Tuesday, May 1, 2018

Untukmu "Kartini" Masa Kini


Oleh: Winda Yusmiati, S.Pd
( (Ibu Rumah Tangga dan Revowriter Purwakarta)

Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Berbagai cara dilakukan oleh perempuan Indonesia untuk memeperingati seorang Pahlawan Nasional ini, mulai dari berpakaian kebaya dengan kondenya hingga memberikan ucapan kata-kata terkait Hari Kartini 2018 di media sosial dan lainnya.
Peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April umumnya masih sebatas pada pakaian berkebaya dan mengenakan konde. Satu hal yang jarang diungkapkan, bahkan terkesan disembunyikan dalam catatan sejarah adalah usaha Kartini untuk mempelajari Islam, dan mengamalkannya dan bercita-cita agar Islam disukai. Serta kecintaannya pada dialog ke-Islaman dengan tokoh ulama serta keinginannya menggali kandungan Al-Quran.
Hal ini terlihat dalam beberapa kutipan suratnya. Diantaranya; kepada Ny. Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini menulis, “Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama yang disukai”. Dalam suratnya ke Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis, “Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah”. (http://wartakepri.co.id)
Semangat perjuangan RA. Kartini bukan hanya dalam mengentaskan keterkungkungan kaum perempuan pada masa penjajahan tersebut. Namun lebih dari itu, adalah semangat spiritualnya dalam mengkaji dan menggali nilai-nilai mulia kandungan Al-Quran. Serta keinginannya untuk memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah.
Oleh karena itu, kaum perempuan Indonesia, seharusnya perlu mengikuti semangat Kartini dalam mengkaji Al-Quran. Mengkaji Islam secara menyeluruh hingga pada kewajiban menutup aurat, mengenakan kerudung dan jilbab. Sehingga akan muncul generasi Kartini-Kartini berjilbab yang melandasi hidupnya dengan Al-Quran.
Inilah dalil kewajiban mengenakan kerudung dan jilbab.
”Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang [biasa] nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya….”. (TQS. An-Nuur ayat ke-31)
Juga pada Surat Al-Ahzab ayat 59,”Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”.
Ketahuilah wahai perempuan muslimah, berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta’ala, selain shalat, puasa, dan ibadah lain yang telah engkau kerjakan. Jilbab juga merupakan konsekuensi nyata dari seorang perempuan yang menyatakan bahwa dia telah beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya . Selain itu, jilbab juga merupakan lambang kehormatan, kesucian dan rasa malu. Dan semua itu Allah jadikan baik untukmu. Tidakkah hatimu terketuk dengan kasih sayang Rabb kita yang tiada duanya ini?      


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!