Saturday, May 12, 2018

Silahturahmi Mubllighah Madura : Menyongsong Fajar Khilafah


Silaturrahmi Mubllighah Madura Press Pamekasan. Pamekasan suasana haru mulai menyelimuti pertemuan tokoh ini. Meskipun acara dimulai pukul 13.00 WIB, tapi tidak mengurangi konsentrasi peserta. Para peserta mulai meneteskan air mata ketika melihat video aksi 212. Bagaimana kaum muslimin bersatu untuk menjungjung tinggi agamanya. Sejarah yang tak pernah bisa terbantahkan, dan tak pernah ada di tahun-tahun silam. Dan video tentang bukti kegemilangan khilafah berabad-abad tahun lamanya.

Akhir-akhir ini di setiap media, baik oneline, cetak, televisi, dan social media lainnya. Membicarakan tentang khilafah. Dari yang paling tidak pernah mendengar apa itu khilafah hingga kepada orang-orang yang paham khilafah. Dari orang yang sangat membenci khilafah hingga orang yang merindukan teganya khilafah di bumi ini. Dari petani hingga Muballighahpun membicarakan tentang khilafah. Seberapa dahsyat manusia menutupi ide khilafah. Tapi gaung khilafah sudah sampai dimana-mana. Hingga di sidang kenegaraanpun membahas tentang khilafah. Urusan khilafah bukan urusan manusia tapi urusan Allah. Membenci khilafah berarti membenci Allah dan agama yang telah diturunkan kepada Nabinya melalui malaikat Jibril. 

Begitulah kebenaran. Seberapa hebat persembnyian manusia, masih lebih hebat kekuasaan Allah. Urusan khilafah hanya masalah kecil menurut Allah. Meluluhlantakkan dunia dan isinya, sangat mudah bagi-Nya. Ide Khilafah katanya hanya mimpi di siang bolong atau katanya utopis. Kalau mimpi dan utopis kenapa dianggap bahaya? Kalau mimpi dan utopis kenapa organisasi yang lancar menyuarakan ide khilafah ini izinnya dicabut. Biarlah para pengembannya bermimpi sesuai kehendak mereka. 


Katanya ide khilafah itu tak masuk akal untuk diterapkan di bumi manapun. Karena kita beragam. Memang Rasulullah ketika menyebarkan islam dan memimpin Daulah Islam di Madinah adalah beragama islam semua? Tidak. Malah di dalamnya ada yahudi. Begitulah kebenaran. Kebenaran dan kebathilan memang tidak akan pernah bersanding meskipun bumi ini kiamat. Saat ini Islam selalu dianggap tertuduh dimanapun berada. Baik di Negara mayoritas maupun minoritas.

Betapa kita melihat islam di Indonesia sebagai agama mayoritas tapi seperti agama minoritas di bumi pertiwi ini. urusan mengkambing hitamkan islam sebagai agama teroris sangat mudah sekali. Ulama’ dan pesantren diganggu oleh orang-orang gila. Bukankah Ulama’ adalah menjadi lisanul ummah untuk terus melakukan koreksi terhadap penguasa (muhasabah al-hukkam) dan menjadi pembina dan menggerakkan umat dengan Islam sehingga umat secara konsisten melaksanakan Islam dan memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah papar  Ustadzah Dwi Kusumawati, S.Pd. sebagai pemateri kali ini.

Fakta yang paling dekat dengan kita akhir-akhir ini. cadar menjadi tersalahkan dan mulai di hujat di perguruan tinggi. Sempat menjadi isu yang hangat. Hingga ada yang menyebutnya bibit teroris. Padahal orang yang memakai cadar tak ada yang memegang senjata atau mereka adalah pembuat nuklir. Mereka hanyalah sesosok muslimah yang ingin taat kepada Allah SWT penguasa jagad raya ini. sedangkan orang-orang yang berbikini atau berpakaian you can see tak ada yang mempermasalahkan. Padahal mereka adalah para perusak generasi muda dengan menjadi teladan yang kurang baik. Orang yang mengkampanyekan LGBT menjadi tak masalah sedangkan organisasi yang taat hukum dan mengkampanyekan ide khilafah karena menunaikan tugasnya sebagai muslim menjadi organisasi pesakitan. Harus masuk sidang dan diadili. Dirampas haknya menjadi warga yang bebas. Pertanyaan selanjutnya? Sebenarnya Negara ini berpihak kepada siapa? Dan sebenarnya siapa yang akan menghancurkan Indonesia? Pertanyaan retorika yang sudah jelas jawabannya. 


Wahai yang punya kekuasaan. Wahai yang di dadanya masih ada iman. Wahai para Muballighah panutan umat. Kekuasaan amatlah tak lama. Dan umurpun tak bisa ditebak kapan akan diambil oleh sang pemilik-Nya. Mungkin hari ini bisa tertawa terbahak-bahak karena agenda-agenda menghancurkan kaum muslimin sukse, sehingga membuat mereka takut kepada agamanya sendiri menjadi sukses. Tapi jangan lupa, tangan-tangan mereka terus saja di tengah-tengah malamnya menengadahkan tangan ke atas untuk kemuliaan islam dan kaum muslimin di seluruh dunia. Takutlah bagaimana Allah mengahancurkan Fir’aun beserta tentara-tentaranya. Bukankah sudah banyak ibrah yang bisa kita ambil bagaimana Allah meluluh lantakkan umat Nabi-nabi terdahulu. Seharusnya itu  membuat kita lebih taat kepada Allah.

Solusi tuntas mengatasi permasalahan dunia adalah dengan kembali kepada islam secara kaffah. Dan itu bisa kita rasakan  ketika khilafah tegak di muka bumi ini.

. ما لايتم الواجب الا به فهو واجب  ( apabila suatu kewajiban tidak akan sempurna kecuali dengan suatu maka sesuatu tersebut menjadi wajib pula)”. [ Imam al-Hafidz Abu Al-fida' Ismail Ibn Katsir, Tafsirul Qur'anil Adzim,  juz 1 hal 221)

Demikian pemaparan yang disampaikan Ustadzah Dwi Kusumawati, S.Pd. pada acara Silaturrahmi Mubllighah Madura pada Jumat, 11 mei 2018 di Pondok Pesantren Bahrul Huda Sumber Anyar Tlanakan Pamekasan, Madura.

Silaturrahmi Mubllighah Madura ini dihadiri kurang lebih 70 orang peserta Muballighah Se-Madura. Baik penggerak majelis taklim, pengasuh pondok pesantren Diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban, sehingga suasana semakin penuh khidmat dan terlihat senyum puas dari para peserta dengan adanya bukti serta fakta yang telah dipaparkan oleh pemateri. 

Pertanyaan terus mengalir tanpa henti, terutama dari para pemangku pondok pesantren menanggapi wajah baru dunia ini, namun waktu juga yang memisahkan kita. Semoga para muballighah yang hadirdapat  menyambut seruan untuk berjuang bersama membangkitkan umat dengan menegakkan Khilafah ‘ala minhajin nubuwah. Allahu Akbar!


Titik Hidayati, M.Pd

Alumni Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Pendidik dan Penulis



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!