Friday, June 29, 2018

Agar Reunian Berbuah Keberkahan


Oleh: Hany Handayani Primantara SP (Alumni SMA 1 Kramatwatu)


Reuni adalah sebuah aktivitas temu kangen yang biasa dilakukan oleh para alumnus sebuah institusi. Baik itu sekolah, perguruan tinggi, atau sebuah perkumpulan di tempat kerja maupun di lingkungan sekitar. Adanya kenangan di masa tertentu akhirnya membuat sebagian dari para alumnus ini untuk mengadakan sebuah pertemuan khusus guna mengenang masa-masa dulu yang pernah dilewati bersama.

.

Tak ayal bagi sebagian orang memandang  momen reuni adalah momen spesial. Banyak hal yang bisa didapat dari sebuah pertemuan reuni selain melepas rasa kangen tentunya. Bisa bersilahturahmi kembali adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Dengan bersilahturahmi akan menguatkan persaudaraan serta membuka pintu rezeki. Begitulah yang pernah disampaikan oleh junjungan nabi Muhammad sebagai panutan seluruh umat.

.

Namun dibalik manfaat dari sebuah reuni juga ada hal yang patut kita cermati. Tak jarang momen reuni malah jadi ajang pamer diri lantaran kini sudah sukses dari sisi materi. Ada yang sukses jadi dokter, sarjana, guru, bidan, dosen, direktur, dan segudang profesi lainnya yang mentereng. Buat para alumnus unjuk gigi dengan keberhasilan yang didapat saat ini adalah sebuah kepuasan pribadi. 

.

Boleh berbangga diri, dengan cara menunjukan rasa terima kasih terhadap para guru terutama. Sebab andil merekalah maka para alumnus ini bisa sukses raih cita-citanya seperti sekarang ini. Melalui kerja keras mereka dalam mendidik, membuahkan kesuksesan bagi para alumnus adalah kebanggaan dari luapan kebahagiaan. Kebahagiaan yang akan terobati hanya dengan ucapan terima kasih.

.

Selain itu, kumpul-kumpul saat reuni juga tak pelak mengharuskan kita untuk bercampur baur dengan lawan jenis. Campur baur antar lawan jenis ini bernama ikhtilat dalam istilah islam. Ikhtilat (campur baur pria wanita) adalah adanya pertemuan (ijtima’) dan interaksi (ittishal) antara pria dan wanita di satu tempat. (Sa’id Al Qahthani, Al Ikhtilath Baina Ar Rijal wa An Nisaa`, hlm. 7).

.

Ikhtilat hukumnya haram, kecuali ada dalil syariah yang membolehkan ikhtilat dalam aktivitas tertentu. Dalil-dalil yang menunjukkan haramnya ikhtilat terdiri dari sejumlah dalil syar’i, yang dipahami secara dalalatul iltizam, yaitu dalil-dalil itu masing-masing mengharamkan satu hal, namun pada saat yang sama mengharamkan hal lain sebagai konsekuensi logisnya, yaitu ikhtilat antara pria dan wanita. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 2/290-291)

.

Salah satu dalil keharamannya karena Islam telah menjadikan shaf wanita di masjid berada di belakang dan terpisah dengan shaf pria. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :

.

”Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah yang paling depan, dan seburuk-buruknya adalah yang paling belakang. Sebaik-baik shaf untuk wanita adalah yang paling belakang, dan seburuk-buruknya adalah yang paling depan.” (HR Muslim, no 440).

.

Dalil syar’i di atas menunjukkan bahwa secara umum ikhtilat antara pria dan wanita hukumnya adalah haram. Dengan kata lain, pria dan wanita hukum asalnya adalah wajib terpisah (infishal), tidak boleh bercampur baur. 

.

Namun keharaman ikhtilat tersebut dikecualikan dengan 2 (dua) kriteria sbb: Pertama,  jika ada dalil syariah tertentu yang membolehkan adanya interaksi pria dan wanita, misalnya berjual-beli. Kedua, jika interaksi tersebut memang mengharuskan pertemuan (ijtima’).

.

Jika dua kriteria ini terpenuhi maka ikhtilat pria dan wanita diperbolehkan. Misalnya bertemunya pria dan wanita di toko untuk melakukan jual-beli, bertemunya pria dan wanita di masjid untuk menuntut ilmu, bertemuanya pria dan wanita untuk melakukan thawaf di sekitar Ka’bah, bertemuanya pria dan wanita di rumah sakit untuk melakukan pengobatan, bertemunya pria dan wanita di rumah untuk bersilaturahim (dengan kerabat/dzawil arham) dan sebagainya.

.

Bagi kita yang muslim tentu ikhtilat ini harus dihindari. Sebab dalam Islam hukum asal wanita dan pria adalah terpisah, maka wajib bagi kita senantiasa menaati hukum syara yang merupakan bagian dari kehidupan kita. Jangan sampai kita ingin meraih sesuatu yang mubah malah menabrak yang haram. 

.

Saat reuni pun tak jarang justru buat peluang maksiat berkelanjutan. Peluang selingkuh bagi yang sudah berpasangan juga tak boleh diremehkan. Sudah berapa banyak korban reuni adalah hancurnya rumah tangga sendiri. Naudzubillah... Semoga kita dan keluaega senantiasa terhindar dari fitnah ini.

.

Lain lagi bagi yang belum berpasangan, jangan sampai reuni yang dilaksanakan juga justru jadi peluang pacaran. Dengan dalih hanya sekedar bertukar kontak no pribadi, jadi sering wa dan chat yang menjurus pada aktivitas perzinahan. Bukan berkah yang didapat melainkan dosa tak berkesudahan.

.

Jadi suatu hal yang wajib bagi penyelenggara reuni, untuk senantiasa mengkoordinir suasana agar tak jadi celah bagi pelanggaran hukum syara. Mulai dari tata letak para peserta reuni yang perempuan maupun laki-laki terpisah, namun tak mengurangi esensi reuni itu sendiri. 

.

Hingga berbagai kegiatan yang dilakukan, jangan sampai mengandung hal tak berguna serta melalaikan. Supaya makna reuni tak hilang dan keberkahan reuni pun didapat, sebab aktivitasnya  tak langgar apa yang dilarang oleh syariat. 

.

Begitu pula bagi peserta reuni, harus perhatikan rambu-rambu syar'i yakni hukum pergaulan antara perempuan dan laki-laki. Mulai dari menutup aurat secara syar'i, menjaga pandangan dari hal yang diharamkan, serta lakukan aktivitas yang dapat menambah erat tali silaturahmi.

.

Nampak ribet jika baru tau dasar hukumnya, namun jika sudah paham bukan lagi keribetan yang terbayang melainkan dosa yang akan menghadang. Maka, rajin-rajin mengkaji Islam agar jadi serba tahu segala hukum dan aturan, termasuk aturan interaksi yang dilakukan baik laki-laki maupun perempuan.

.

Jika reuni berjalan sesuai syariat maka insyaallah keberkahan yang didapat. Entah itu tali silaturahmi yang semakin kuat, rezeki berlimpah yang berlipat-lipat, hingga jodoh yang tak diduga tanpa aktivitas pacaran tentunya.

.

Ayo kawan galakkan reuni syar'i. Yakni reuni yang sesuaikan dengan aturan ilahi, tak bercampur baur antara perempuan dan laki-laki. Agar reuni berbuah keberkahan bukan reuni yang melahirkan kemaksiatan. Reuni yang hanya berisi aktivitas tak berfaedah serta melalaikan dari perintah Allah yang Maha Penyayang. Selamat reuni kawan. Wallahu a’lam


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!