Monday, May 21, 2018

Tak ada Islam Radikal


Oleh: Silvia anggraeni


Tahun ini muslim Indonesia kembali mendapat kejutan jelang masuknya bulan Ramadhan. Berita terorisme kembali mencuat, tiga gereja di Surabaya menjadi targetnya.

Tak lama berselang diungkap pelaku bom bunuh diri yang merupakan satu keluarga muslim, disusul penyergapan terduga lain dan diikuti beberapa penangkapan yang diantaranya ditembak mati di tempat. Semua terduga merupakan umat muslim bahkan alquran dijadikan sebagai barang buktinya. Kejadian ini menjadi alasan untuk pemerintah dalam merevisi RUU anti terorisme, bahkan Amerika Serikat akan memberikan bantuan dana guna penanggulangan terorisme.


Kisah terorisme yang tengah booming ini menjadikan stigma kepada agama Islam, yang populer dengan sebutan Islam radikal. Hal ini jelas tak sesuai dengan fakta, bahwasanya Islam adalah agama rahmat. Negri yang mayoritas muslim ini tak mungkin bertahan selama ini jikalau memang benar ada Islam radikal.


Bukti bahwasanya Islam adalah agama penuh rahmat adalah Allah SWT sebagai Sang pembuat Syari'at memiliki sifat pengasih dan penyayang. Seperti firman Allah dalam Surat Alfatihah ayat 3:

Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Allah menyerukan syariat untuk menjaga dan mengatur kehidupan manusia agar dapat hidup aman dan kembali padaNya tanpa membawa dosa. Inilah salah satu bukti kasih sayang Allah. Firman Allah dalan QS Alhajj (65): Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia. 


Jelaslah sang pencipta Tuhan semesta alam Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. Dia juga mengutus RasullNya untuk membawa risallah kepada umat manusia. Rasulullah SAW memiliki akhlaq yang terpuji dan mulia kepada sesama manusia. Bahkan ketika menghadapi hinaan orang yang memusuhi Islam. Seperti kisah pengemis buta yang selalu mengatakan keburukan tentang beliau, tak sedikit pun membuat beliau marah. Yang dilakukan justru disuapinya makanan kepada pengemis tua itu setiap hari, hingga menjelang beliau wafat. Hingga setelah kepergian beliau Abu Bakar assiddiq ra yang menggantikan beliau menyuapi pengemis tersebut, namun lelaki tua itu mengetahui bahwa bukan Rasullullah yang datang. Lalu Abu Bakar menceritakan bahwa yang biasa membawakan makanan adalah Muhammad SAW. Mendengar hal tersebut pengemis itupun menangis karena keluhuran akhlaq baginda Rasulullah yang tak pernah marah dan masih sudi menyuapinya walau ia selalu menghina dan menfitnahnya.  Berkat hal ini lah lelaki buta itu bersyahadat di hadapan Abu Bakar Assiddiq ra.


Melalui insan mulia ini Allah menyampaikan Alquran kepada umat manusia, sebagai pedoman hidup dan petunjuk bagi manusia. Betapa dzolim nya ketika kitab nan mulia ini dijadikan barang bukti tindak teror yang tengah terjadi. Karena Alquran merupakan mukjizat yang diberikan Allah kepada nabi Muhammad SAW sebagai nabi penutup. Sebagai seorang muslim kita sudah sepatutnya menghormati dan meyakininya karena ini merupakan rukun iman ke3. Alquran berisi firman Allah sang  pembuat syariat, ia merupakan sumber hukum utama yang tak ada keraguan di dalamnya. Hal ini termaktub dalam alquran surat Albaqoroh ayat 2:


ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.


Jelaslah tak ada Islam radikal. Islam Rahmatan lil alamin,  ia berasal dari Allah yang maha pengasih dan penyayang.  Di bawa oleh manusia berakhlaq mulia Rasulullah SAW yang merupakan suri tauladan bagi kaum muslim. Dan Alquran sebagai kitab suci dan pedoman hidup bagi orang yang bertaqwa merupakan sumber hukum utama yang berasal dari Sang Pencipta yang Maha Penyayang. 


Agama mulia ini mengajarkan umatnya untuk saling mengasihi dan menghormati walau dengan non muslim. Hal ini telah nyata dicontohkan oleh suri tauladan kita Muhammad SAW. Islam tak mengajarkan kekerasan dan melarang menghilangkan nyawa orang tanpa haq. Alquran surat Almaidah 32:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ


Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.


Sungguh telah jelas kemuliaan agama ini. Setiap kaum mukmin tak kan pernah menyalahi ajaran agamanya. Maka tak kan ditemui ajaran radikal dalam Islam, karena Islam tidak radikal dan tak ada Islam radikal.

WallahuA'lambisshowab




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!