Wednesday, May 23, 2018

Takut Ngaji Pasca Teror? Ga Harus Lagi!


Oleh : Syafa (Mahasiswa UGM)


Seketika saja kita dikejutkan dengan serentetan tragedi pengeboman di Surabaya. Sedih dan resah tentunya kita rasakan, khususnya bagi warga Surabaya yang menyaksikan tragedi ini secara langsung. Banyak korban berjatuhan, bahkan tak sedikit pula yang meninggal dunia. Tentunya kita semua sangat benci tragedi ini dan mengutuk keras siapapun pelakunya. 


Bertambah pula rasa sedih kita saat mengetahui bahwa aksi teror tersebut dilakukan oleh sekeluarga yang beridentitas muslim. Diceritakan oleh berbagai media bahwa pelaku teror tersebut dulunya aktif di organisasi rohis, rajin mengikuti kajian, rajin ke masjid, dan lain sebagainya. Terlepas dari apakah berita tersebut benar atau tidak, namun berita tersebut sudah tersebar di masayarakat dan pastinya meninggalkan rasa kekhawatiran yang sangat mendalam akan terjadinya kembali tragedi seperti ini.


Sederetan aksi teror ini benar-benar mencoreng nama islam, lebih dari itu menimbulkan luka trauma dan sikap sensitif terhadap kaum muslim. Bahkan kaum muslim sendiri pun sensitif terhadap identitasnya sendiri. Ada muslim yang menjadi takut untuk mengikuti kajian-kajian islam. Inilah fakta yang terjadi saat ini. Kaum muslim meragukan identitas islamnya atau biasa disebut sebagai fenomena “islamphobia”.


Jika ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang, tak kenal maka ta’aruf” maka sudah sepatutnya seorang muslim mempelajari agamanya secara sungguh-sungguh. Karena sikap sensitif pada islam itu muncul hanya karena asumsi saja.  Dan perlu kita ketahui bersama bahwa hukum mempelari islam adalah wajib bagi setiap muslim. Mengamalkan islam secara kaffah pun menjadi konsekuensi bagi semua muslim.


Mungkin ada ungkapan  “Ah takut ikut kajian, takut kebawa ajaran sesat” loh, justru karena minim ilmu itu kita jadi mudah  terhanyut dalam ajaran yang sesat. Muslim yang cerdas adalah mereka yang  paham tentang identitas islamnya dan mampu memilah serta memilih antara haq dan bathil.


Adapun dua point penting yang harus kita pahami sebagai muslim adalah bahwa :


1. Islam tidak mengajarkan kekerasan dalam dakwah. Dakwah yang benar adalah yang sesuai manhaj Rosul sebagaimana dikisahkan dalam kitab siroh Rosul dan dalam hadits-haditsnya.


2. Ajaran islam itu pasti menentramkan hati, jiwa, dan memuaskan pemikiran. Islam adalah agama yang diridhoi oleh Allah SWT sehingga tidak boleh ada keraguan sedikit pun dalam mengimaninya. 

Untuk itu, jangan segan lagi untuk menghadiri forum-forum kajian islam. bekal ilmu inilah yang akan menjadi pedoman kita di dunia dan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Yang Maha Kuasa. Identitas muslim ini yang akan menentukan nasib kita di akhirat, apakah akan selamanya di neraka? Atau selamanya di syurga? Wallahu a’lamu bishowab. 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!