Saturday, May 5, 2018

Sandiwara Dunia Perpolitikan  Di Alam Sekuler


Oleh : Ummu Azizah Fisikawati


Perpolitikan laksana panggung sandiwara yang dimainkan banyak peran. Di panggung sandiwara perpolitikan itu selalu terjadi pergulatan antara kebaikan dan kejahatan, keadilan dan kedzaliman, keimanan dan kekufuran. Dalam sistem kapitalis sekuler melalui demokrasi sebagai alat penjajahan yang merasuk dibenak kaum muslimin  menjadi cara untuk meraih kekuasaan, menjadi orang-orang yang berdasi menduduki jabatan tinggi dengan penuh ambisi dan berpolitisasi sampai jadi korupsi.


Demokrasi hanya akan melahirkan pemimpin yang korupsi bukan yang mengurusi.

Biaya pemilihan yang tinggi, rakyat dikhianati oleh janji-janji yang tak pasti, Keimanan yang tak sepenuh hati menyalahi aturan ilahi.


Belasan kali pemilu sudah dilaksanakan nyatanya kesejahteraan masyarakat masih sebatas angan-angan, wakil rakyat datang silih berganti setiap kali itu pula masyarakat dijadikan komoditi untuk meraih simpati, berkali-kali kepemimpinan dirotasi sebanyak itu pula rakyat dikhianati dan merugi.


Berganti pemimpin dan penjabatnya dari masa ke masa tidak ada perubahan yang nyata, mensejahterakan masyarakat masih sebatas harapan, mulai dari masa orde lama yang dilaksanakan satu kali pemilu diikuti  172 parpol dan didominasi empat parpol yakni PNI, Masyuni, NU dan PKI. Berlanjut ke masa orde baru yang dilaksanakan enam kali pemilu pada tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992 dan 1997. Pada awal pemilu tahun 1971 yang dipimpin oleh pemerintahan Soekarno diikuti sepuluh parpol, selanjutnya pemilu hanya diikuti tiga parpol sebagai peleburan berbagai parpol sebelumnya yakni PPP, PDI dan Golkar. 


Kemudian berlanjut pada masa reformasi pemilu dilaksanakan sebanyak empat kali yang diikuti 48 parpol tahun 1999, 24 parpol tahun 2004, 38 parpol tahun 2009 dan 12 parpol ditambah 3 parpol lokal aceh tahun 2014.


Rotasi pergantian pemimpin mulai dari kepemimpinan presiden Soekarno, Soeharto, Bj Habibie, Abdurahman Wahid, Mega Wati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan presiden Jokowi yang saat ini masih memimpin bangsa ini dan akan berakhir masa kepemimpinannya, belumlah ada perubahan yang mensejahterakan masyarakat yang ada malah menambah beban rakyat yang semakin berat akibat korban racun kalajengking yang bikin sekarat.


Benarlah selama ini masyarakat dipimpin oleh orang-orang sombong dan lalim, pemerintahan yang dzholim oleh orang-orang jahiliyah.


Dalam Haditspun di sebutkan,

"Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda":


سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ


“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kedustaan, saat itu pendusta dipercaya, sedangkan orang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang amanah justru dikhianati, dan saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya: “Apakah Ruwaibidhah itu?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh namun dia membicarakan urusan orang banyak.” (HR. Ibnu Majah No. 4036, Ahmad No. 7912, Al-Bazzar No. 2740 , Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin No. 47, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak ‘Alash Shahihain No. 8439, dengan lafaz: “Ar Rajulut Taafih yatakallamu fi Amril ‘aammah – Seorang laki-laki bodoh yang membicarakan urusan orang banyak.” Imam Al-Hakim mengatakan: “Isnadnya shahih tapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.” Imam Adz-Dzahabi juga menshahihkan dalam At-Talkhis-nya, / seperti dikutip dkwtncom).


Bahaya menyerahkan urusan kepada yang bukan ahlinya dan serangan orang-orang munafik yang pro terhadap penjajah asing dan aseng.


 dalam Al-Qur’an:


الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ  [التوبة/67]


Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya (berlaku kikir). mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (QS At-taubah/ 9: 67).


Ditengah-tengah kejahiliyahan sistem sekuler demokrasi yang semakin kelam ini dan untuk meruntuhkan banguan sistem yang sudah usang dan keropos lalu menggantinya dengan bangunan Islam yang kokoh serta mengubah sistem dan aturan buatan manusia seperti kapitalis, liberalis, sosialis menjadi aturan yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa.


Sudah selayaknya semua persoalan baik politik, pemerintahan, sosial, ekonomi, hukum, pendidikan dan lainnya diserahkan pengaturannya kepada pengaturan Allah.


Masyarakat harus diarahkan keaturan yang shohih yang tidak condong kepada siapapun.

Aturan itu adalah aturan Allah Yang Maha Adil. Sebab Allah tidak memiliki keinginan apapun dari manusia, kecuali kebaikan umat manusia.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!