Thursday, May 3, 2018

TKA Meningkat, Rakyat Melarat


Oleh : Tria Puspita Amelia



Dengan dalih menggenjot perekonomian lewat jalur investasi pemerintah meluncurkan (Peraturan Presiden) Perpes Nomor 20 Tahun 2018 terkait Tenaga Kerja Asing, hal ini justru menjadi ancaman baru masyarakat Indonesia. Pasalnya, terhitung sejak akhir tahun 2017  angka pengangguran mencapai 7 juta jiwa. Dan akan terus meningkat seiiring masuknya TKA ke Indonesia. 

Dari kebijakan tersebut mengakibatkan meningkatnya TKA asal Tiongkok ke Indonesia. Menurut presentase data, peningkatanan TKA di era Jokowi meningkat 68 persen dari tahun 2014 yang berjumlah 71.000 dan di tahun 2017 mencapai 126.000. Indonesia yang adalah negara anti komunis, justru dalam era perintahan saat ini begitu dekat dengan negara komunis dalam kebijakannya.

Untuk mendatangkan tenaga kerja reguler Tiongkok ke Indonesia membutuhkan 30 ribu US dolar perorang nya,  ini berarti upah untuk seorang TKA dapat mencapai 500 ribu perhari nya dan 15 juta setiap bulannya. Ironi nya pendapatan pekerja lokal Indonesia masih ada yang kurang dari 2 juta setiap bulannya.   

 Pekerjaan yang seharusnya diisi oleh tenaga kerja lokal justru diambil alih oleh TKA. Selain dampak langsung dalam dominasi pekerja juga terdapat dampak lainnya yang berbahaya dan mengancam masyarakat Indonesia. Diantaranya, penularan penyakit dari TKA, merusak keamanan dan memicu konflik tenaga kerja lokal terhadap TKA. 

 Inilah yang terjadi apabila hukum dibuat oleh manusia, semua dilandasi oleh kepentingan penguasa dan sekutunya, mengengesampingkan amanah yang diberikan oleh rakyat serta melupakan bahwa setiap apa yang diperbuatnya akan di pertanggungjawabkan di akhirat kelak. 

Seorang pemimpin yang diamanahi untuk mengurus rakyatnya haruslah menjadi pelidung  dari kedzaliman dan penangkal dari keburukan bagi rakyatnya, bukan malah membuat rakyat makin melarat dengan segala kebijakannya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :   

اِنَّمَا الْإِمَ جُنَّةُ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

 “Sesengguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang dibelakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Kedudukan  al-imam (khalifah) sebagai junnah (perisai), yakni menjadi pemimpin dalam peperangan yang terdepan dari kaumnya untuk mengalahkan musuh dan berperang dengan kekuatannya seperti keberadaan tameng bagi orang yang dilindunginya. Dalam hadits diatas seorang pemimpin berkonotasi dalam seluruh keadaan, seorang pemimpin menjadi pelidung bagi kaum muslimin dalam memunuhi kebutuhan-kebutuhan primer dan sekundernya dengan menciptakan berbagai lapangan pekerjaan. Terlebih bagi kaum pria yang Allah berikan kewajiban mencari nafkah. Allah Berfirman dalam Alquran Surat an Nisa ayat 59 :


يأيّها الّذين أمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرّسول وأولى الأمر منكم فإن تنازعتم في شيء فردّه الى الله والرّسول إن كنتم تؤمنون بالله واليوم الأخر ذلك خير وأحسن تأويلا

“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul-Nya, dan Uli al-Amri diantara kamu. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasulnya (al-Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.

 Maka dari itu kedaulatan tertinggi berada di tangan Allah SWT yang notabene adalah pencipta dari semua makhluknya, sedangkan manusia hanya pelaksana kedaulatan-Nya sebagai khalifah-khalifah di muka bumi ini. Islam sebagai agama yang paripurna, lengkap dengan petunjuk untuk mengatur semua segi kehidupan manusia, termasuk kehidupan politik, dalam arti bahwa dalam Islam ada sistem politik. Oleh karena itu dalam bernegara umat Islam tidak perlu meniru sistem politik barat yang liberal atau sistem politik komunis yang sekuleris. Tetapi kembali ke sistem Islam yakni Khilafah yang merujuk kepada sistem pemerintahan kenabiaan, dengan kembali pada Khilafah inilah dapat menjamin pemenuhan hak warga negara didalamnya. 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!