Tuesday, May 15, 2018

Silih Warno Ada di zaman Now


Oleh : Sunarti


Wait and see !

Kejadian demi kejadian beberapa waktu terakhir, mewarnai pemberitaan di dunia maya maupun di media masa. Mengingatkan pada salah satu cerita dalam pewayangan. Memang cerita ini sulit dibuktikan kebenarannya, namun kisah-kisahnya melekat dalam benak masyarakat. 

Salah satu ceriteranya yaitu kisah Janoko Silih Warno (Janoko Kembar).

Janoko terkenal juga dengan nama Harjuno. Dalam ceiteranya Janoko meninggalkan Kasatriyannya, Madukoro. Dia pergi untuk mencari ilmu kanuragakan. Dalam rangka memenangan nanti dalam perang Barathayuda, Dia harus "nyecep ilmu" yang sebanyak-banyaknya. 

Sayang, kepergiannya membawa kegaduhan di Kasatriannya. 

Banyak yang menginginkan kehancuran rumah tangganya. Terutama mereka yang menginginkan istrinya, Dewi Woro Sembodro.


Munculah tiga orang berwajah dan berperilaku sepertinya. Ada kembaran dirinya hingga tiga orang.

Arjuno yang pertama dibawa oleh Patih Sengkuni. Patihnya Hastinapura. 

Harjuno kedua dibawa oleh Anoman dari Pertapan Kendhalisodo. 

Dan yang ketiga dibawa oleh Bimo/Werkudoro dari Kasatrian Njodhipati. 


Dalam kisahnya, masing-masing berebut Dewi Woro Sembodro. Namun Sembodro memiliki prasangka yang kuat bahwa mereka bukanlah suaminya. Hingga ketiganya tidak bisa diterimanya begitu saja. Maka dimintalah "Cupu Manik Kencono", siapa yang bisa menghadiahkan padanya, itulah suaminya.


Di sisi lain, putera Arjuno, Raden Abimanyulah yang membawa Cupu Manik Kencono. Dan di tengah perjalanan bertemu dengan ketiga Arjuno. Dia menjadi kebingungan dengan keberadaan ayahandanya yang menjadi tiga orang. Ketiga ayahnya, mengetahui kalau Abimanayu menyimpan Cupunya. Mereka bertiga hendak memintanya untuk diberikan pada Dewi Sembodro. 


Padahal Abimanyu diminta menyimpan Cupu tersebut. Karena mengkhawatirkan kondisi ini, Abimanyu tidak menyerahkan Cupu tersebut saat diminta oleh tiga orang ayahnya. Dia bergegas pergi meninggalkan mereka bertiga dan menemui Ibundanya, Sembodro. Diserahkannya Cupu itu l pada Ibunya. 

Dan ternyata Cupu tersebut adalah Ayahnya yang berubah wujud menjadi Cupu Emas. Karena Arjuno sudah mencerap ilmu kesaktian, dia bisa berubah bentuk. Dan menurut Sembodro itulah Arjuno yang asli. 


Singkat cerita,  datanglah ketiga Arjuno menyusul ke taman kaputren Sembodro, taman Madugondo.

Mereka bertiga berhadapan dengan Arjuno asli. Terjadilah adu mulut hingga adu kekerasan. 

Arjuna asli segera bisa menyelesaikan hal tersebut dan ketiga Arjuno berubah wujud. Yang dibawa oleh Anoman adalah Rahwana. Dia selama ini mengidamkan titisan Dewi Widhowati yaitu Sembodro.

Sedangkan yang bersama Sengkuni adalah Burisrowo. Dia mengidamkan Woro Sembodro juga. Perilakunya sudah tak terkendali, dia mabuk cinta dengan Sembodro. 

Sedangkan Arjuno yang bersama dengan Werkudoro adalah Srikandi. Srikandi adalah istri Arjuno yang lain. Dia "silih warno" menjadi Arjuno karena menjaga Kasatrian suaminya dan menjaga Sembodro dari godaan Burisrowo. 



Melihat kejadian-kejadian di negeri kita saat ini, seperti membuka lembaran kisah pewayangan. 

Ramai-ramai orang "silih warno" untuk saling mencari perhatian umat. Dari yang benar-benar asli memperjuangkan Islam, hingga yang berkedok atas nama umat dan Islam. Semua ditempuh dengan jalan membaur pada masyarakat, agar mendapatkan simpatinya. 


Selain itu, juga menggunakan kesempatan dalam kesempitan di tengah kondisi perpolitikan yang carut marut seperti sekarang. 

Lambat laun kondisi umat menjadi semakin mengenaskan. Berbagai persoalan yang sudah menimpa mereka, tidak lagi menjadi perhatian para punggawa. Hingga umat terbawa hiruk pikuk arus pemberitaan. Umat tak sadar akan kondisi tubuhnya yang semakin lama semakin terjerat dengan fitnah angkaramurka, terlena dengan mulut manis musuh-musuh Islam. 


Bagai meminjam muka Islam untuk kepentingan sesaat. Namun di balik itu, sesungguhnya sedang membuat tipu daya kepada kaum muslimin. 

Berbagai cara dipermak dengan halus agar tidak mebuat curiga kaum muslimin. Dan akhirnya berujung pada berbagai statmen negatif tentang Islam. 

Ini yang tidak disadari oleh sebagian besar kaum muslimin.


 

Banyak hal yang sesungguhnya sedang dihembuskan agar kaum muslimin menjauhi Islamnya secara sempurna. 

Inilah keberhasilan "silih warno" musuh-musuh Islam. Yaitu membuat kaum muslimin justru memusuhi Islamnya sendiri. Dan lebih memilih peradaban di luar Islam. Yang tak kalah memprihatinkan adalah kaum muslimin memusuhi saudara seakidahnya.


Padahal Allah SWT sudah memberikan rambu-rambu yang jelas pada kaum muslimin. 


Allah ta’ala berfirman,


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran[3]: 118)


Dan Shahabat Rosulullah SAW juga mengingatkan dengan jelas. Dalam kalinat Beliau Umar bin Khatab berkata :


“Yang menghancurkan Islam adalah orang alim yang menyimpang, orang munafik yang pandai mendebat A-Qur’an dan menggunakan Al-Qur’an untuk kepentingan pribadi, serta para pemimpin sesat.” (Umar bin Khattab Radiyallaahu ‘anhu)


Banyaknya musuh Islam yang "merubah wajahnya"(silih warno), menjadi sahabat muslim, hendaknya bisa dianalisa sedalam-dalamnya. Inilah sekiranya yang harus menjadi perhatian kaum muslimin. Menjaga ukhuwah di antara kaum muslimin. Tidak mudah terprovokasi dengan peristiwa-peristiwa yang mengarah pada adu domba sesama saudara.

Pada dasarnya, kejahatan akan terkalahkan dengan kebenaran. Sementara kebenaran bersandar hanya pada pemilik alam semesta, yaitu Allah SWT.



Waallahu alam bi sawab.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!