Friday, May 11, 2018

White first



Oleh BintuNapan.S (Revowriter Karawang)


Dears,

Pernah ngerasa minder alias ga pede karena warna kulitmu yang gelap?

Atau, pernah juga mojok di kelas duduk paling belakang saat teman-teman kamu pede jaya duduk paling depan, cuma gegara kamu jerawatan?

Hmmmm, mungkin kamu juga pernah foto bareng temen ngambil posisi miring biar terlihat langsing.

Malah jangan-jangan, kamu nekat pake high heels biar bertambah tinggi. (Tinggi ga, keseleo iya, upppsss)


Mungkin kamu juga sering menyaksikan teman sendiri yang cantik itu selalu dapat prioritas, meminjam istilah ladies first, nah kalo ini white first, bener ga? Khususnya perhatian cowok-cowok. Kalo jajan ke kantin pasti ada aja yang traktir, kalo belum ngerjain PR pasti ada aja yang kasih contekan, sering banget disuruh tampil karena ke-good looking-an nya. Aaah.. banyak deh untungnya yang cantik.

Dan pastinya yang berkulit putih itu bisa selalu bikin lebih cantik. Lah terus yang 'item' bisa apa..?


Ayooo jujur.

Kenapa siiih bisa begitu?

Kenapa sih menjadi putih, mulus, langsing, tinggi itu begitu diminati. Termasuk kamu. Iya kamu. (Ngaku deeh)


Ngomongin standar cantik, masing-masing orang punya standar cantik yang berbeda, tergantung kacamata yang digunakannya. Naah loh. Kacamata yang kamu pakai yang mana nih? Jangan bilang pake kacamata hitam yaa.


Pertama kacamata Kapitalisme


Ianya terlahir dari asas atau akidahnya yaitu Sekulerisme, memisahkan agama dari kehidupan, standarnya adalah manfaat.

Lumrah jika prempuan seperti barang komoditas.

Perempuan juga dianggap mampu menarik perhatian, ga aneh kalo produk apapun ngiklannya ya pake perempuan.

Maka, sisi kecantikan diri kamulah yang dieksploitasi, mulai dari rambut hingga kaki. Ngerasa ga sih perempuan ko kaya barang ya. Rendah amat harga dirinya.


Stereotype cantik pun ala-ala mereka.

Sayangnya, cara pandang Kapitalisme mampu membius kebanyakan kaum hawa.

Banyak perempuan yang menganggap cantik itu putih, akhirnya krim pemutih laku keras bak jual kacang goreng. Padahal ga sedikit produk pemutih yang malah bisa merusak kulit. Make up pun diserbu, mulai bedak, lipstick, eye shadow, sampe bola-bola yang bikin pipi kemerahan, lagi-lagi jadi kebutuhan dan life style. Ngalahin kebutuhan emaknya beli beras, wuiihh bahaya neng.

Gimana dengan obat pelangsing, ga sedikit perempuan menganggap ga kurus itu mati gaya, sampe-sampe ga berani ngaca, saking ga mau terlihat besar, (kamu ga gendut ko, cuma agak lebar)

Aduuuhhh kesiksa beud ya dears.


Kedua kacamata Islam


Taukah kamu, Kalo Allah itu menciptakan manusia sebaik-baik bentuk. Laah terus kenapa ko ada yang jelek ada yang cantik yaaa?

Ga usah bingung, kamu ga putih, ga tinggi, n' ga langsing itu ga akan Allah mintai pertanggungjawaban, tau kenapa? Yaa karena itu udah dari sononye alias takdir.


Terus, cantik dalam Islam itu yang gimana dunk?

Cantik dalam kacamata Islam itu, yang paling taqwa.

Kamu tau kan Islam menempatkan perempuan itu untuk dimuliakan. Bukan untuk dijadikan daya tarik para mata yang jelalatan. So dalam Islam fisik itu sama sekali ga ada korelasinya dengan keberuntungan loh.

Yang cantik itu ya yang taat, yang taat yang beruntung. Karena cantiknya ga akan dihisab tapi perbuatannyalah akan dimintai pertanggungjawaban.

Masih inget dengan hadits ini "Sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah". 


Jadi, sekarang pede aja ya, fisikmu jadikan sarana bersyukur karena kamu diberikan kesempatan memilikinya. Dan jadikan modal kamu mendulang banyak pahala dari setiap aktifitas yang kamu lakukan. Apalagi muslimah, bangga dengan jilbab dan khimarnya. Itu pertanda kamu sudah mempertanggungjawabkan apa yang sudah Allah anugerahkan.

Saat semua yang kamu miliki adalah pemberian, maka jagalah ketika kelak yang menitipkan akan mengambilnya.

Jangan kamu ubah karena Dia akan marah, cukup kamu rawat dan gunakan bermanfaat bagi akhirat.

So setuju dan sepakat, kalo yang cantik itu yang taat? Taat itu apa siih, Taat itu semua perbuatannya disandarkan pada syariat, karena yang taat harus belajar syariat biar ga bikin puisi 'Aku tak tahu syariat'.

Mau pilih mana nih, cantik yang berujung ketenaran semata, atau cantik yang sesungguhnya, yaitu indah dimataNya. 


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!