Thursday, May 17, 2018

Rupiahku Melemah


Oleh : Sera Alfi Hayunda

Mahasiswi IAIN Ponorogo


Laju nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus menunjukkan pelemahannya. Pada awal tahun ini, rupiah berada di kisaran Rp 13.300 hingga Rp 13.400 per dolar AS.Namun hari ini, Rabu (28/2/2018), melansir Bloomberg, rupiah melemah ke level Rp 13.722 per dolar AS sampai Rp 13.800, dan sempat pada level Rp 13.965 per Kamis (3/5/2018), sekaligus merupakan yang tertinggi dan hampir menyentuh angka Rp 14.000.(Tribunnews). Sebagai informasi, dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp13.968 per USD. (Okezone)

"Pelemahan kurs rupiah prediksinya akan berlanjut hingga pekan depan seiring terus keluarnya dana asing di pasar saham Rp 3 triliun dalam seminggu ini," kata ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara saat dihubungi Kompas.com, Minggu (6/5/2018). Faktor lain yang turut mendorong tren pelemahan rupiah sepekan ke depan adalah permulaan kuartal II 2018 di mana terjadi pembagian dividen emiten yang turut mempengaruhi permintaan lebih tinggi terhadap dollar AS. Faktor eksternal seperti penguatan mata uang Amerika Serikat, kenaikan US treasury atau suku bunga obligasi negara di atas 3 persen, serta antisipasi pasar terhadap suku bunga acuan Fed Fund Rate turut jadi faktor pendorong tren pelemahan rupiah hingga akhir Mei 2018. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun angkat bicara terkait kondisi rupiah yang cenderung melemah tersebut. Dia menilai, melemahnya rupiah imbas dari pergerakan ekonomi global yang dinamis.

Sungguh hal ini membuat kita semakin mengelus dada, dizaman dimana Kapitalisme dijadikan asas pengatur ekonomi membuat uang negara ini semakin lemah. Sangat berbeda ketika Islam dijadikan asas mengatur ekonomi, dengan penggunaan emas sebagai mata uang membuatnya anti inflasi dan nilai tukarnya mengikuti harga emas di pasaran yang semakin merangkak naik saja. Hal ini  bias di cek dalam kitab-kitab sejarah Islam (masa kenabian sampai masa kekhalifahan serta sampai sekarang di daerah yang menggunakan uang dalam bentuk emas) bahwa nilai uang dengan bentuk emas tidak lekang oleh waktu dan zaman. 

Saya rasa kita semua rindu dengan mata uang yang stabil dan nilai tukarnya tidak dikendalikan orang-orang pemilik  modal. Kerinduan ini tentu bisa diraih, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini dan saya rasa itu semua bias terwujud ketika aturan Islam kembali digunakan sebagai pengatur semua lini kehidupan termasuk masalah ekonomi dalam lingkup mata uang. Semoga, kita semua masih diberikan umur untuk dapat mencicipi masa dimana Islam kembali digunakan untuk mengatur kehidupan. Aamiin





Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!