Monday, May 21, 2018

Stop Anti Islam


Oleh : Nurhaliza Permana (Mahasiswi Unsika)


Umat muslim seharusnya patut bersyukur karena telah memasuki bulan suci Ramadhan 1439 H. Bulan yang telah dinantikan kehadirannya ini seharusnya disambut dengan suka cita karena di bulan ini Allah memberikan ampunan dan limpahan pahala kepada hamba-Nya. Namun sayang, sebelum bulan Ramadhan datang negeri ini diliputi dengan ketegangan dan teror. Mengutip dari bbc.com (14/05), berikut ini urutan ketegangan yang terjadi dari hari ke hari :


Selasa 8 Mei hingga Kamis 10 Mei, terjadi kerusuhan di Rutan Mako Brimob yang mengakibatkan sekitar 145 narapidana terorisme yang terlibat dibawa ke LP Nusakambangan.


Jumat 11 Mei, seorang polisi tewas ditusuk teroris yang ditangkapnya Karena bersikap mencurigakan. Teroris tersebut kemudian ditembak di tempat.


Sabtu 12 Mei, Dua perempuan yaitu Dita Siska Millenia dan Siska Nur Azizah ditangkap polisi Karena diduga akan melakukan penusukan kepada anggota Brimob di Mako Brimob.


Minggu 13 Mei pukul 02.00 WIB, empat orang terduga teroris di Cianjur tewas ditembak polisi. Keempat orang tersebut merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD), pimpinan Aman Abdurrahman, dan diduga akan melakukan serangan terhadap aparat kepolisian, kata juru bicara polisi, Irjen Setyo Wasisto, Minggu (13/05).


Minggu 13 Mei pukul 07.30 WIB, Bom meledak di tiga gereja di Surabaya: Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pantekosta Jalan Arjuna, GKI di Jalan Diponegoro. Pelaku satu kelurga, enam tewas. Mereka adalah pimpinan JAD Surabaya, Dita, Istri, dan keempat anaknya.


Minggu 13 Mei pukul 22.50 WIB, ada ledakan di rumah susun Wonocolo di Sidoarjo. Diduga Karena para teroris tak sengaja meledakkan bomnya sendiri.


Senin 14 Mei pukul 08.50 WIB, serangan bom bunuh diri ke Polrestabes Surabaya dilakukan oleh empat orang dengan dua sepeda motor.

Rentetan peristiwa tersebut tentu adalah duka mendalam bagi negeri ini, sehingga menimbulkan reaksi di masyarakat dan juga dunia international. Mulai dari Menteri, tokoh, pejabat, ormas, hingga masyarakat biasa langsung memberikan reaksi atas peristiwa tersebut. Ada yang mengecam, mengutuk, hingga yang menginginkan RUU Terorisme segera selesai. Peristiwa tersebut juga masih menjadi perhatian di tengah-tengah masyarakat. Ada beberapa pihak yang dirugikan akibat dari peristiwa tersebut. Pasalnya begitu melihat profil pelaku, mereka menggunakan busana takwa yang mencirikan sebagai muslim yang taat.


Stop Mengaitkan Terorisme dengan Islam



Menurut KBBI, terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik). Apabila mengacu pada definisi tersebut, tentu mengaitkan terorisme dengan Islam merupakan kesalahan yang sangat fatal atau bisa jadi orang yang mengatakan seperti itu tidak tahu benar bagaimana Islam mengatur kehidupan, sehingga orang tersebut sudah melakukan fitnah yang sangat keji terhadap Islam. 

Aksi teror seperti bom bunuh diri sering dimaknai sabagai jihad. Jihad memang ajaran Islam, tetapi aksi teror bukanlah ajaran Islam. Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Maka Islam juga memiliki aturan dalam berjihad yang harus dipatuhi. Dalam jihad, ada larangan menghancurkan tempat-tempat umum juga tempat peribadatan. Syariat Islam justru mewajibkan umat Islam untuk menghormati rumah-rumah ibadah. Dalam jihad juga, dilarang memerangi kaum wanita dan anak-anak. Tidak boleh memerangi musuh dari belakang dan juga tidak memerangi musuh yang sudah menyatakan menyerah. Bahkan Syariat Islam melarang merusak tanaman ketika berjihad.

Oleh karena itu, bom bunuh diri bukan jihad melainkan aksi teror yang tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 32, yang artinya : “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.”


Stop Anti Islam


Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan, apalagi sesama manusia. Allah telah menegaskan hal tersebut dalam firman-Nya : “Dan tidaklah engkau (Muhammad) diutus ke muka bumi ini kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107).


Maka yang harus diwaspadai saat ini adalah opini menyesatkan yang mengatakan bahwa teroris identik dengan aktivis dakwah atau kelompok dakwah tertentu. Namun, tidak perlu juga merasa takut untuk menjadi muslim yang taat. Dan tetaplah berpegang teguh pada Islam. Serta terus berjuang untuk menerapkan syariat Islam yang sempurna dalam sendi-sendi kehidupan agar Allah memberikan limpahan keberkahan-Nya. Terus melaju dalam Islam. STOP ANTI ISLAM!


 Allah SWT berfirman yang artinya:

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-A'raf 7: 96).


Wallahu a’lam bi ash-shawab




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!