Thursday, May 10, 2018

Sebuah Janji Kebangkitan Islam


Oleh : Vivin Indriani, A.Md.

( Anggota Komunitas Revowriter dan Pemerhati Remaja)


Sobat, bulan Rajab telah berlalu. Namun ada satu momen yang tidak bisa kita lewatkan begitu saja di bulan itu. Iyup, momen itu adalah hari dimana umat Islam tidak lagi memiliki kesatuan, tidak lagi punya perisai dan pelindung. Ummat Islam persis sama seperti gambaran Rasulullah dalam hadits tsauban : " ..Seperti buih di lautan.."


Ini adalah hari dimana institusi negara Islam warisan Rasulullah saw, kekhilafahan Islam resmi di bubarkan. Tepat pada tanggal 3 Maret 1924 atau bertepatan dengan tanggal 28 Rajab.


Sobat, banyak hal terjadi pasca hancurnya kekhilafahan Islam yang beribu kota di Istambul Turki ini. Diantaranya  dipecahnya wilayah-wilayah negri Islam menjadi beberapa negri-negri kecil. Umat pun terpecah belah. Sebagian wilayah di jajah termasuk negri kita tercinta Indonesia yang ketika itu bernama nusantara.


Dan fakta lain yang terjadi adalah dimulainya kemerosotan berfikir di tengah-tengah umat Islam. Diantaranya dengan di adopsinya pemikiran-pemikiran barat seperti liberalisme(kebebasan), sekulerisme (memisahkan urusan agama dengan kehidupan sehari-hari). Dan munculnya budaya hedonis alias hura-hura terutama dikalangan kita para generasi muda. Hasilnya banyak dari kaum muda yang anti kepada  agamanya sendiri. Bahkan mereka tidak segan untuk menunjukkan kiblat mode dan pikiran mereka saat ini, yakni ke arah barat sekuler. Inilah asal muasal dari kemunduran dunia Islam. 


Namun sesungguhnya hal ini telah disampaikan melalui lisan mulia Rasulullah saw. Kabar tentang fase-fase zaman yang akan dilewati oleh umat Islam hingga akhir zaman. Disebutkan dalam hadits imam Ahmad : " Akan ada masa kenabian, lalu masa itu dengan kehendak Allah akan dicabut jika Allah menghendaki. Kemudian datang masa khilafah yang mengikuti metode kenabian, lalu masa itu dengan kehendak Allah akan dicabut jika Allah menghendaki. Kemudian akan ada masa pemimpin dzalim, lalu masa itu dengan kehendak Allah akan dicabut jika Allah menghendaki. Kemudian akan ada masa kepemimpinan diktator, lalu masa itu dengan kehendak Allah akan dicabut jika Allah menghendaki. Kemudian akan adalagi masa khilafah yang sesuai metode kenabian. Lalu Rasulullah saw diam. (HR. Ahmad)


Nah sobat, kita telah melewati masa demi masa dalam gambaran hadits dari Rasulullah saw tersebut. Dan kini kita telah berada di fase pemimpin diktator. Dimana ummat islam yang terpecah-pecah ini di tindas di berbagai negri. Kita didzalimi dan mendapatkan tentangan luar biasa dari musuh-musuh islam.


Maka selayaknya kita pun memahami, bahwa akan ada masa pengganti sesudah masa kelam ini. Yakni masa khilafah sesuai metode kenabian. Dimasa yang oleh para alim ulama disebutkan bahwa Islam akan kembali berjaya. Islam akan kembali menang dalam percaturan dunia. Dan kesatuan akan segera hadir menyongsong umat terbaik yang dijanjikan Allah di dalam Al Quran ini.


So, layak bagi kita generasi muda menjadikan momen Rajab ini tidak sekedar sebagai pengingat peristiwa kelam keruntuhan khilafah Islam 97 tahun lalu. Namun sekaligus menjadikan bulan Rajab ini sebagai momen kebangkitan Islam. Di awali dengan kebangkitan pemikiran islam dikalangan generasi muda. Sebab dari para pemudalah, kebangkitan besar dalam berbagai sejarah di dunia senantiasa bermula. Pemuda, ditanganmu-lah estafet kebangkitan Islam.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!