Tuesday, May 8, 2018

Tidak Tahu Syariat, Akan Tersesat di Dunia dan Akhirat


Oleh: Vio Ani Suwarni, S.Pd (Guru Sejarah Indonesia SMAN 1 Rengasdengklok)


Tulisan ini bukan bermaksud membuka luka yang belum terobati. Akan tetapi tulisan ini ingin mengkritisi realita yang terjadi. Puisi fenomenal yang dibacakan Sukmawati dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 ini menimbulkan goresan kekecewaan di hati kaum muslimin. Semua itu dibiarkan begitu saja dengan alasan Sukmawati adalah seorang budayawati yang bebas mengekspresikan perasaannya. Padahal beliau merupakan putri dari Ir. Soekarno presiden pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia.


"Lho Itu suatu realita, ini tentang Indonesia. Saya ga ada SARA-nya. Di dalam puisi itu, saya mengarang cerita. Mengarang puisi itu seperti mengarang cerita. Saya budayawati, saya menyelami bagaimana pikiran dari rakyat di beberapa daerah yang memang tidak mengerti syariat Islam seperti di Indonesia Timur, di Bali dan daerah lain," kata Sukmawati ketika dikonfirmasi, Senin (2/4/2018) detiknews. Sukmawati mengatakan apa yang dia sampaikan di puisi itu merupakan pendapatnya secara jujur. Jika tidak tahu syariat yuk mari belajar tentang syariat.


Berita ini membanjiri khalayak ramai karena dalam puisi tersebut sangat menyakiti perasaan kaum muslimin. Isi puisi tersebut membandingkan suara adzan dengan suara kidung. Padahal suara adzan adalah bukti panggilan sayangnya Allah kepada hambanya untuk segera melaksanakan kewajibannya, yakni segera mendirikan shalat tepat pada waktunya.


"Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya boleh aja dong. Nggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati," ujar Sukmawati.


"Jadi ya silakan orang-orang yang melakukan tugas untuk berazan pilihlah yang suaranya merdu, enak didengar. Sebagai panggilan waktu untuk salat. Kalau tidak ada, Akhirnya di kuping kita kan terdengar yang tidak merdu," sambungnya.


Ibu yang terhormat, ini bukanlah persoalan indah di telinga karena suara yang merdu ataupun lain sebagainya. Jikalau orang tersebut tahu tata cara adzan sesuai dengan yang diajarkan para ulama dan orang tersebut berkompeten dalam mengumandangkan adzan. Tidak ada masalah sama sekali, terlepas dari suaranya indah ataupun tidak. Karena yang namanya panggilan Allah harus kita dengarkan dengan hati yang tulus dan pikiran yang jernih. Bahkan ketika adzan berkumandnag kita diperintahkan untuk memberhentikan sejenak aktivitas kita lantas segera bergegas mengambil air wudhu dan bersiap untuk shalat. Dapat disimpulkan adzan adalah alaramnya kaum muslim. Standarnya jangan suara yang merdu berlandaskan seni. Tapi standarnya adalah keridhaan Allah SWT ketika orang tersebut mengumandangkan adzan.


Selain membandingkan adzan dengan kidung. Isi pusi tersebut juga membandingkan cadar dengan konde. Meskipun masih ada perbedaan pendapat terkait cadar, di dalam Al-Qur'an sudah sangat jelas sekali perintah memakai kerudung (An Nur:31). Selain itu perintah memakai jilbab (gamis) (Al-Ahzab:59) sudah tercantum di dalam Al-Quranul Kariim. Konde adalah hasil kebudayaan yang diciptakan oleh manusia. Sedangkan jilbab dan kerudung pure perintah Allah SWT. Mana mungkin kita membandingkan perintah Allah dengan kebiasaan manusia.


Puisi ini sudah sangat jelas sekali menyakiti kaum muslimin. Tapi apa yang terjadi, alih-alih mengecam puisi tersebut, ternyata ada beberapa orang yang mendukung pusi tersebut. Hello sadar ngga ya orang tersebut? Buya Hamka pun mengatakan bahwa "Jika kau tak sakit hati ketika agamamu dihina, maka gantilah pakaianmu dengan kain kafan" Astagfirullah begitu terhinanya orang-orang yang tidak mau membela agamanya.


Tentu saja kasus seperti puisi "Ibu Indonesia" ini bukan kali pertama Islam dihinakan. Masih ingat kasus  Joshua dan G. Pamungkas yang sudah terlebih dahulu menghina Islam? Walaupun pemilik puisi sudah meminta maaf pada kaum muslimin Tetap saja goresan sakit hati kaum muslim tidak mudah terobati begitu saja. Satu hal yang perlu diingat, orang-orang yang taat syariat akan beruntung di dunia dan akhirat. Sebaliknya, orang-orang yang menghina syariat, akan tersesat di dunia hingga akhirat


Wallahu A'lam Bishawab.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!