Saturday, May 5, 2018

TKA ku Sayang...


Oleh : Dyah pertiwi


"Dan yang cukup mengejutkan buat saya, terdapat bangunan yang sangat mewah dan megah di tengah hutan di wilayah Sulawesi Tengah, hampir tidak masuk akal buat saya.


Dengan akses 8 jam dari Kendari Sulawesi Tenggara menuju ke desa morowali yang medannya terbilang tidak mudah, dengan situasi jalan ditengah hutan yang tidak mempunyai penerangan, ada bangunan megah seperti ini" pungkas vocalis band seventeen Ifanseventeen akun IG pribadinya https://www.instagram.com/p/BiJM5f5FAdT/


Dipostingan video nya, @ifanseventeen mewawancarai penduduk sekitar bahwa keberadaan hotel di tengah hutan adalah hasil dari kerja TKA. Hampir 80% pekerja adalah TKA Cina,  sampai  tukang bersih-bersih pun adalah TKA Cina, https://www.instagram.com/p/BiJM5f5FAdT/


Sungguh di luar nalar bukan?  


Sebetulna semenjak Presiden RI mengeluarkan Perpres No.20 tahun 2018. Menurut Presiden Joko Widodo,  perpres No. 20/2018 tentang pengaturan TKA ini bertujuan memberikan kemudahan dari sisi prosedur dan birokrasi perijinan. Hal ini dilakukan untuk menggenjot investasi asing di Indonesia. Tapi faktanya akhirnya hanya membuka lebar gerbang TKA masuk Indonesia saja. Berbondong-bondong TKA mulai bekerja dari, tukang bangunan,  tukang kebersihan, perdagangan, sampai Dosen Asing pun di impor. 


Ironi memang, ditengah tingginya angka pengangguran di Indonesia pemerintah menetapkan kebijakan yang memudahkan TKA masuk dengan mudah ke Tanah air. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, pada tahun 2017 telah terjadi kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 10000 orang menjadi 7,04 juta jiwa,  dari 7,03 juta jiwa dari perAgustus 2016.


Alih-alih menyelesaikan permasalahan pengangguran dengan mendatangkan investor asing ke Tanah air, pemerintah malah membuat rakyat terasingkan dan tersingkir. Karena diambil alih pekerjaaanya.  Bukanya menjadi solusi malah menjadi masalah baru.


Belum lagi dengan standar upah yang berat sebelah menambah semakin terpinggikanya hak tenaga kerja lokal.  Misalnya sopir forklif perusahan Cina yang memproduksi baja di daerah pulogadung Jakarta bergaji kurang lebih 10 juta perbulan,  sedangkan pekerja lokal di tempat yang sama hanya sepertiga dari TKA Cina yaitu 3,6 juta. Akhirnya kebijakan yang dibuat malah menyakiti hati rakyat. 


Presiden joko widodo beralasan,  untuk kemudahan menarik investor asing.  Namun fakta dilapangan tidak seperti itu. Peningkatan investasi asing tidak sebanding dengan lonjakan hadirnya TKA di tanah air.  


Akhirnya lagi-lagi rakyat yang menjadi korban kebijakan pemerintah yang tak adil. 


Padahal dalam islam sendiri,  pemimpin atau penguasa adalah pengatur dan pelayan umat. 


" pemimpin (kepala negara)  adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas apa pengurusan mereka. (HR.  muslim) 


Maka tugas seorang pemimpin adalah mewujudkan kemaslahatan umat seluruh warga negara,  termasuk tanggung jawab menjamin kebutuhan pokok berupa pangan,  sandang,  dan papan. Tidak boleh satu pun warga negara kelaparan atau tidak terpenuhinya kebutuhan pokok. 


Dan artinya penguasa pula lah yang bertanggung jawab dalam menciptakan lapangan kerja bagi rakyatnya. 

Mengatur ketenagakerjaaan asing agar tidak bebas. 


Bukan malah mendatangkan TKA yang akhirnya menyingkirkan rakyatnya sendiri. Dan menjadikan asing sebagai Raja di negri sendiri.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!