Thursday, May 17, 2018

Self  Recovery In Ramadhan


Oleh : Eka Suwitaningsih



Marhaban ya ramadhan, marhaban ya syahru shiyam. Mari kita sabut Ramadhan dengan penuh gembira dan hati bersukacita. Datang nya bulan suci yang kita nanti, kini ia hadir kembali. Puji syukur selalu kita panjatkan untuk kesempatan bertemu dengan bulan mulia ini. 



Mari berlomba, melakukan amalan terbaik di bulan ini, agar derajat takwa kian terpatri dalam diri.  Optimalkan amalan wajib, perbanyak amalan nafilah/sunnah agar semakin dekat kita pada Rabb Allah Azza Wajalla. Karena pahalanya akan dilibatgandakan di bulan penuh berkah bulan Ramadhan yang mulia ini.



Suasana yang begitu syahdu dari lantunan ayat suci al-Quran yang makin intens kita lakukan, penggilan azan pun semakin terasa menggema direlung qolbu bahwa Allah memanggil hamba-Nya untuk segera bersimpuh melaksanakan perintah-Nya.



Berpuasa menahan diri dari lapar dan dahaga, bukan sekedar itu saja, namun juga menahan hawa nafsu syaitan yaitu dari bermaksiat kepada Allah Swt karena melanggar hukum syariat yang diturunkan Allah kepada Rasul Muhammad Saw beserta umatnya. Sungguh tauladan penarapan Islam bisa kita selami dalam sirah Rasulullah Saw, janganlah ragu penerapan Islam menjadi solusi permasalahan kaum muslim yang mendera kini, melalui penerapan Islam secara sempurna.



Maka jadilah pribadi yang tangguh, yang senantiasa mengedepankan ilmu sebelum beramal, berupaya agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan.  Terlebih saat ini zaman fitnah, kaum muslim menjadi sasaran fitnah akhir zaman, syariatnya di ragukan, ajaranya dikriminalkan, para pengembannya dicurigai bahkan dituduh menghacurkan negeri. Sungguh tahun-tahun fitnah ini nyata terjadi ditengah-tengah kita. 



Berlomba memperbaiki diri, senantiasa terikat dengan syariat-Nya, dimanapun kita berada untuk masa depan umat ini, kerena Islam agama Rahmah, yang Allah Swt. turunkan untuk umat akhir zaman. Allah Swt Berfirman :


وَمَآ أَرْسَلْنَـكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِّلْعَـلَمِينَ۞ ۞

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (TQS Al Anbiya’ [21]: 107)



Hanya dengan berpegang teguh  pada syariat-Nya, jaminan keselamatan baik dunia maupun akhirat akan kita dapatkan, dan berupayalah memperbanyak ilmu agama dan mengamalkannya dengan menyeru kepada umat agar Islam terlaksana secara kaffah di muka bumi ini, hingga rahmat Islam kian menyebar ke seluruh penjuru negeri.


Wallahu a’lam 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!