarah: 195) tapi juga tidak mengabaikan keharaman aktivitas riba (al-Imran: 130). Mengamalkan ayat berbakti kepada orang tua (al-Baqarah: 23), tapi masih juga melakukan maksiat berupa zina (al-Baqarah: 32). De el el. Jangan yak! 😛


Dan yang paling penting, Alquran mampu meluluh lantakkan hati keras manusia yang mendengarnya. Menghancurkan gulana. Memporak-porandakan jiwa yang penuh amarah 😍


"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Al-Qur'an yang serupa mutu ayat-ayatnya lagi berulang-ulang. Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya. Lalu, menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah. Dengan kitab itu, Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya." (TQS. Az-Zumar, 23)


Maka pantaslah jika hati Umar bin Khattab luluh lantak tersebab mendengar bacaan Alquran (surah Thaha). Penyair kelas berat seperti Labeid bin Rabia juga bertekuk lutut di hadapan kalamullah. Ia mengakui keindahan bahasanya. Pun, ketika Rasulullah membacakan surah al-Falaq kepada Tufayl bin Amr, penyair hebat itu tidak bisa berkata-kata. Ya, Alquran telah menyandera kalbunya.


Di era modern, ada Ustaz Felix Siauw dengan pengalaman surah al-Baqarah: 2 dan 23-nya. Kedua ayat itu telah sukses menjungkirbalikkan pongahnya. Terganti ketundukkan hanya pada Allah. Ustazah Irene Handono juga mengalami hal yang sama. Lewat surah al-Ikhlas, beliau akhirnya menjemput hidayah.


Mereka yang tertunjuki cahaya Ilahi tersebut tidak lantas hanya membaca Alquran saja, tapi juga berusaha mengamalkan isinya. Seyogyanya, kita yang sudah Islam dari lahir pun berbuat serupa. Berusaha mengamalkannya.


Sayang, belum ada aturan bernegara sebagai wadah pelaksana Alquran secara kaaffah. Sehingga, mendakwahkannya menjadi wajib adanya. Yuk dakwah! Yuk amalkan kalamullah! 😊




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!