Thursday, May 17, 2018

Ramadhan nya Muslim Kebanyakan 


Oleh : Merli Ummu Khila


Marhaban ya Ramadhan, bulan suci yang di nanti. Bulan penuh berkah, penuh ampun an, bulan dimana pahala dilipatgandakan, ibarat mall ngasih diskon 80%+10% pasti semua berlomba-lomba berusaha meraih nya, sesuai dengan hadis Rosulullah. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa yang menegakkan Lailatul Qadr dengan keimanan (kepada Allah) dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.”

[Shahiih Al-Bukhaariy no. 2014; Shahiih Muslim no. 761]. 


Tapi apa yang kita pikirkan menyambut bulan puasa ini? Jujur hayo..! Ngabuburit, Mudik, THR, atau baju baru? He Kayak anak kecil aja ya.. Tapi ke nyata annya seperti itu. Mari kita kulik per minggu. 

1.Minggu pertama

Namanya juga pertama ibadah full semangat, Tarawih masjid penuh,rajin Tahajud, sahur rame ada yang bangun in dari masjid,ada yang keliling bawa kentongan, belum lagi lewat Telepon. Sms. Whatsup.. Pokoknya rame. Abis subuh pada tadarus.sore rame ngabuburit atau jalan jalan sore cari takjil, disini sudah ada kemaksiatan yang sering terjadi tanpa di sadari , janjian sama teman atau pacar atau kumpul - kumpul ikhtilat atau campur baur. Belum lagi suka bikin bukaan yang berlebihan karena nafsu puasa semua pingin dimasak, semua makanan mau di beli. Jadilah pemborosan. Padahal harusnya bulan puasa makan cuma 2 kali tapi justru budget nya malah lebih banyak dari sebelum puasa. 


II. Minggu kedua

Masih semangat tapi tidak sekenceng minggu pertama. Ibadah masih berjalan seperti biasa, semua berjalan biasa. 


III. Minggu ketiga

Konsentrasi ibadah sudah mulai menurun, Tarawih juga sudah mulai jarang. Perilaku kembali seperti awal sebelum puasa. Puasa hanya sekedar menahan lapar dan haus padahal dalam sabda Rasulullah, 

Sa’iid Al-Maqburiy, dari Ayahnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak menahan perkataan keji dan perbuatan buruk didalamnya, maka Allah tidak butuh (orang itu) menahan makan dan minumnya.”

[Shahiih Al-Bukhaariy no. 1903; Sunan Abu Daawud no. 2362]

Jadi perkara yang sia-sia saja. 


 IV. Minggu keempat 

Inilah puncaknya dimana konsentrasi ibadah buyar kecuali yang istiqamah tentunya, yang ada di pikiran, Inilah moment yang melepaskan ummat, ritual yang menggantikan posisi ibadah yang justru harusnya ada di Puncknowle. 

-THR sesuatu yang ditunggu-tunggu, dihitung-hitung, bikin daftar belanja, buat lebaran plus ongkos mudik pokoknya uang belum diterima list sudah rapi siap di bagi dipos tnya masing masing. 

-Belanja Serba-Serbi lebaran, bisa di pasti kan di akhir Ramadhan pusat pembelanjaannya, pasar jauh lebih ramai ketimbang biasanya, banyak yang berjamaah - jam muter - muter mall demi baju baru, kebayang jika dia pergi dari rumah habis ashar pulang sudah malam. Berapa banyak waktu yang terbuang percuma, 

-bikin kue di dapur,meski sekarang sudah banyak kue praktis tinggal beli tapi banyak ibu-ibu yang rela berjam-jam di dapur demi membuat kue yang sesuai selera bahkan ada juga yang malah menjadikan bisnis menggunakan. 

-Buka bersama, ini juga sering di ada kan di akhir Ramadhan, entah itu yang kerja di pabrik, di kantor an atau yang sekarang lagi ramai grup alumni, grup MT, grup wa limpid dan lain lain. Ini juga termasuk ritual yang melenakan karena biasanya lokasi nya dirumah makan, datang abis ashar, magrib di tempat dan bisa jadi ada yang melalaikan shalat. 

. - Mudik. Ini lah puncak kesibukan Ramadhan, meski musafir/perjalanan jauh tetap shalat wajib di tunai. Dan tantangan ada ketika sudah dikampung, saking sibuk silaturahmi dengan sanak famili akhirnya ibadah seadanya. 


Ini lah fakta yang terjadi di kebanyakan masyarakat tapi tentu nya banyak pula yang istiqamah menjalankan ibadah puasa dengan mengharap ampunan dan pahala yang Allah janji kan, 

Wahai kaum muslimin, jangan jadikan Ramadhan ini di isi dengan ritual tanpa makna, jangan jadikan Ramadhan melulu urusan dunia. Serba service Ramadhan memang menggiurkan tapi alangkah eloknya jika kita kembali ke apa yang sudah di Contoh kan Rosulullah. 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!