Thursday, May 3, 2018

Ummu Zafar, Penghuni Surga tak Berkonde


Oleh : Sunarti



Seolah tidak berhenti muslimah mendapatkan sorotan tentang pakaian taatnya. Dari mulai muslimah bercadar yang memelihara anjing, hingga hebohnya pembahasan konde dan kerudung.

Bertubi-tubi "stempel" negatif tentang muslimah. 


Masyarakat dibawa pada pemikiran yang dangkal. Berkutat pada ibadah mahdhah saja. Sholat puasa, zakat dan haji. Islam hanya membahas seputar empat hal ini saja. 

Sedangkan kewajiban yang lain, seperti menutup aurat, tidak pernah diperhatikan. Padahal kedudukannya juga wajib. 


Terlebih pada saat maraknya peringatan hari-hari tertentu. Dengan menghadirkan sosok tauladan yang dilihat pada "blegernya" (penampilan fisik) saja.Hingga tak sadar mereka berperilaku sebagaimana orang banyak lakukan. Berdandan dan memamerkan kecantikan. 

Meskipun pada faktanya tidak berpenampilan monoton berkonde, namun "berkerudung", tetap saja bertabaruj.


Marilah kita luruskan niat kita untuk taat pada Allah. Siapa yang pantas kita jadikan tauladan dan panutan. 

Terutama dalam keistiqamahan dalam menutup aurat. Kita berkaca pada keteguhan Shahabiyah di masa Rasulullah, yaitu Ummu Zafar. 

Su’airah al-Asadiyyah atau dikenal dengan Ummu Zafar. Beliau mengidap penyakit epilepsi/ayan. 


Beliau seorang wanita agung dalam mozaik Islam, yang terkenal karena kemantapan hatinya dan kesabarannya. 

Beliau adalah seorang wanita berkulit hitam asal Ethiopia.


Hingga suatu saat Ummu Zafar datang kepada Rasulullah Saw dan menceritakan masalah yang dihadapinya.


“Saya, sesungguhnya menderita penyakit epilepsi, dan aurat saya terbuka saat saya kambuh. Maka doakanlah kepada Allah untukku kesembuhan, ya Rasulullah,” katanya pada Nabi. 

Oleh Rasulullah Saw dikatakan, “Jika kamu mempunyai kesabaran, maka bagimu adalah surga. Tapi andai kau pilih kesembuhan, akupun akan mendoakan pada Allah agar engkau diberi kesembuhan.”


Subhanallah. 

Wanita yang luar biasa mempertahankan terjaga auratnya. 

Padahal penyakit ayan/epilepsi, secara klinis otot-otonya mengalami kejang-kejang.

Dan mengalami kerusakan pada jaringan otak. 

Di dalam otak manusia terdapat neuron atau sel-sel saraf yang merupakan bagian dari sistem saraf. Tiap sel saraf saling berkomunikasi dengan menggunakan impuls listrik. Pada kasus epilepsi/ayan, kejang terjadi ketika impuls listrik tersebut dihasilkan secara berlebihan sehingga menyebabkan perilaku atau gerakan tubuh yang tidak terkendali. (allodokter.com)


Sungguh kondisi yang membuat seseorang akan memilih didoakan sembuh oleh Rosulullah. Dibanding dengan mengidap penyakit ayan. Tapi hal ini tidak dilakukan oleh Ummu Zafar. Aroma surga lebih menjadi pilihannya. 



Wallahu alam bisawwab.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!