Wednesday, May 16, 2018

Terorisme Pure Bukan Ajaran Islam


Oleh: Vio Ani Suwarni


Jakarta, IDN Times – Belum genap sebulan berjalan, 5 kasus teror bom terjadi di Indonesia. Teror yang dilakukan berupa teror bom dan juga teror berbentuk penyerangan. Memasuki bulan Ramadan yang jatuh pada esok hari, Rabu (17/5) tercatat setidaknya 5 kasus teror telah mengancam Indonesia.

Terjadi mulai dari provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Riau, 5 kasus ini merupakan kasus teror yang cukup besar. Di samping lima kasus ini, polisi juga sempat menangani kasus-kasus teror lainnya. Puluhan orang meninggal dunia akibat kasus teror ini. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera menyelesaikan kasus teror yang terjadi.


1. Teror di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat

Kerusuhan yang terjadi antara pihak kepolisian yang berada di komplek Mako Brimob, Depok, Jawa Barat dengan narapidana teroris yang menjadi tahanan. Dalam kerusuhan ini enam polisi sempat dijadikan sandra. 

Lima di antaranya meninggal dunia di tangan narapidana teroris. Satu tahanan teroris juga meninggal dunia karena insiden tersebut. Pasca kejadian tersebut, 145 narapidana teroris dipindahkan dari Mako Brimob ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.


3. Bom di 3 Gereja di Surabaya

Berpindah ke Jawa Timur, 3 Gereja pada hari Minggu (13/5) silam mengalami teror. Dalam teror kali ini, pelaku diketahui merupakan satu keluarga. Bom diledakkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pentakosta Jalan Arjuna.

Keluarga yang diketahui merupakan anggota dari kelompok JAD itu tewas dalam aksinya. Dalam insiden ini, tiga anak diajak ikut serta bersama orangtuanya dalam melakukan aksi bom bunuh diri ini.

Dalam aksi ini, ada pula kisah heroik seorang warga gereja, Aloysius Bayu, dengan berani menghalangi motor yang digunakan pelaku teror bom untuk memasuki wilayah Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Akibatnya, bom meledak bersama dua pelaku yang diketahui kakak beradik dan turut menewaskan Bayu. Bayu meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil.


3. Bom di Rasunawa Wonocolo, Sidoarjo

Masih di tanggal yang sama, Minggu (13/5), malam rusunawa Wonocolo, Sidoarjo menjadi lokasi lain terjadinya teror. Ada dugaan bom yang meledak dalam aksi teror ini terjadi karena terduga teroris tidak sengaja meledakkan bom rakitannya.

Pelaku teror bom ini diketahui merupakan satu keluarga yang masih memiliki hubungan dengan keluarga pelaku teror bom di 3 Gereja di Surabaya, pagi harinya. Dalam insiden ini 3 orang tewas yang merupakan ayah, ibu dan anak sulung mereka. 3 anak lainnya mengalami luka dan dalam perawatan.

Pihak KPAI saat ditemui di kantor KPAI, Jakarta, menyatakan akan bekerja sama dengan PPA Jawa Timur untuk melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi korban dan diajak ikut serta dalam aksi teror bom ini.


4. Bom di Polrestabes Surabaya

Masih di Kota Surabaya, sehari pasca kejadian ledakan teror bom yang terjadi di 3 Gereja, pada Senin (14/3) di Mapolrestabes Surabaya terjadi juga teror bom. Dalam teror kali ini, kembali diketahui dilakukan oleh satu keluarga.

Sepasang suami istri dengan tiga orang anaknya mendatangi Polrestabes Surabaya dengan menggunakan dua sepeda motor. Saat masih berada di palang gerbang masuk Polrestabes Surabaya, bom meledak.

Empat dari lima pelaku teror bom tewas di tempat. Empat polisi dan enam warga sipil juga menjadi korban dalam teror tersebut. Seorang anak kecil berjenis kelamin perempuan yang diketahui sebagai anak dari pelaku teror bom diketahui selamat dan dalam perawatan.


5. Penyerangan terduga teroris ke Mapolda Riau 

Tepat sehari sebelum bulan Ramadan dimulai, Selasa (16/5), Polda Riau juga diserang oleh sekawanan orang yang diduga tergabung dalam kelompok terorisme. Kawanan ini terdiri dari lima orang yang diketahui menggunakan mobil Avanza putih.

Pada pukul 09.00 WIB pagi ini mobil diketahui mendesak masuk ke dalam Mapolda Riau dan dihalangi oleh pihak kepolisian. Empat orang lantas diketahui turun dari mobil dan menyerang dengan menggunakan samurai.

Seorang pelaku lagi sempat berusaha kabur dengan membawa mobil. Sampai saat ini diketahui seorang polisi gugur dalam aksi tersebut karena ditabrak oleh pelaku yang kabur dengan mobil. Empat orang pelaku lainnya tewas tertembak polisi. Dua wartawan dikabarkan turut menjadi korban luka dalam insiden ini.

Astagfirullah, miris sekali membaca artikel di atas ya saudara-saudariku. Sungguh perbuatan ini bukanlah ajaran agama Islam. Maka sebagai seorang muslim hendaknya kita mengutuk keras pelaku bom bunuh diri itu sebagai tindakan keji yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. 

Satu nyawa manusia dalam pandangan Islam sanggatlah berharga. Kita bisa berkaca pada kisah khalifah Umar bin Khattab bagaimana beliau sangat memuliakan nyawa seseorang. Jangankan nyawa manusia bahkan nyawa seekor keledai saja sangat beliau pedulikan, ketika seekor keledai terperosok ke jalan yang berlubang. Itu tandanya Islam sangat menghargai nyawa manusia.

Selain itu penting sekali menyerukan kepada pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas siapa pelaku dan apa motivasinya, termasuk siapa otak dibalik tindakan keji itu. Hanya dengan cara itu, spekulasi berkaitan dengan peristiwa bom itu bisa segera diakhiri. Ust. Adi Hidayat pernah menyampaikan, bahwasannya seseorang diamanahi tugas untuk menjaga negaranya, bukan untuk menjadikan kesombongan tertanam dalam dirinya. Akan tetapi, amanah itu hadir untuk membantu dia membela agamanya. Sehingga segala permasalahan dapat terselesaikan dengan cepat dan mudah. Karena banyak pihak yang mengaitkan kasus terorisme ini dengan ajaran agama Islam. Padahal pure kasus terorisme ini bukanlah ajaran dari agama Islam.

MuslimahNewsID Sebagai Muslim, tentu tanggung jawab kita menjelaskan pada semua pihak, bahwa Islam sebagai agama, tidak pernah membenarkan aksi-aksi biadab semisal ini. Adapun andai aksi semisal ini sengaja dibuat untuk menimpakan fitnah terhadap kaum Muslim atau kaum mana pun, maka mudah-mudahan Allah membalikkan pada pelakunya.


Wallahu a'lam bishowab



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!