Thursday, May 31, 2018

Relikui Harry Potter dan Real Dakwah Era Kini


Oleh : Vivin Indriani (Komunitas Kelas Online Menulis)


Bagi pecinta Harry Potter di Indonesia tentu tak asing dengan kata 'relikui'. Ini adalah judul terjemah dari buku novel serial fiksi Harry Potter 7(buku terakhir), Harry Potter Dan Relikui Kematian. Demikian judul terjemah dalam bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), relikui berarti barang peninggalan orang suci yang dianggap berharga, atau disebut benda-benda keramat. Dalam semua agama ada termasuk dalam Islam. Seperti misalnya pedang Rasulullah saw, jubah Rasulullah saw, baju besi Ali bin Abi Thalib dan sebagainya.


Nah, dalam kisah Harry Potter Dan Relikui Kematian diceritakan bahwa Harry Potter dan dua rekannya, Hermione Granger dan Ronald Weasly, harus mencari dan menterjemahkan maksud dari relikui-relikui kematian yang sedang mereka cari satu persatu. Dengan itu diharapkan akan menjadi senjata dan membantu menyelesaikan situasi didalam dunia sihir yang tengah dilanda kekacauan, huru-hara dan kedzaliman oleh adanya rezim baru yang berkuasa dan terkenal kejam, rezim Lord Voldemort.


Dimulailah proses pencarian menegangkan dan mencekam oleh tiga bersahabat itu di tengah ketidak pastian kondisi di negara mereka. Dengan harapan segala kedzaliman yang dihadapi masyarakat sihir kala itu bisa terselesaikan. Namun tentu bukanlah sesuatu yang mudah. Mulai dari persekusi terhadap anggota-anggota Orde Phoenix( organisasi bawah tanah bentukan Profesor Dumbledore untuk melawan kesewenang-wenangan dan kejahatan rezim Lord Voldemort), pembunuhan, penyiksaan fisik dengan kekuatan sihir ilegal dan terlarang, penculikan sampai menggunakan kutukan imperius(semacam gabungan antara cuci otak dan hipnotis yang membuat korbannya menuruti saja apa kata pelaku), dialami oleh Harry dan seluruh komunitas sihir yang masih pro Orde Phoenix serta mencintai kebenaran.


Bahkan Rezim Lord Voldemort mengontrol seluruh media massa cetak untuk menyiarkan semua kabar dan cerita-cerita baik tentang rezim yang baru lahir itu. Dan menyiarkan fitnah keji serta kabar buruk tentang Harry Potter Sang Terpilih dan seluruh pendukung Orde Phoenix. Semacam pencitraan kalau menggunakan bahasa kita hari ini.


Sepintas kita bisa melihat kemiripan kondisi umat Islam hari ini terutama di negeri ini. Sama seperti Harry Potter, para pengemban dakwah hari ini pun mengalami berbagai intinidasi yang hampir sama. Padahal mereka hanya ingin agar masyarakat memahami bahwa dengan Syariat Islamlah kehidupan mereka akan makin membaik dan mendapatkan berkah dari Allah. 


Allah SWT berfirman dalam Al Quran :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (al-araf : 96)


Sungguh ironi ketika para pengemban dakwah di negeri ini menginginkan keselamatan dan keberkahan negeri dengan kembali kepada Syariat sesuai dengan perintah Allah, mereka malah menghadapi persekusi, kriminalisasi dan segala macam teror dari orang-orang yang menolaknya.


Syariat sebagai sebuah ide seharusnya hanya pantas dilawan dengan ide. Ide lawan ide. Bukan ide lawan okol, otot dan segebong kekuasaan yang pasti fana dan akan sirna. Bahkan penolakan serta perlawanan mereka sesungguhnya tersebab kecintaan mereka kepada duniawi, kekuasaan, jabatan dan tumpukan kekayaan sekalipun mendapatkannya harus menghalalkan berbagai cara.


Berbagai alasan dikemukakan oleh mereka yang menolak syariat diterapkan. Mulai dari mengganggu kebhinekaan, masalah bagi non muslim, bahkan sampai alasan yang tidak ada kaitannya sama sekali seperti akan menjadikan negeri ini sebagai negeri perang dan sebagainya.


Sesungguhnya akar masalah penolakan mereka kebanyakan berasal dari ketidak tahuan mereka akan sejarah kegemilangan Islam ketika Syariat Islam diterapkan. 1300 tahun lebih saat Islam menguasai dunia, kecemerlangan, kegemilangan dan kemajuan peradaban justru bisa diraih oleh negeri Islam sekalipun didalamnya ada beragam suku, agama, budaya dan ras.


Para pendakwah hari ini bekerja menyuguhkan rangkaian relikui peninggalan kejayaan Islam sebagai bukti dan argumen(hujjah) yang baik untuk menunjukkan bahwa justru Syariat Islamlah yang akan menjadikan negeri ini sejahtera dan berjaya. Ketika seperangkat syariat ditegakkan niscaya ketentraman, kenyamanan dan janji Allah berupa keberkahan akan diraih oleh negeri ini siapapun dia, muslim maupun non muslim.


Mungkin episode-episode akhir dalam buku-buku Harry Potter bisa mewakili semua yang terjadi hari ini pada dakwah dan pengembannya. Situasi yang dialami dan seperti apa perjuangan meraih keberkahan negeri dengan Syariat itu menjadi idealisme yang dipegang erat meski telah banyak yang berjatuhan disekeliling kita.


Satu yang pasti akan terjadi di dunia ini sebagai bagian dari sunnatullah adalah bahwa kebenaran akan tetap menjadi kebenaran sekalipun dibungkam dan di sembunyikan. Bahkan para pembawanya dalam cerita apapun didunia ini selalu berakhir dengan memperoleh kemenangan. Memang tak mudah, sungguh sulit dan melelahkan. Namun bayangan manis kemenangan di ujung jalan perjuangan selalu menyembul di pelupuk mata. Memanggil dan mengucapkan, sabarlah wahai pejuang, sungguh kemenangan sudah dekat.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!