Thursday, May 3, 2018

Ujian, Teman Setia Perjuangan


Oleh : Retno Puspitasari

(Anggota Revowriter)


Sobat, pernahkah kalian nonton film Spider-Man?  Bagi saya film spiderman yang paling menyentuh adalah The Amazing Spider-man 2.  Film yang dirilis tahun 2004 ini, mengisahkan kehidupan seseorang bernama Peter Parker.  Peter Parker adalah mahasiswa jenius yang harus menghidupi dirinya sendiri dengan menjadi fotografer media massa dan pengantar pizza.  Peter Parker juga tertarik dengan seorang gadis bernama Mary Jane, seorang pemain teater.  Namun dengan perannya sebagai Spider-Man, Peter Parker sering terlambat kuliah karena harus menolong orang-orang yang membutuhkan.  Peter pun  akhirnya dipecat dari tempatnya bekerja karena sering terlambat mengantar pizza.  Marry Jane juga berpaling darinya karena sering tidak hadir dalam pertunjukkan teaternya.  Peter Parker resah dan mulai mempertanyakan, mengapa dia harus peduli pada orang lain, sedangkan kebahagiaan dirinya seolah tercabut.  Peter pun membuang baju Spider Man-nya dan beraktivitas seperti manusia pada umumnya.  Kuliah.  Kerja.  Kencan.  Dengan hilangnya Spider-Man, kejahatanpun akhirnya merajalela.


Spider-man adalah sosok fiktif pejuang kebenaran.  Terlepas dari adanya hal-hal yang bertentangan dengan Islam di belakangnya.  Kehadirannya selalu dirindukan.  Namun ternyata tak mudah menjadi bagian dari pejuang kebenaran.  Harus mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, harta, bahkan nyawa.  Berat ya sob…  Eitts… Meskipun terasa berat, ternyata para pejuang kebenaran ini nyata adanya.  Bukan sekedar kisah fiktif seperti Spider-Man.  Kita bisa mendapati kisah para pejuang kebenaran dengan membaca kisah para Nabi atau para shahabat Rasulullah saw.  Dan mereka inilah yang harusnya menjadi teladan kita.  Sebab mereka memperjuangkan kebenaran bukan karena kebetulan menjadi hero atau keterpaksaan.  Tapi karena kesadaran yang tinggi akan iman kepada Allah SWT.  


Dakwah


Menjadi pejuang kebenaran yang dicontohkan Rasulullah saw, tentu aktivitasnya tidak selalu ciat..ciat…loncat sana…loncat sini seperti Spider Man ya sob.  Pejuang kebenaran disini aktivitasnya menyampaikan kebenaran.  Bahasa kerennya dakwah. Nah, dakwah ini ternyata diperintahkan oleh Allah SWT.  Sampai-sampai Allah memberikan pujian bagi yang melaksanakan dakwah.


Dalam QS Ali Imran ayat 104, Allah SWT berfirman, yang artinya : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. 


 Meskipun dakwah Cuma ngomong doang, tapi pada faktanya selalu bisa membuat perubahan dalam masyarakat.  Contohnya saja, Rasulullah saw  mengajarkan bahwa yang patut disembah hanya Allah SWT.  Ternyata ajaran ini bisa membuat Bilal Bin Rabbah yang merupakan budak, sanggup memikul siksaan dengan dijemur dibawah terik matahari dan ditindih batu besar.  Siksaan ini diberikan majikan Bilal, karena Bilal tidak mau menanggalkan keimanannya.


Dengan dakwah yang dilakukan Rasulullah saw, akhirnya masyarakat menjadi faham mana yang harus disembah, mana yang harus dijadikan contoh, mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.  Namun meskipun yang disampaikan adalah kebenaran, dakwah Rasulullah tidak semulus jalan tol.  Selalu ada onak dan duri yang menghalangi.  Mengapa kebenaran dihalangi?  Karena cahaya kebenaran akan membuat para pelaku kedzaliman gigit jari.  Tidak bisa meraup keuntungan dengan berdiri di atas  penderitaan yang lain.  Ujian seolah menjadi teman setia perjuangan Rasulullah saw dalam menyebarkan cahaya Islam.


Rintangan dan Halangan Dakwah Rasulullah saw

Ketika kaum Quraisy telah merasakan ancaman dakwah Rasulullah saw, mereka melakukan penyiksaan fisik terhadap para pengikut Rasulullah saw.  Dari sini kita bisa belajar dari kisah keluarga Yasir.  Untuk mempertahankan syahadatnya, ayah dan ibu Ammar bin Yassir rela dibunuh secara keji oleh orang-orang Quraisy.  Bukan hanya para pengikutnya, Rasulullah saw pun mendapatkan perlakuan buruk dari masyarakat yang tidak suka dengan dakwahnya.  Rasulullah saw dilempari dengan kotoran binatang saat sedang shalat di sekitar orang kafir Quraisy.


