Tuesday, May 22, 2018

Ujian Sekolah Bukan Harga Mati 


Oleh : Siti Ruaida. S.Pd


Untuk Generasi Pejuang Siswa MTs Pangeran Antasari Martapura


Ketemu dengan ujian bagi pelajar merupakan hal yang tidak menyenangkan sekaligus menegangkan dan kalau bisa ingin dihindari. Bisa dikatakan ujian menimbulkan kecemasan, stres bagi pelajar bahkan menjalar ke orang tua yang mengkhawatirkan nasib anaknya dalam ujian. Bisa dikatakan kecemasan dan stres terjadi setiap tahun pada pelajar menjelang Ujian Nasional , ada kekhawatiran tidak lulus ujian hal ini karena ketidak percayaan akan kemampuan diri.Sehingga disiasati oleh para pelajar dengan mencontek, belajar dengan sistem kebut semalam bahkan sampai bergerilya mencari bocoran, demi untuk dapat bocoran jawaban soal ujian.


Sebenarnya bagaimana sih cara menghadapi ujian? Apa saja sikap yang harus dipersiapkan untuk sukses ujian? Sebagai pelajar tentu harus paham apa tujuan kita bersekolah yaitu "mencari ilmu"karenanya tentu harus diawali dengan mendudukkan niat secara benar untuk mencari ilmu semata-mata karena Allah, dan tentunya mendapatkan ilmu haruslah dengan cara yang benar seperti dengan tidak mencontek atau berbuat curang. Hal penting yang harus dilakukan adalah mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan tekun belajar bukan dengan bermalas-malasaan, tidak serius dan membuang-buang waktu.


Ada beberapa tips untuk sukses ujian tanpa mencontek :


1. Yakin akan kemampuan diri sendiri


Untuk bisa yakin tentu harus belajar dengan serius, bisa dengan belajar sendiri, bisa juga dengan belajar kelompok, bisa ditambah dengan les boleh dengan guru mata pelajaran langsung atau melalui bimbingan belajar dari lembaga. Bisa juga dengan bantuan kakak ataupun orang tua atau siapapun yang berkompeten yang intinya bisa membantu pelajar dalam mempersiapkan diri untuk ujian, sehingga pelajar tumbuh rasa percaya dirinya dan ini merupakan modal yang besar untuk menghadapi ujian.


2. Tanamkan keyakinan mencontek itu dosa.


Kalau sudah tertanam keyakinan bahwa mencontek dan memberi contekan adalah dosa maka tentu tidak akan berani melanggar hal itu.Ada rasa bersalah kalau melakukan kecurangan ada rasa risih dan merasa tidak enak kalu berlaku tidak jujur. Hal ini bisa terjadi karena pembiasaan yang sudah tertanam kuat.


3. Ikrarkan dihadapan teman-teman


Ikrar ini sebenarnya hanya pemberitahuan saja bahwa kamu punya keinginanan untuk jujur tidak menyontek dan memberi contekan sehingga teman-teman harus memahami. Dan sampaikan bahwa kamu hanya ingin menjadi muslim yang baik dengan berbuat jujur dan itu bagi kamu sangat penting untuk masa depan karena kamu takut dosa. Biasanya hal ini akan menimbulkan keinginan didalam hati temanmu untuk memiliki sikap seperti kamu, jadi semacam inspirasi positif  bagi pelajar. 

InsyaAllah dengan menjadi pribadi yang percaya diri dan jujur adalah awal kesuksesan dimasa depan.Dan kualitas pelajar yang demikian merupakan satu aspek penting yang menyokong sebuah peradaban. Seperti generasi terdahulu seperti Imam Syafi'i yang walaupun beliau berasal dari keluarga yang tidak mampu tapi tidak putus harapan dalam menuntut ilmu. Beliau menulis dipelepah-pelepah kurma, ataupun ditulang belulang binatang atau medium seadanya. Beliau juga berguru kebanyak guru,salah satu guru beliau adalah Imam Maliki, dengan keteguhan dan kegigihan Imam Syafi'i muda sudah hapal diluar kepala kitab Al Muwataq karangan guru beliau. Beliau juga hafidz Qur'an di usia 9 tahun. Hasilnya di usia 11 tahun beliau sudah bisa memberi ceramah, fatwa kepada kaum muslimin.Keharuman nama beliau masih tetap disebut-sebut, bahkan di Indonesia mayoritas bermazhab fiqih Syafi'i. 


Imam Syafi'i harusnya juga menjadi inspirasi pelajar untuk berkompetesi dalam mencari ilmu dalam ketakwaan dan  fastabiqul khairat atau berlomba lomba dalam kebaikan untuk menyongsong peradaban dan mengukir nama besar seperti halnya Imam Syafi'i. Bukan malah melakukan hal-hal negatif seperti kebanyakan pelajar zaman now terlibat narkoba, balapan liar, merokok , tawuran dan hal-hal negatif lainnya yang menjadi budaya instan pelajar zaman now. Sudah sepantasnya pelajar tekun belajar dan berlatih untuk membentuk pribadi yang tangguh untuk menjadi pelajar harapan masa depan umat, mampu menempuh jalan mendaki yang berat untuk mencàpai cita-cita.


Untuk menjadi  seperti Imam Syafi"i memang perlu perjuangan yang pantang menyerah pasti banyak ujian yang harus dihadapi, karenanya setiap amal yang dilakukan seperti belajar yang tekun  dan bersungguh-sungguh adalah aktivitas yang bernilai ibadah dan yang tidak boleh dilupakan adalah  mendekatkan diri kepada Allah, dan caranya harus benar sesuai Al Qur'an dan sesuai as sunnah.Kuàlitas pelajar yang hebat hanya akan dapat dicapai dengan sistem pendidikan dan kurikulum yang dibangun diatas aqidah Islam yang tujuannya adalah mewujudkan peserta didik yang berkepribadian Islam, berpola pikir dan berpola sikap  sesuai syariat Islam. Materi dan metode pendidikan harus dirancang agar pelajar memehami dan meyakini eksistensi Allah SWT, dan memandang bahwa keridhoan Allah adalah kebahagian tertinggi yaitu dengan keterikatan dengan syariat Allah secara mutlak.


Penting memahamkan kepada pelajar bahwa Islam adalah satu-satunya sistem kehidupan yang layak untuk manusia. Sehingga akhlak mulia menjadi perhiasan pelajar yang menghiasi segenap aktivitas pelajar dan menjadikan Islam sebagai standar dalam mengambil keputusan. Sehingga pada waktunya pelajar ini akan menjadi pakar diberbagai bidang keahlian dan keilmuan yang akan menjadi penopang peradaban umat.InsyaAllah.


Penulis adalah guru IPS MT.s Pangeran Antasari Martapura

Member Akademi Penulis Hebat( AMK)

KALSEL





Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!