Friday, May 11, 2018

Solusi Prematur Nikah Dini 


Oleh Kholda Najiyah

.

Sejoli pelajar SMP, FA (14) dan SY (15)  akhirnya halal. Kedua remaja asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan itu nikah pada 23 April lalu, setelah melewati perjuangan panjang. Sebab, keduanya dianggap melanggar aturan tentang batasan usia perkawinan.

.

Kasus ini pun lagi-lagi menjadi dalih bagi pemerintah guna menyiapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk mengatasi tingginya angka perkawinan anak di Tanah Air (republika.co.id). "Kasus perkawinan anak banyak terjadi di daerah-daerah. Itu menjadi daerah miskin dan banyak sekali anak korban kekerasan di kantong kemiskinan itu," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise di halaman Istana Bogor, Sabtu (21/4). 

.

Ia menyebutkan, daerah-daerah yang angka perkawinan anaknya meningkat seperti Sulbar, Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-nya juga menurun. Artinya, nikah dini kerap terjadi di daerah-daerah dengan tingkat pendidikan rendah. Juga, dipengaruhi budaya masyarakat setempat. Lantas, bisakah Perppu mengatasi nikah dini?

.

DIPROVOKASI PACARAN

.

Pernikahan dini, umumnya terjadi karena keduanya terlanjur pacaran, hamil duluan, atau dijodohkan. Dalam kasus FA dan SY, keduanya kebelet nikah, tak lain karena selama ini sudah terikat pacaran. Terlanjur lengket. Terlanjur cinta. Seandainya tidak ada gaya hidup pacaran, tentu tidak ada dorongan menikah yang sedemikian kuat. Sebab, umumnya remaja seusia mereka sedang sibuk-sibuknya belajar.

.

Kondisi budaya dan lingkungan keluarga juga membentuk motivasi tersendiri. Diketahui, FA beralasan ingin dinikahi pacarnya karena takut tidur sendiri sejak ibunya meninggal dunia. Ayahnya kerja serabutan di luar kota. Ia sering kehabisan bahan makan karena kiriman uang ayahnya tak menentu.

.

Gayung bersambut, orangtua SY pun merestui. Alasannya, karena merasa sudah tua. Ibu SY ingin bisa menyaksikan anak bungsunya itu berumah-tangga. “Saya sudah tua. Jadi karena saya lihat anakku sudah punya pacar, makanya saya kawinkan,” kata Dg Sanang, ibu SY. Jadi, jelaslah, nikah dini dipprovokasi oleh adanya gaul bebas, dalam hal ini pacaran. 

.

Lantas, mengapa anak-anak sudah kenal pacaran? Bukankah dulu pacaran itu konon untuk penjajakan bagi pasangan yang siap nikah? Inilah buah liberalisasi bangsa ini. Ideologi sekuler liberal yang dianut negeri ini, tidak mampu mengedukasi hingga menyiapkan remaja menjadi pribadi yang matang. Buktinya, alasan menikah pun seolah main-main. 

.

Sistem sekuler liberal hanya memprovokasi gaul bebas. Maka, Perppu tentang batasan usia perkawinan tidak akan efektif mencegah nikah dini. Terlalu prematur. Kalau boleh dibandingkan, bahkan lebih penting dan genting untuk mengeluarkan Perppu guna menghapus provokasi-provokasi nikah dini. Semisal, melarang pacaran, memberantas industri porno, dst. 

.

BUKAN BUDAYA ISLAM

.

Islam tidak membatasi usia pernikahan. Allah SWT berfirman, "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan yang perempuan." (QS an-Nur [24] :32). Menurut sebagian ulama, yang dimaksud layak adalah kemampuan biologis. Artinya memiliki kemampuan untuk menghasilkan keturunan. Ayat ini tidak menjelaskan tentang batasan usia menikah.

.

