Saturday, May 12, 2018

πŸ“– *UJIAN* , Masih Ada KesempatanπŸ“–



Oleh: *Rafidah*


πŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“š


Lhaappp...!!! Lampu kuning sudah menyala. Dibilang sulit memang sulit, dikata rumit haduuhh...rwumitt polll...tapi apa dikata lampu lalu lintas menyala ijo, toh tak selamanya merah.  Ahayyy...ada ada ajah kelakar sohib muda sekarang. Opo to yo kuwii ??? Ujian Mbak... 


Oh. No! Wajib belajar Nih. Ada kata ujian anak zaman now ibarat nemu sesuatu yang buat mata melotot mulut megap-megap ketakutannya setinggi menara eifel. Apalagi dihadapkan pada buku-buku tebal, rumus-rumus manis nan sulit, pasti ibarat uji nyali dengan back sound suara ortu yang mendayu-menggelegar...


Duuhhh...boro-boro belajar. Bwete duduk manis dalam kamar, mantengin buku tebal eh nggak taunya ada tulisan biru di situ...Fb! Perbarui status sama kepoin profil teman. Catatan rumus-rumus dipegang, nyata yang meluncur apalan lagu hits band andalan

Walaaaah...sist...kapan pinternya??? 


Kenapa ya belajar jadi momok yang berasa sangat-sangat berat??? Kenapa sih seperti badan ketimpa beban sekarung trus berasa ngilu-ngilu sendu gitu?   mualesss???


Hey sist...wake up. Sadar dong bahwa generasi muslim kudu cendekia. Yuk cari solusi bersama biar belajar jadi menyenangkan.


Come on...luruskan niat. Allah SWT berfirman:

"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al Mujaadilah ; 11) 


Cukup bergengsi khan janji Allah. Naik derajat lho Sist..bukan naik   tangga, naik jabatan atau cuma naik kelas. Naik derajat ini bisa diartikan dengan kemuliaan. Bahwa kelak jika diri kita berilmu tinggi, terutama ilmu agama nih...akan mendapat kemuliaan hidup. Hidup berkah dengan ilmu. Gak gampang lebay, sok-sokan putus asa jika ada masalah. Mandiri dan bisa berfikir cemerlang dalam menyelesaikan masalah. Serta jadi panutan yang baik bagi masyarakat. Ortu jadi bangga, kita pun bisa nabung pahala. Nah lho...keren khaan...pokoknya ilmu ibarat cahaya bagi kita. Bisa menerangi diri sendiri juga dapet nerangin orang lain. Wiss topbgt dah!


Apa sih yang buat kita kejangkit virus males belajar??

Iya, gak nuduh sohib muda sekarang pada malesan syiiichh.. Buwanyak koq yg strong semangatnya & smart..Namanya manusia mesti ada maju-mundur-cantiknya. Agar bisa istiqomah memegang teguh semangat dan kuat sabarnya, mungkin tips-tips berikut bisa dicoba. Ok. Cekidot!


🌷 *Meluruskan* *niat* . 

Belajar jadi bersemangat jika tujuannya mengharap Ridlo Allah. Memahami bahwa kita butuh belajar agar kelak bisa menjadi sosok berilmu tinggi namun tetep sholihah. Cendekia tapi tak keliru arah, pintar tapi tak melulu menyalahkan, cakap mampu berujar bijak, dan bisa memiliki ilmu padi (tawadlu/rendah hati) jika sudah berilmu. Kalau niat kita lurus InsyaAllah ilmu yang kita dapat akan berkah. Gak sekedar ingin tercapai cita-cita dengan limpahan rupiah.


🌷 *Membuat* *proiritas* *belajar*

Jangan salah prioritas ya.. Belajarnya harus yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu dunia. Agar kehidupan akhirat bisa diraih tanpa meninggalkan kehidupan dunia. Misal saja, seorang muslim yang pintar ilmu scient, matematika, bahasa, ataupun sastra wajib baginya juga untuk belajar agama. Ilmu agama hukumnya fardhu 'ain sedangkan ilmu dunia itu fardhu kifayah. Artinya ilmu agama sebaiknya lebih didahulukan. Sebab apa? Ilmu agama yang bisa membentengi kita dari segala  pengaruh negatif. Dengan porsi ilmu agama yg lebih kuat InsyaAllah bisa membentuk diri jadi pribadi yang berakhlak karimah. Penerapan ilmu dunia pun akan berasa ada hasil dan hikmahnya.


Disamping itu Sist...kita bisa memproioritaskan waktu. Nggak ada yang ngelarang fb an, wa an, instagram an, atau nyetel musik.Tapi Sist...kita kudu bertanggung jawab pada diri sendiri. Kapan harus belajar, kapan harus main, kapan istirahat, kapan harus beribadah. Yaqin deh semua demi kebaikan Sista juga..jadi gak perlu disuruh-suruh ortu lagi.


🌷 *Sungguh* - *sungguh*

Masih ingat kan *Man* *jadda* *wajada*. Ok. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan dapat yang diimpikannya. Untuk mewujudkan cita-cita dibutuhkan kesungguhan. Hal ini perlu diingat terus ya Sist...


🌷 *Muhasabah*

Evaluasi diri. Apa sih kira-kira yang buat kita malas belajar. Kalau males dengan guru mapel nya, pikir-pikir lagi Sist...

karena tanpa guru, kita gak akan mampu memahami pelajaran sendirian. Kalau enggan dengan mapelnya yaaa...rugi juga. Semua pelajaran yg ada di sekolah InsyaAllah baik untuk bekal hidup mendatang.


🌷 *Memberi* *reward* *diri*

Supaya gak booring, perlu juga manjakan diri loe dengan hadiah. Jika berhasil menjaga komitmen dan membuang kemalasan, bisa juga beli makanan kesukaan, ngajak teman ikut kajian bareng,  ndengerin murrotal atau Ya Habibbah Qolbi nya Shabiyan sambil leyeh-leyeh baca sirah muslimahnya...atau apalah..

Tapiiii...klo punya rapor merah kesalahan, malas hadir tak terbendung...yakin deh ujung-ujungnya nyesel..ini perlu dikasih reward juga lho. Yang ini perlu bantuan ortu, teman atau ustadzah untuk ngingetin. Entah bersihin kamar mandi, nggak dapat uang saku, hp di sita, hafalan di tambah atau yang lainnya biar hati loe tergugah Sist...

He..he..he...

I'm sorry...


🌷 *Mendekat* *Pada* *Allah*

Allah Sang Pemilik Hati. Mohon pada Allah untuk istiqomah semangat belajarnya. Laahawla walaa quwwata illa billah...Tiada daya dan kekuatan selain pertolongan Allah. Kita mendekat sama Allah, memperbanyak sholat dan dzikirnya، tahajjud jangan lupa. Agar senantiasa diberi kelancaran, kemudahan dalam ujian dan ridlo Allah selalu menyertai.


Gampang-gampang sulit melakukannya. InsyaAllah dunia akhirat Sista akan cerah bila melakukannya dengan kesadaran penuh sebagai muslimah penerus peradaban Islam.


Ok. Belajar yang rajin untuk ilmu dien dan lainnya. Kesuksesan akan sulit digapai oleh para pemalas. Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan kok.  Selebihnya yakini ajah jika Allah Maha Mengatur atas segala hasil ujian yang kita  dapat. 

#Yuk Belajar, Yuk Semangat!


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!