Saturday, May 26, 2018

Stigmatisasi yang Menghakimi


Oleh. Hana Annisa Afriliani,S.S (Pemerhati Sosial)


kolom opinikolom opiniBeredar viral video amatir yang merekam saat seorang wanita bercadar diturunkan dari bus karena diduga membawa bom. Sama persis dengan seorang wanita berpakaian syari (tanpa cadar) di Surabaya yang diusir dari angkot karena seluruh penumpang mencurigainya sebagai teroris.


Sementara video seorang santri yang diminta membongkar bawaannya sambil diarahkan senapan ke arahnya oleh beberapa aparat kepolisian juga viral di media sosial. 


Tak hanya itu, yang terbaru adalah tentang polisi yang memeriksa satu per satu jamaah salat tarawih pada hari, Rabu (16/5) pertama bulan suci Ramadhan bagi umat Islam di Masjid Baiturrahman yang berlokasi di lingkungan Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. (Aktual.com/17-05-2018)


Belum berhenti sampai di situ, netizen pun ramai-ramai menyeru provokasi. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh seorang pria, lewat akun media sosialnya ia mengajak orang-orang untuk menelanjangi wanita bercadar apabila bertemu di jalan untuk memastikan dia tidak membawa bom. 


Sungguh sangat mengiris hati. Di bulan Ramadhan yang diselimuti kemuliaan, nyatanya umat Islam dihakimi di berbagai tempat. Sungguh berhasil stigmatisasi negatif terhadap umat Islam sejak bom bunuh diri di Surabaya di blow up media. Framing media kental dengan pencitraburukan Islam. Akhirnya simbol-simbol Islam dan ajaran Islam menjadi korbannya. Dikriminalisasi dan dipersekusi.


Pakaian syari yang sudah semestinya menjadi penutup aurat muslimah, kini dipandang penuh kecurigaan bahkan kebencian. Tak hanya itu, ajaran Islam yang sejatinya ada di dalam kitab suci, nyatanya kini dikriminalisasi. Khilafah, jihad, dan mati syahid diidentikan dengan gerakan radikalisme berkedok agama. Bahkan Al-Quran dianggap sebagai inspirator terorisme. 


Sudah saatnya umat Islam meleburkan diri pada pengkajian Islam kaffah agar pemahaman Islam yang sebenarnya melekat dalam benak dan jiwanya. Tak mudah terprovokasi hoax. Tak mudah terpengaruh isu bentukan media sekuler.


Sungguh sangat disayangkan jika umat Islam hari ini terbawa arus stigmatitasi negatif terhadap ajaran Islam dan simbol-simbolnya. Sehingga mereka mudah menghakimi tanpa bukti.


Sungguh telah nyata bahwa sistem kehidupan hari ini tidak pernah memberi ruang bagi Islam dan ajarannya untuk diterapkan secara sempurna. Kaum kuffar akan senantiasa berupaya untuk mencoreng wajah Islam agar tercipta islamphobia di tengah umat. Umat Islam akhirnya takut terhadap agamanya sendiri. Astagfirullah....


Dengan ketakutan itulah sesungguhnya umat sedang diarahkan menuju ajaran Islam moderat versi mereka. Apalagi kalau bukan Islam liberal yang yang pada praktiknya jauh dari syariat Islam yang sesungguhnya. Lepas dari petunjuk syara, dan lebih tunduk pada penafsiran akal manusia. 


Sungguh stigmatisasi ajaran dan simbol-simbol Islam merupakan upaya sistematis yang sadis. Padahal sejatinya Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan keindahan. Jauh dari kesan beringas sebagaimana yang dituduhkan. Dan Allah menurunkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. 


Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: 

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (TQS. Al-Imran:54)


——————————

/ Silakan share dengan mencantumkan sumber Muslimah News ID - Berkarya untuk Umat /

——————————

Follow kami di

Facebook: fb.com/MuslimahNewsID

Twitter: twitter.com/muslimahnewsid

IG: instagram.com/MuslimahNewsID

——————————

Grup WhatsApp: bit.ly/JoinWAMuslimahNewsID

——————————


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!