Friday, May 18, 2018

Terorisme, Siapakah yang Bertanggung Jawab? 


Oleh: Sri Purweni,  SP (Guru dan anggota Revowriter) 


Saat memasuki bangku kuliah  berpuluh tahun lalu, membuat saya merasakan suasana yang jauh berbeda dari tingkat pendidikan saya sebelumnya. 


Saya terkaget-kaget dengan berita-berita dari teman-teman kuliah kalau Islam dianggap sebagai agama yang membuat kekacauan dan dituduh bahwa umat Islamlah sebagai teroris dunia. 


Teringat pertemanan saya dengan Indry, teman sekampung yang beragama Nasrani di mana kami sering melakukan aktifitas bersama-sama dari main ke sungai mencari bunga di semak belukar, berbagi buah karamunting khas daerah Kalimantan hingga pergi sekolah. 

Canda tawa selalu menghiasi di setiap  kegiatan yang kami lakukan bersama. 


Sedih sekali seperti saat ini, jika kami umat muslim yang dituduh membuat teror, andaikan memang Islam adalah radikal dan mengajarkan kebencian bahkan membunuh umat nasrani maka keluarga Indry tak akan tenang hidup di kampung kami yang semua muslim.


Menyakiti semut saja tidak dibolehkan apalagi menyakiti manusia bahkan membunuhnya begitu yang diajarkan orang tua kami. 


Andai kami diajarkan untuk membenci atau bahkan melenyapkan tempat ibadah agama lain, maka di masjid tentu akan selain diserukan adzan untuk sholat juga akan diserukan untuk menghancurkan gereja,  pura dan vihara, tapi TIDAK!  


Islam agama yang Cinta damai karena itulah Islam Rahmatan lil Alamin. Rahmat bagi seluruh  alam. 


Adanya upaya teror adalah untuk menyebarkan rasa takut, menyebarkan desas-desus, menimbulkan kisruh sosial gtu, dan menghancurkan stabilitas negara. 


Cukup sudah kita merugi akibat jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan ibadah. Jangan sampai teroris itu menang untuk kedua kalinya dengan kacaunya hubungan kita sebagai anak bangsa.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!