Monday, May 14, 2018

Teroris bukan Islam


Oleh : Dyah Pertiwi


Islam kembali menjadi kambing hitam dalam cerita terorisme,  dimulai dengan luluh lantaknya  Menara Kembar WTC di New york, 11 september 2001. Dan islamphobia mulai mengahantui warga Paman Sham dan dunia. 


Setelah kejadian 11 september 2001, isu terorisme semakin panas. Dunia memframing bahwa terorisme adalah islam, islam berarti terorisme. 


Di tambah Bom Bali 1 tanggal 12 oktober 2002, yang banyak menelan korban warga negara Asing. Dan Indonesia mulai merasakan phobia terhadap agamanya sendiri. 


Dan Dunia mulai mendiskreditkan islam,  bahwa janggut,  celana cingkrang,  cadar, gamis panjang adalah ciri teroris. Jihad dijadikan dalil bahwa islam adalah radikal. 


Bukan hanya itu,  Rohis atau lembaga-lembaga Dakwah kampus,  kajian di masyarakat dilabeli tempat pengembang biakan teroris. 


Tak tangung-tanggung hingga lambang Syahadat pun mereka sebut sebagai lambang teroris. 


Padahal....Sejak Risalah Islam tersebar melalui lisan mulia Rasulullah. Manusia berbudi Agung,  Yang namanya selalu di rindukan penduduk  bumi dan langit.  Islam tersebar melalui dakwah lisan dan tulisan hingga mampu menguasai 2/3 dunia selama 13 abad lamanya. Dengan sistem Islam Khilafah yang menjadi tameng kemuliaanya dan syariat islam sebagai aturanya.


Sampai masa itu harum sebagai Masa keemasan.  Karena karena islam mampu mengubah dunia jahiliyah menjadi peradaban mulia. 


Perjalanan tersebar nya islam adalah dengan dakwah dan jihad. Dakwah dengan lisan, tulisan mengajak pada Agama yang Haq. Tak ada paksaan untuk memeluk islam. Tak ada teror yang di sebarkan islam.  Kelembutan Dakwah islam tercermin dalam shiroh nabawiyah. Bahwa hingga Rasulullah dilempari batu oleh penduduk  thaif, hingga mengenai tubunya yanh mulia, tubuhnya bercucuran darah, tapi apa yang Rasulullah perbuat?  Rasulullah tak membalas kecuali dengan menadahkan tanganya mendoakan penduduk thaif, agar kelak terlahirkan dari rahim-rahim thaif yang memperjuangkan islam. 


Dan jihad yang terjadi setelah berdirinya Khilafah di Madinah,  mulailah terlihat taringnya di hadapan dunia. Islam mulai melebarkan sayap,  dari Jazirah arab hingga Eropa menjadi bagian Khilafah. 


Dengan aturan yang begitu sempurna menjadikan jihad dalam islam terpancar Rahmatan lil alamin,  islam melarang membunuh perempuan,  anak-anak,  orang tua, penduduk sipil, menghancurkan rumah ibadah atau rumah penduduk,  merusak tanaman,  menyiksa atau mencabik-cabik tubuh korban itu jelas di Haramkan dalam islam,  dan dalam peperangan. 


Islam tak meridhoi menumpahkan darah dengan Bom bunuh diri. 


Islam tak meridhoi merusak rumah ibadah. 


Dengan dalil apapun. 


#terorisBukanIslam


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!