Sunday, May 20, 2018

Teror Mematikan Itu Bernama Islamophobia


Oleh: Ana Nazahah


Selamat! Anda memasuki zona aman Ramadan hari ke Empat, Allah masih mengizinkan kita menikmati sahur hari ini. Silahkan menikmati secangkir pemikiran yang Ana hidang sepenuh hati. Hari ini makanan berat dibungkus ringan terkait situasi yang menimpa negeri.Ya, kita akan bahas Islamophobia, istilah yang mungkin tidak asing lagi.


Islamophobia terdiri dari dua kata, Islam dan phobia, yaitu rasa ketakutan yang berlebihan pada Islam dan kaum Muslim. Istilah ini sudah ada sejak 1980an, namun populer pasca runtuhnya gedung WTC (World Trade Center) dan Menara Pentagon di New York Amerika Serikat, pada 11 September 2011.


Runtuhnya WTC dan Pentagon menjadi cikal bakal lahirnya proyek besar WOT (War On Terorism). Setelah itu terjadilah perang besar-besaran terhadap Al-Qaeda, yang digadang-gadang sebagai dalang dari tragedi yang menelan 3000 korban jiwa itu. 


Dendam kusumat terhadap Islam dan kaum Muslimpun dimulai, rangkaian bom dan aksi pelanggaran HAM terjadi. Semua itu dilakukan atas nama perang terhadap terorisme. Untuk kedamaian dunia, ribuan jiwa tak berdosapun melayang.


Tak hanya itu, selain perang menghantam dunia Islam. Syariat Islampun dimonsterisasi. Niqab dan cadar dituduh lambang terorisme. Yang menjunjung tinggi syariat dituduh radikal. Ditakuti. Mereka dikriminalisasi bahkan di negeri mereka sendiri.


Tak jauh beda yang terjadi di negeri kita baru-baru ini. Ramadan bulan mulia kita sambut dengan berita naas, bom teror jahat meledak. Stigma negatif bagi Kaum Muslim atas narasi sesat segelintir manusia. Islamophobiapun melanda. Lucu, ini terjadi di negeri mayoritas Muslim, yang dikenal sebagai negeri para Da'i.


Latah, Islamophobia sejatinya adalah aksi tidak berdasar kaum Kuffar yang ingin menghancurkan Islam dan syariat-Nya. Malah menjadi tren bagi sebagian Muslim hari ini. Secara terang-terangan mereka mengkriminalkan syariat Allah yang mulia. Mengaitkannya dengan aksi keji teror. Ulama yang mukhlis dihadang, dihalangi menyampaikan dakwah mengajak berhukum dengan hukum Tuhan. Sungguh sangat kejam.


Namun bukan ini klimaksnya. Seperti Al-Qaeda yang kita yakini sebagai kambing hitamnya.  Masih ada drama lain di depan mata. Rentetan kejadian monterisasi syariat siap menghadang kita. Seperti cadar dan ide Khilafah yang sedang digoreng sedemikian rupa. Islamophobia, dialah teror mematikan yang sesungguhnya.


Ila mataa? Sampai kapan ini terjadi? Sampai kapan rintihan umat ini berhenti? Sampai kapan Kaum Muslim harus menjadi korban, diperbudak dan dikambinghitamkan? Kita sudah muak hidup di bawah kaki penjajah. Terhina dan dihinakan.


Sangat berharap di Ramadan kali ini.

Seluruh kaum Muslim mau membuka sedikit celah hati? Di antara rasa lapar dan nikmat berbuka. Di antara sujud tarawih dan witir mendekat pada-Nya. Dalam lantunan ayat suci agungkan Firman-Nya. Mari kita kumandangkan persatuan umat. Kita langitkan do'a demi kemenangan atas Agama Islam. Ambil kembali tahta kehormatan, mahkota Khairu Ummah yang Allah janjikan.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!