Tuesday, June 26, 2018

Abah Harry.. Kami Lanjutkan Perjuanganmu!


Oleh : Ummu Enzi 


Hanya satu kata

Tiada tempat terucap

Walau kita berjumpa

Dan saling menyapa


Hanya satu kata

Kembali karam di hati

Walau sering bicara

Sampai lupa waktu


Dimana kuharus mencari

Sebuah kata yang hilang

Saat denganmu


Bukan banyak kata

Ketika ingin bicara

Tentang bara di dada

cukup satu kata


Jangan kau ragu dan membisu

Ucapkan saja isi hatimu

Lewatkan satu kata

Ketika ingin bicara

Tentang bara di dada

Cukup satu kata


Bait-bait lagu di atas begitu kuhapal. Belum lagu-lagu lain milik kang Harry - begitu panggilan beliau dulu -. Hampir semua lagu beliau , aku hapal. Saat itu mungkin usiaku sekitar belasan tahun atau ABG yang masih suka banget dengan lagu-lagu bertema cinta. Lihat klip videomu pun gak pernah bosan. Loncatan lincah kakimu melompat dari satu gerbong ke gerbong lainnya. Lengkingan suara yang seolah tanpa cacat begitu membuat kagum diriku saat itu. 

Saking sukanya dengan lagu-lagu kang Harry, aku pun punya koleksi lengkap lagu-lagu beliau. 

Suatu ketika saat dirimu sedang jaya, tiba-tiba engkau menghilang dari peredaran dunia artis dan musik. Entah kemana aku pun tak tahu. Sekilas dari berita yang kubaca, katanya engkau telah tobat dan berhenti bermusik. Berita tersebut hanya lewat sekilas karena saat itu aku harus sekolah keluar kota.


Memasuki bangku kuliah, aku menjejakkan kaki di kota hujan. Kota Bogor yang membawaku menuju cahaya terang dalam hidupku.

Di kota Bogor itu pula lah yang mempertemukan ku pertama kali dengan kang Harry yang sekarang kami panggil beliau dengan Ustadz Harry Moekti. 

Saat itu aku aktif di Majelis Taklim Fakultas tempatku kuliah. 

Suatu waktu kami berencana membuat acara bertema 'Hijrah' dan dalam rapat pengurus memutuskan untuk  mengundang ustadz Harry Moekti. Seolah tak percaya, ternyata yang dimaksud adalah betul-betul kang Harry Mukti , penyanyi rocker yang dulu kukagumi.


Tak sulit meminta beliau untuk menjadi pembicara. Dengan dana minim pun bisa. Prinsip beliau adalah menyampaikan kebenaran serta mengajak berhijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan. Tentu bukan ketaatan sesaat namun ketaatan total untuk terikat dengan hukum syara. 

Salah satu yang beliau soroti saat menjadi pembicara di acara kami adalah tentang kewajiban seorang muslimah untuk berpakaian sempurna sesuai arahan Al Qur'an dan as Sunnah. Tanpa kusangka beliau menunjuk ke saya yang sedari tadi mondar-mandir di belakang karena menjadi panitia acara. Beliau memberi contoh pakaian sempurna seorang muslimah adalah seperti pakaian yang dikenakan saat itu yaitu jilbab dan Khimar. Ini semakin menyemangati diri yang juga baru awal berhijrah agar tetap istiqamah. 


Beliau tak segan mengajak orang untuk berubah lebih baik dengan bahasa lugas dan jelas. 

Abah ustadz Harry Moekti disebut sebagai pelopor hijrah artis oleh ustadz Ismail Yusanto. Tak takut kehilangan banyak kontrak menyanyi serta ketenaran dan gelimangan harta , semua beliau tinggalkan. Kata beliau : "Untuk apa tenar dan bergelimang harta namun hati tidak tentram dan tenang. Lebih baik hidup sederhana namun hati nyaman dan tenang. Hidup pun diridlai Allah." Ma syaa Allah...

Aktivitas dakwah menjadi aktivitas keseharian Abah Harry. Tak lepas dalam tiap tarikan nafasnya adalah menyampaikan kebenaran. Lengkingan suaramu pun menjadi lengkingan penuh makna saat menyenandungkan lagu Indonesia Milik Allah.


"Indonesia milik Allah

Kembalikan kepada-Nya

Indonesia milik Allah

Terapkan syariah muliakan kita

Indonesia milik Allah

Kami taqwa kepada-Nya

Indonesia milik Allah

Pasti cemerlang dengan Khilafah

Makar dan dusta masih subur menentang-Nya

Tak mau taat dengan hukum-Nya

Gemar membuat aturan untuk kepentingan mereka dan tuannya

Indonesia milik Allah

Kembalikan kepada-Nya

Indonesia milik Allah

Pasti mulia dengan Syariah"


Penggalan lirik lagu 'Indonesia Milik Allah di atas menjadi peneguh jalan dakwahnya.  


Di saat sakitnya pun tak mengurangi aktivitas dakwahnya. Abah ustadz Harry Moekti dikarunia fisik lumayan kuat. Paska operasi pemasangan ring, pada hari yang sama sudah terbang ke luar kota untuk memenuhi panggilan dakwah. 

Kini di tengah puncak dakwah yamg engkau jalani, Allah sayang padamu Allah cinta padamu.

Allah angkat engkau ke sisi-Nya untuk bisa menjadi tauladan bagi pengemban dakwah agar tetap istiqamah. Agar tetap dakwah tanpa banyak alasan untuk menundanya. 

Kini, kami harus lanjutkan perjuangan dakwahmu.

Kami harus teruskan cita-citamu agar Indonesia benar-benar menjadi milik Allah. Bahkan tidak hanya Indonesia, namun bumi ini adalah milik Allah yang harus menerapkan aturan Allah secara total. 

Kami selalu mendoakanmu agar engkau berada di surga-Nya. 

Aamiin aamiin ya rabbal aalamiin...


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!