Siksaan fisik yang ditimpakan kepada kaum muslimin saat itu tidak berhasil menyurutkan keimanan mereka.  Strategi untuk menghadapi rasul pun berganti dengan propaganda.  Berbagai tuduhan dilontarkan untuk menjatuhkan kredibilitas Rasulullah saw.  Mereka bersekongkol di rumah Walid bin Mughirah untuk menyepakati apa yang akan dituduhkan kepada Rasulullah saw.  Akhirnya mereka sepakat untuk menuduh Rasulullah saw sebagai tukang sihir melalui ucapan.    Sihir ini dapat memisahkan seseorang dari keluarganya.  Kebayang kan betapa sedihnya, difitnah dengan tuduhan ini.  


Strategi propaganda ternyata tidak berhasil digunakan untuk menghadang dakwah.  Akhirnya kaum Quraisy melakukan pemboikotan terhadap kaum muslimin.  Mereka membuat naskah pemboikotan secara tertulis dan menempelkannya di dalam ka’bah.  Isi pemboikotannya adalah memboikot Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib secara total untuk menikah, berjual beli, berteman, berkumpul, memasuki rumah, dan berbicara dengan kaum Quraisy. Kecuali, jika mereka secara sukarela  menyerahkan Muhammad untuk dibunuh.  Pemboikotan ini berlaku selama 3 tahun.


Dari perjalanan Rasulullah saw dapat diambil pelajaran bahwa dakwah memang tidak pernah mudah.  Menyampaikan kebenaran akan selalu dimusuhi para pelaku kemaksiyatan.  Apalagi mendakwahkan islam secara kaffah.  Mendakwahkan aturan-aturan yang membuat masyarakat faham, bagaimana cara mengurus urusan mereka dengan benar.  


Jika waktu itu, Rasulullah mengalami ujian yang begitu berat.  Maka kita yang ingin meneladani dakwah Rasul pun harus selalu siap mengalami ujian yang berat.  Baik berupa siksaan fisik, propaganda maupun pemboikotan.  


Lantas dengan apa para pengemban dakwah memperkuat dirinya?

1. Dengan selalu mendekat dan meminta pertolongan pada Allah SWT.  Tiada penolong selain Allah.  Tiada kemenangan selain karena pertolongan Allah.  Kita bisa melihat bagaimana Rasulullah saw selamat dari kejaran kafir Quraisy saat hijrah ke Madinah.  Begitu juga dalam setiap peperangan yang dilakukan Rasulullah saw, seperti perang Badar Kubra atau Perang Ahzab.  Jumlah pasukan bukan jaminan kemenangan.  Ketaatan pada Allah-lah yang akan membukakan pintu pertolongan.

2. Jangan sombong dan riya.

Pengemban dakwah harus terhindar dari penyakit-penyakit hati seperti sombong dan riya.  Sombong adalah merasa diri paling baik dan meremehkan orang lain.  Allah sangat benci pada orang-orang yang sombong.  Adapun riya akan menghilangkan pahala dari amal sholih yang kita lakukan

3. Semangat dalam belajar.

Ma’lumat tsabiqoh atau pengetahuan akan mempengaruhi tingkah laku seseorang.  Maka akan sangat berbeda, sikap dari orang yang faham Islam dengan orang yang tidak tidak faham.  Memperbanyak tsaqofah Islam akan semakin menguatkan, mengapa kita harus begini dan begitu.

4. Istiqomah dalam dakwah

Ilmu yang tidak disampaikan tidak akan melekat erat dalam diri seseorang.  Apalagi Allah memang  memerintahkan setiap muslim untuk berdakwah.  Maka sampaikanlah walau satu ayat,  Meskipun berbagai ujian menerpa, jangan pernah bergeming dari jalan dakwah.  


Allah mengingatkan kita dalam QS Al Ankabut 2-3, yang artinya : Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji?  Dan sungguh Kami  telah mengji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.


Jadi, jangan ragu untuk selalu berada di jalan dakwah meskipun badai ujian menyapa.  Jangan hanya terpesona dengan SpiderMan yang hanya tokoh fiktif.  Buktikan jika kita juga bisa menjadi bagian dari pejuang kebenaran karena dorongan iman.



Penulis :Retno Puspitasari

Anggota Revowriter



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!