Wednesday, May 9, 2018

Remaja Radikal, Harapan Atau Ancaman?


Oleh: Epi Aryani (anggota komunitas revowriter karawang)


Buat kamu remaja muslim, khususnya yang berstatus sebagai mahasiswa, Badan Intel Nasional (BIN) punya temuan menarik. Seperti dikutip dari tribunnews.com dikatakan bahwa kampus menjadi tempat tumbuh kembangnya faham radikalisme dan 39% mahasiswanya sudah terpapar.



Mendengar kata Radikal, rasanya ngeri-ngeri sedap. Yang pertama terbayang adalah bom,  jenggot dan celana cingkrang. Setidaknya itulah pesan yang disampaikan berita di televisi jika terjadi aksi-aksi pengeboman di tempat umum. Selalu identik dengan islam dan ajarannya tentang jihad.



Salahkah jika ada yang berpendapat seperti itu? menurut saya tidak. Karena kita hidup di zaman dimana media digunakan sebagai alat utama perang pemikiran. Itu berarti, effek pencitra burukan terhadap islam sudah sedemikian massif. Jangan-jangan kita salah satu korbannya? Hmm, jangan sampe deh.



Jika melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Radikal berarti:


1. Secara mendasar (sampai pada hal yang prinsip)


2. Amat keras menuntut perubahan


3. Maju dalam berfikir atau bertindak



Sebenarnya tidak ada yang salah dari kata Radikal sendiri. Ia memiliki konotasi positif, terlebih jika disandingkan dengan islam. Bukankah sebagai seorang muslim, kita memang harus Radikal? Alias berpegang teguh kepada agama yang bersumber dari Al-Qu'an dan sunah. Sebagaimana dikabarkan oleh Abu Hurairah Radiallohu anhu, ia berkata: telah bersabda Rasululloh SAW



"Aku tinggalkan dua perkara yang jika engkau berpegang teguh padanya, maka engkau tidak akan tersesat. Yaitu Al-Qur'an dan sunah".



Banyaknya kasus kenakalan remaja, yang saban hari kurvanya semakin meningkat. Entah tentang miras oplosan, sex bebas, narkoba, aborsi, tawuran, pornografi dan masih banyak lagi. Seharusnya kabar ini (remaja radikal) menjadi angin segar yang layak di apresiasi. 



Pertanda bahwa para remaja telah kembali pada kesadaran akan hakikat dirinya sebagai hamba Allah dan agen perubahan untuk masa depan.



Kabar ini tentu mengerutkan nyali bagi para musuh-musuh islam yang takut akan kebangkitan islam sebagai sebuah ideologi alias way of life.



Sehingga dibuatlah framing negatif dan bahaya atas makna radikalisme. Dengan tujuan menjadikan remaja alergi atas agamanya sendiri.



Oleh karenanya, remaja muslim tidak boleh gentar atas2 propaganda dan ancaman yang menghadang. Justru kita harus semakin yakin, akan kebenaran islam dan dekatnya pertolongan Allah akan kebangkitan islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Yang akan menelan sistem rusak kapitalis sekuler penyebab kerusakan remaja.



So, kamukah remaja muslim radikal itu? Iya kamu.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!