Thursday, May 24, 2018

Solusi Tepat, Indonesia Selamat! 


Oleh: Dian Listiana Ulva (Aktivis Rohis UM)


Masalah ekonomi menjadi permasalahan yang sudah menjamur di negeri ini. seakan-akan tak ada lagi jalan keluar untuk mengentaskan masalah ekonomi yang kian tahun bukan malah mereda tetapi malah semakin menjadi-jadi. Kemiskinan dimana-mana dan kesenjangan sosial semakin tinggi jumlahnya. Kondisi yang seperti ini memang perlu segera ditangani, tentunya ditangani dengan solusi yang benar-benar solutif. 

Presiden pun berusaha memberikan solusi bagi permasalahan ini. Pada 30 April lalu, Ir. Joko Widodo menyampaikan pernyataan yang cukup mengejutkan dalam forum Musrenbangnas (Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional), di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. "Ada fakta yang menarik, yang saya dapat dari informasi yang saya baca, komoditas yang paling mahal di dunia adalah racun scorpion, racun dari kalajengking. Harganya USD 10,5 juta, artinya Rp 145 miliar per liter. Jadi kalau mau kaya, cari racun kalajengking," 

Pernyataan ini mendapat tanggapan yang bermacam-macam dari berbagai pihak. Beberapa pihak bahkan menganggap pernyataan presiden hanyalah sebuah cuitan kosong atau candaan. Jika memang hal itu dianggap serius harusnya mencontohkan cara beternak kalajengking dengan baik dan benar.


Ketika pemberian solusi pada suatu masalah dilakukan dengan tepat, maka akan menuai hasil yang maksimal. Dan sebaliknya, ketika masalah diselesaikan dengan jalan yang kurang tepat, maka tidak akan menuai hasil apapun. Bahkan bisa jadi menumbuhkan permasalahan baru. 


Racun kalajengking merupakan zat yang amat berbahaya, bahkan dapat membunuh manusia dalam waktu 72 jam. Dan dapat membahayakan penangkapnya ketika tidak berhati-hati memerah racun kalajengking. Pemerahan racun kalajengking juga tak mudah, harus menggunakan alat, tidak bisa manual. Selain cara mendapatkanya cukup repot, jumlah racun yang terkandung didalam satu ekor kalajengking juga tak sebanding. Yang mana dalam satu ekor kalajengking hanya terdapat 0,06 mg sampai 0.25 mg saja. Yang mana untuk mendapatkan 1 liter kalajengking butuh 2 juta ekor kalajengking.


Solusi ini  terdengar  wahh! Akan tetapi sejatinya tidaklah masuk akal. Kehadiran berbagai solusi yang tidak dapat diterima akal sejatinya membuktikan bahwa manusia terbatas. Dianggap sesempurna apapun sebuah solusi jika datangnya dari akal manusia saja pasti akan gagal. Karena akal manusia senantiasa dibarengi dengan nafsu belaka. 


Sudah saatnya manusia menyadari keterbatasanya. Memutuskan segala masalah dengan solusi yang datang dari Sang Pencipta.


Allah SWT telah menciptakan manusia dengan potensi luar biasa. Salah satunya adalah akal. Akal ini tidak semata-mata digunakan untuk merumuskan segala keputusan tanpa melihat panduan dari Allah. Akal harus digunakan sesuai panduan dasar yang berasal dari Allah. Allah memberikan akal kepada manusia adalah untuk dapat membedakan yang Haq dan yang Bathil. Bukan menghilangkan yang bathil dengan sesuatu yang bathil (merumuskan sendiri solusi berdasarkan akal saja tanpa dalil).


Melihat kondisi saat ini yang sudah morat-marit maka sudah saatnya manusia kembali kepada peraturan Allah. Karena Allah bukan hanya sebagai pencipta saja yang setelah menciptakan makhluk-Nya di lepas begitu saja. Tapi Allah juga menyertainya dengan aturan-aturan sebagai panduan hidup setiap ciptaan-Nya. Ketika peraturan Allah Sang Pencipta dijalankan maka kemaslahatan yang akan terjadi. Justru sebaliknya ketika peraturan Allah di tinggalkan maka kehancuran dan ketidak jelasan yang akan muncul.


Contoh kecilnya, ketika seseorang menjalankan puasa, maka tubuhnya akan semakin bugar. Bahkan dibuktikan berdasar penelitian yang ada setelah berpuasa tubuh manusia akan semakin bekerja optimal. Sedangkan ketika manusia melakukan kemaksiatan, anggap saja meminum miras, maka kerusakan akan timbul. Mulai perkelahian sampai pembunuhan. 


Pada masa Kejayaan Islam, tidak pernah ditemui masalah-masalah pelik seperti saat ini. yang ada hanya kemakmuran. Pendidikan gratis. Sehingga tumbuh ilmuwan-ilmuwan cemerlang seperti Al-Khawarizmi dan Ibnu Sina. Perekonomian luar biasa mensejahterakan. Bagaimana bisa seperti itu? Karena sumber daya alam yang ada pada saat itu murni untuk mensejahterakan rakyatnya. Tidak diberikan kepada pihak aseng. Sehingga rakyat tersejahterakan oleh negaranya sendiri. 


Tentu saja pada saat itu manusia mengelola negaranya mengikuti petunjuk Allah, yakni Alquran. Yang mana didalam Firman Allah :

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu …”. (Q.S. Al-Baqarah [2]:29) 


Allah menciptakan apa yang ada di bumi adalah untuk kehidupan manusia sendiri, tentunya diolah dengan sebaik-baiknya. Bukan atas menuruti kepuasan pihak lain. Solusi racun kalajengking merupakan solusi yang buruk. Dimana Allah telah menitipkan gunung emas kepada Indonesia namun tak di indahkan. Akibat dari semua itu adalah keterperosokan rakyat Indonesia secara keseluruhan.  

Maka sudah saatnya umat muslim kembali kepada petunjuk Allah SWT. Menjalankan semua yang terkandung di dalam Alquran tanpa terkecuali. Hingga Islam dapat menjadi rahmat bagi seluruh alam. Ketika islam benar-benar diterapkan maka akan mensejahterakan seluruh umat manusia. Bahkan seekor kalajengking pun akan merasakan rahmat-Nya. Tidak dikejar-kejar untuk diambil bisanya dan dibunuh seperti sekarang ini. (ch)



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!