Monday, May 14, 2018

Siapa Sebenarnya Jodohku ?


Oleh : Putri Mayang

(Muslimah peduli generasi).


Siapa yang belum menikah dan bingung siapa sebenarnya jodohnya ?

Hayo ngaku, apa lagi perempuan yang sudah layak menikah dan belum menemukan jodohnya, akan banyak terus ada pertanyaan dari orang terdekat kapan menikahnya, padahal dia sendiri bingung untuk menjawabnya.


Akhirnya berusaha untuk mencari, siapa sebenarnya Jodohku? ada yang mencari dengan cara berkenalan dan saling mengenal dengan pacaran lanjut menikah serta ada pula mengenal melalui ta'aruf dan menikah, atau mungkin belum sempat kedua-duanya tapi  justru  jodoh maut yang datang lebih dulu. Karena memang tidak ada yang tau akan semua itu.


Apapun aktifitas kita dalam menjemput jodoh, itu akan mempengaruhi dari cara kita menjemputnya

Seperti hal nya yang allah sampaikan bahwa  “ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) .(Qs.An-Nur:26)”.


Jangan selalu tersibuki dengan urusan jodoh, sampai melakukan aktifitas yang allah tidak ridhoi dengan aktifitas pacaran, karena jika kita menjemput jodoh dari aktifitas pacaran maka, hasilnya pun akan sama dan tak  jauh berbeda selalu ada kebohongan karena aktifitas pacaran adalah ingin memperlihatkan yang baik-baiknya saja, maka ketika menikahpun akan ada perbedaan, memang seperti itulah siklus yang terjadi ketika kita memilih menikah dengan mengenal melali pacaran.


Tetapi berbeda halnya dengan kita menjemput jodoh dengan cara yang allah anjurkan, tidak melalukan aktiftas pacaran atau sejenisnya yang berkomunikasi dengan lawa. Peroses perkenalan yang bertujuan untuk menikah dengan didampingi oleh mahrom masing-masing, sangatlah  menjaga kehormatan dan harga diri wanita.


Dengan pembekalan agama dan satu pemahaman untuk membangun keluarga yang allah ridhoi itu sudah cukup menjamin kebahagian seperti pesannya rasullah “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung. (Dikutip dari kitab mukhtar al-hadits an-nabawi hal 63 n0 21). 


Baginda nabi Muhammad SAW memberikan pedoman kepda kita ketika kita ingin menikahi seorang perempuan maka hendaknya mempertimbangkan empat hal, yaitu :

1. Hartanya

2. Keturunannya

3. Kecantikannya

4. Agamanya

Keempat faktor tersebut adalah unsur ideal kenapa seorang perempuan dipilih untuk dijadikan pendamping hidup. Namun yang terpenting dari keempat unsur tersebut adalah unsur agamanya, karena agama akan menjadi fondasi utama dalam membangun sebuah keluarga yang sakinah mawaddah warahmah sebagaimana ditegaskan pada kalimat terakhir dari hadits di atas maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung.


"Jika engkau tidak memilih wanita yang baik agamanya maka kedua tanganmu akan menempel di tanah". Ibarat ini digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang buruk, ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah "engkau akan merugi", ada juga yang mengatakan "lemah akalmu".. [Lihat Fathul Bari, 9/135-136] 



Begitupun halnya dengan wanita, "Pilihlah untuk suami lelaki yg baik agamanya. Jika marah tidak akan menghina, bila cinta akan memuliakan". (Hasan Basri). 


Yakinlah, kekasih yang shalih tak akan pernah membuat hidupmu sengsara. Dia akan mengupayakan kesejahteraan bagi keluarganya, ya memang seperti itulah laki-laki yang paham dengan agama, dan laki-laki yang taat, tidak akan menjemput jodohnya dengan melalui pacaran begitupun sebaliknya.


Maka, belajarlah perbaiki agamamu layakkan dirimu menjadi wanita sholeha yang layak dijemput oleh laki-laki yang sholeh. 


Jadi, teruslah perbaiki diri serahkan jodoh dengan sang ilahi, karena jodoh akan menghampiri ketika waktu yang sudah dikehendaki teruslah memperbaiki karena menikahi bukan untuk urusan duniawi tetapi untuk menemani sampai menghadap sang robbi.


Wallahu a'lam


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!