Tuesday, May 8, 2018

The Real Opinion Maker


Oleh: Ranita Febrilla


Sob, nyadar ga sih kalo ada yang spesial di 7 Mei kemarin? Yup! Bagi kamu anak jaman now, pasti ga asing lagi kan ama yang namanya trending topic. Usut punya usut, hashtag #KhilafahAjaranIslam, #HTILayakMenang, #HTIdi Hati, #HTILanjutkanPerjuangan, sempat bertahan di peringkat teratas TT twitter lho. Uniknya, ratusan ribu twit tadi berasal dari real account. Bukan akun robot.

Trus, apa sih uniknya HTI sampe banyak yang belain. Lantas apa pula Khilafah yang katanya ajaran Islam? Biar ga makin penasaran, yuk langsung cekidot.


Khilafah Ajaran Islam?

Tau ga sih apa itu Khilafah? Khilafah lho ya, bukan khilafiyah. Khilafah itu bentuk sistem pemerintahan Islam yang menerapkan seluruh syariat Islam ke seluruh warga negara. Pemimpin kekuasaan tertinggi di sistem ini disebut Khalifah.

Ceritanya Baginda Rasul Muhammad saw. diutus sebagai nabi dan rasul yang terakhir. Namun di satu sisi risalah Islam itu untuk seluruh penjuru dunia. Maka syariat Islam yang telah dibawa Rasulullah harus tetap diteruskan sekalipun beliau wafat.

Sepeninggal Rasulullah, dicarilah khalifah (pengganti) beliau untuk meneruskan kepemimpinan Islam. Catet ya, menggantikan Rasulullah dari sisi kepemimpinan. Bukan kenabian. Pasti kenal dong sama yang namanya Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Kalo sistem negara berdasar Islam dan cuma diterapkan syariat Islam saja, trus nasib non muslim gimana? Tenang aja sob! Buat kamu yang non muslim, peribadatan kamu ga akan diganggu. Aturan Islam yang diterapin ke non muslim, hanya yang berkaitan dengan sistem ekonomi, pergaulan, sanksi dan hukum-hukum umum lainnya.

Faktanya, saat Rasulullah menegakkan Negara Islam pertama di Madinah sampai meluas ke dua pertiga dunia, kondisi masyarakatnya hetero lho. Ada Muslim, Nasrani, Yahudi dan sebagian kecil orang musyrik. Mereka hidup berdampingan di bawah naungan Islam selama 13 abad.

Khilafah ini akhirnya bubar karna konspirasi keji Kamal Attaturk, salah satu jendral di Khilafah Utsmani. Setelah si jendral bikin kudeta, wilayah khilafah dibagi-bagi menjadi nation state pake perjanjian Sykes-Picot yang udah disiapin sebelumnya.

Keruntuhan khilafah, membuat syariat Islam ga bisa lagi diterapkan secara kaaffah. Padahal Allah telah menyeru kita untuk masuk Islam secara totalitas. Jadi, adanya Khilafah itu penting Sob. Supaya penerapan Islam bisa utuh sesuai perintah Allah.


HTI Melanjutkan Kehidupan Islam

Nah, habis tau apa itu Khilafah, kita move on ke Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ya. HTI ini adalah salah satu partai (hizb) yang berupaya supaya kehidupan Islam kembali terwujud. Kehidupan Islam bisa terwujud sempurna jika khilafah yang menerapkan syariat tadi tegak.

Dalam perjuangannya, HTI ga pernah menyembunyikan konten Islam. Dari aqidah, syariat sampe khilafah dibahas buka-bukaan. Ahirnya ada yang gerah sama dakwah HTI yang serba terus terang.

Pas Timor-Timur dilepas pake referendum, HTI nolak karna Islam mengharamkan kesatuan wilayah lepas. Tiap kali BBM dinaikkan atau sumur minyak dijual ke asing, HTI nolak karna dalam Islam, sumber energi itu milik umat. Harus dikelola negara buat dikembalikan ke rakyat.

Pas kontrak Freeport diperpanjang, HTI juga nolak karna barang tambang  juga milik umat. Haram dikelola swasta apalagi asing.

Yang paling kekinian pas 2016, HTI berhasil bikin aksi damai "Tolak Pemimpin Kafir" karna dalam Islam, haram hukumnya muslim dikuasai orang kafir. Efeknya Ahok kalap dan menista QS. Al Maidah:51 sampe akhirnya dipenjara.

Habis momen itu, mulailah HTI dihambat aktivitasnya. Dakwahnya dipersekusi, dicekal pake alasan-alasan klise. Karna ga ada pelanggaran dalam setiap aktivitasnya, maka aturan main dirubah. Dibuatlah perpu ormas tahun 2017 untuk menggantikan UU Ormas tahun 2013.

Lucu ya aturan buatan manusia itu. Bisa diganti-ganti menyesuaikan kepentingan. Kalo ga ada UU yang dilanggar, dibuat UU baru atau pengganti UU biar keliatan ada yang dilanggar. Ini nih cacatnya demokrasi. Lah kok jadi ke demokrasi?

Gini Sob, demokrasi itu kan prinsipnya kedaulatan di tangan rakyat. Rakyat yang berhak bikin hukum. Rakyat yang berhak bikin standar benar-salah. Padahal tau sendiri kan...rakyat itu sekumpulan manusia sarat kepentingan. Standar baik-buruk, benar-salah mungkin banget berubah-ubah ngikuti kepentingan yang berkuasa.

Jadi, kalo kamu nemu ketidakadilan di sistem demokrasi itu wajar. Demokrasi cuma mewakili kepentingan sekelompok orang. Yang punya modal dan yang berkuasa pastinya. Nah yang ga punya modal jelas ga bisa berkuasa. Yang udah berkuasa berusaha balikin modal. Yang ga punya modal dan ga berkuasa? Siap-siap gigit jari lah!



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!