Saturday, May 5, 2018

SI TUTI


Oleh : Isturia 


TUTI bukanlah nama orang melainkan kependekan dari Tukang Tipu. Dalam dunia jual beli khususnya online banyak berpeluang orang menjadi TUTI. Karena sistem jualannya yang tidak face to face mengakibatkan orang dengan mudah menipu customernya.

.

Baru baru ini saya mendapat customer baru. Cerita punya cerita, beliau korban TUTI dengan nominal 485rb. Seperti biasanya, setelah Si TUTI ini sukses mendapat transferan uang maka sejak saat itu diblokirlah nomer korbannya untuk menghilangkan jejaknya. Si TUTI bukanlah orang bodoh. Dia akan mengeluarkan seribu jurus untuk bisa menaklukkan korbannya. Menebar janji-janji manis untuk meyakinkan korbannya. Dan ketika kata manis itu sudah menusuk relung hatinya maka Si TUTI akan dengan sigap merampas sejumlah rupiah dan meninggalkan korbannya dalam keadaan gigit jari.

.

Apakah SI TUTI ini hanya ada dalam dunia jual beli online? tentu saja tidak. Tukang tipu bertebaran dimana-mana. Bisa penjual menipu pembeli, bisa juga rakyat ditipu pejabat. Apalagi ini menjelang Pemilu, akan banyak yang berjanji manis dalam kampanye. Berjanji setinggi langit demi memenangkan hati rakyat. Berjanji A sampai Z tapi ketika duduk di kursi penguasa janji itu sirna. Misal sebut saja Dilan. Dulu Dilan berjanji bahwa BBM tidak naik tapi ternyata naik, akan membeli lagi Indosat tapi tidak terbeli juga, tidak akan impor tapi impor terus terjadi. Dan banyak lagi janji Dilan yang tidak tercapai.

.

Hal yang wajar jika mereka ingkar janji karena setiap menjalankan sesuatu tidak ada ruh ( kesadaran hubungan dengan Allah SWT) dalam dirinya. Sehingga mereka dengan mudahnya tidak menunaikan janji tersebut. Padahal ruh inilah yang menjadi pengontrol setiap individu. Baik rakyat maupun pejabat. Maka ketika ruh ini hilang, hilang juga ketaatan kepada Allah SWT. Mereka hanya tunduk pada Robbnya ketika menjalankan ibadah mahdoh saja.

.

Dalam sistem Kapitalis saat ini maka manfaat adalah pengontrolnya bukan halal atau haram. Jika dirasa bermanfaat maka akan dilakukan walaupun menghalalkan segala cara. Meskipun hal itu mencederai hati rakyat karena rakyat bukanlah prioritas pertama bagi mereka.

.

Masihkan kita berharap sejahtera dalam sisten Kapitalis ini? sistem yang hanya mensejahterakan beberapa orang saja bukan seluruhnya.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!