Namun, bukan berarti Islam memprovokasi nikah dini. Nikah dini bukan ciri khas ajaran Islam, melainkan produk budaya. Kalaulah kalangan Islam melakukannya, lumrah saja karena memang tidak ada larangan dalam kitab suci. 

.

Sementara itu, Islam mengutamakan edukasi sebelum pernikahan. Sehingga, nikah tidak menimbulkan masalah. Artinya, nikah dini pun boleh saja, selama niatnya lurus. Hanya, dalam wadah sekuler kapitalis saat ini, nikah dini bukanlah solusi. Tidak akan membawa kemaslahatan permanen. 

.

Sebaliknya, justru akan memicu problem-problem lanjutan dalam rumah tangga anak-anak belia ini. Kematangan usia belum terbentuk, hingga terjadilah perceraian, kehamilan tak diinginkan, aborsi, kegagalan mendidik anak, kegagalan menjalankan hak dan kewajiban suami, dll. Na’udzubillahi mindzalik.

.

BUMERANG 

.

Perppu Perkawinan yang membatasi usia pernikahan, akan menjadi bumerang bagi bangsa ini. Sebab, hakikatnya hal itu adalah mempersulit jalan pernikahan. Padahal nikah adalah jalan sah dan halal yang diridhoi Allah SWT. Tidak boleh manusia menghalangi dengan alasan apapun.

.

Lebih dari itu, fakta menunjukkan, saat ini begitu banyak remaja usia dini yang sudah terpapar hal-hal berbau pembangkit syahwat. Akibatnya, masih remaja sudah tak mampu menahan hasrat. Jika pernikahan dipersulit, yang terjadi akan memicu perzinahan dini. Dan ini sudah banyak terjadi. Berapa banyak remaja yang menikah, justru didahului zina dini.

.

Jelas ini akan menjadi lingkaran setan yang tidak ada ujungnya. Baik dibatasi atau tidak usia pernikahan, jika diterapkan dalam sistem sekuler liberal saat ini, tidak akan menuai maslahat. Pasalnya, memang sistem inilah yang melahirkan ironi demi ironi tentang pernikahan dini.

.

TEGAKKAN KHILAFAH 

.

Peradaban Islam tegak untuk menjadi solusi problematika hidup manusia. Harus ditegakkan sistem Khilafah agar masalah seperti nikah dini teratasi dengan sendirinya. Khilafah akan mewujudkan pendidikan yang mudah, murah, dan menyenangkan bagi anak didik. Sehingga, remaja disibukkan dengan kegiatan mencari ilmu. Boro-boro ingin kawin, generasi muda Islam sibuk memupuk syakhsiyah Islamiyahnya untuk lebih dulu melayakkan diri.

.

Peradaban seperti ini melarang kholwat atau pacaran, sehingga tidak membangkitkan syahwat. Tidak kenal namanya gaul bebas. Dengan begitu, tidak akan terprovokasi untuk nikah dini. Jika ada yang punya hasrat syahwat, dipersilakan menikah. Jika belum mampu, dianjurkan puasa. Sebab, menikah juga dalam rangka menjaga diri. Melindungi para pemuda dari perbuatan maksiat. Tak boleh mempersulit jalan menuju pernikahan.

 . 

Peradaban Khilafah juga menjamin kesejahteraan. Setiap rakyat harus memiliki pendapatan yang layak. Tidak akan terjadi nikah dini karena motif ekonomi. Negara Khilafah juga tidak akan membiarkan pasangan menikah tanpa jaminan kesejahteraan. Dengan begitu, menikah usia berapapun tidak akan rentan kasus, seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, dll.

.

Demikianlah, aturan sekuler liberal nyata-nyata gagal menjadi solusi bagi umat manusia. Sebaliknya, menimbulkan malapetaka tiada hentinya. Hanya aturan dari wahyu Allah SWT yang mampu mengatasinya. Maka, umat manusia sungguh butuh dengan solusi hakiki yakni Khilafah Islam.(*)

.

#muslimah

#nikahdini

#islam


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!