Sunday, May 20, 2018

Syariat Islam Wajibkan Penghormatan Rumah Ibadah Dan Haramkan Pembunuhan Tanpa Hak


Oleh: Eneng Sarah

Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta 


  Minggu,13 Mei 2018 telah terjadi peristiwa  pemboman di tiga  gereja yang berbeda di wilayah Surabaya secara beruntun, diantaranya di gereja Katolik Santa Maria di jalan Ngagel Madya Utara; gereja Kristen Indonesia di jalan Ponegoro 146; dan gereja Pantekhosa Pusat Surabaya di jalan Arjuna. Akibat ledakan bom tersebut, tercatat 13 orang meninggal dunia dan 41 orang terluka. Bapak Kapolri menyatkan bahwa aksi ini dilakukan oleh mereka yang termasuk dalam jaringan JAD (Jama’ah Anshor Daulah) dengan sistem baru yaitu membawa keluarga. Seperti yang dilansir oleh berita nasional, setelah kejadian tersebut menteri agama dan Presiden Jokowidodo segera meninjau langsung lokasi kejadian. Selain itu, banyak kalangan dari ulama, tokoh agama, intelektual hingga masyarakat awan sepakat mengutuk dan menyebutkan bahwa aksi ini adalah aksi yang sangat biadab.

Miris ketika pemberitaan yang beredar menyebutkan bahwa salah satu pelaku adalah seorang perempuan bercadar, dan umumnya para pelaku adalah mereka yang memiliki kepribadian yang taat ibadah dengan bukti berupa mushaf Al-Qur’an, sungguh sebuah fitnah yang keji. Hal ini menyebabkan banyak pandangan yang melirik islam dan mengaitkan kejadian ini dengan beberapa hal tentang islam. Opini ini adalah opini yang sangat berbahaya karena dapat merujuk kearah Islamofobia dan kesalah pahaman di tengah masyarakat tentang islam dan Syari’atnya. Seolah sengaja dilakukan untuk membentuk framing negative tentang Islam dan para pemeluknya. 

Sesungguhnya, Islam merupakan agama yang penuh rahmat (Islam Rahmatan lil’alamin) dan tidak pernah menyeru pemeluknya untuk melakukan tindakan kekerasan apalagi aksi terorisme. Bahkan memaksakan agama Islam kepada orang lain tidaklah dibenarkan dalam Islam. Seperti yang Allah firmankan dalam Q.S Al- Baqarah (2):256 “la ikraha fi ad-din ( tak ada paksaan dalam memeluk islam)”. Allah sendiri yang telah menegaskannya dalam Al-Qur’an. Maka tak layak bila menuduh islam menjadi akar maslah yang terjadi, begitu pula tak dapat dibenarkan menuduh orang yang taat syari’ah atau sekelompok orang yang mendakwahkan islam sebagai ancaman. Atau lebih parah lagi menuduh pejuangan syari’at dan khilafah sebagai ide yang menginspirasi aksi terorisme, padahal sudah sangat jelas bahwa islam tidak terlepas dari syari’at/ hukum Allah yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Oleh karena itu, sangat benar jika disebutkan bahwa mereka yang melakukan aksi bom bunuh diri adalah biadab tapi mereka yang mengaitkan peristiwa ini dengan islam justru lebih biadab. Karena yang mereka tuduh bukan lagi dengan status makhluk tapi Khaliq, Sang Pencipta. Sungguh sangat biadab.

Islam mewajibakan untuk menghormati rumah ibadah, seperti ketika peristiwa penaklukan Konstatinopel oleh sebaik-baik panglima dan sebaik-baik pasukan, Muhammad Al-Fatih sang Khalifah pada masa Kekhilafaan Utsmani menyampaikan pada pasukannya sehari sebelum Konstatinopel ditaklukan “……untuk itu wajib bagi setiap pasukan, menjadikan syariat selalu di depan matanya dan jangan sampai ada diantara mereka yang melanggar syari’at yang mulia ini. jangan mengusik tempat-tempat peribadatan  dan gereja-gereja. Jangan menggangu pendeta dan orang-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran. Bermunjat hanya kepada Allah, jauhkan diri dari maksiat, bertahajud pada malam hari dan berpuasalah esok hari.” Di situasi peperangan pun, Islam tetap menjaga akhlak, mencerminkan keagungan dan kemuliaan. 

Maka dari itu, sangatlah tidak benar jika peristiwa ledakan bom yang terjadi dikaitkan dengan Islam, atau para pemeluk Islam yang taat Syari’at atau bahkan menuduh para aktivis islam padahal jelas bahwa mendakwahkan islam begitu pula memperjuangakan syari’ah dan khilafah adalah yang diperintahkan Allah dan bagian dari ajaran islam. 











Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!