Friday, May 18, 2018

Ramadhan Mubarak : Start Your Hijrah, Continue With Istiqomah


Oleh : Andi Haerani, S.Pd

 (Anggota Revowriter dan Pengurus Lembaga Training I’M SMART Kota Makassar)


Ramadhan penuh berkah. Bulan paling utama . Bulan dimana Allah mengobral pahala. Bulan dimana surga dijanjikan melalui pintu arrayan. Bulan dimana banyak manusia bersungguh-sungguh beribadah, tergiur dengan dulang pahala yang melimpah. Besarnya pahala ibadah sunnah, setara dengan ibadah wajib pada bulan lainnya. Maka dari itu, dibulan ini semangat kaum muslimin berlomba-lomba dalam kebaikan perlu diapresiasi dan alangkah indahnya tatkala diteruskan.


Hanya penting untuk kita benahi bahwa , Kebanyakan kaum muslim merasa takut bermaksiat hanya dibulan ramadhan. Seakan Allah juga hanya menghisab amalan manusia hanya pada bulan ini saja. Atau malaikat mencatat pahala dan dosa cuma dimoment ramadhan. Selebihnya istirahat. Hmm padahal  nggak sama sekali. Allah dan Rasul-Nya tak pernah memerintahkan agar kita mengkhususkan waktu semangat taat dan membaguskan ibadah. Maksudnya, kalau ramadhan jangan buat dosa dan bulan lain ibarat kata, suka-suka gue. 


Umar Bin Abdul Aziz pernah berkata, Takwa kepada Allah itu bukan dengan seringnya shaum di siang hari, seringnya shalat malam atau melakukan keduanya akan tetapi meninggalkan apa saja yang di haramkan Allah dan melaksanakan yang di wajibkan. Itu artinya, gak cukup kan dengan jalankan kewajiban di ramadhan saja. Takwa itu harus full time and every time.


Salah seorang sahabat Rasulullah bernama Sufyan bin Abdillah ats-Tsaqofi pernah berkata kepada Rasul “Wahai Rasulullah! Katakanlah kepadaku satu perkara yang dapat aku jadikan pegangan, Rasululllah Saw menjawab:”Katakan, aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah”


Kita pun perlu menyadari bahwa esensi puasa yang kita jalani hari ini sejatinya selain karena kewajiban kita sebagai seorang muslim, juga sebagai realisasi ketakwaan kita kepada Allah SWT dalam melaksanakan seluruh perintah-Nya dan beristiqomah diatas kebenaran yang disyariatkan oleh Allah.


Jika kenikmatan keimanan dan ketaatan itu  sudah kita dapatkan di bulan ramadhan, maka jadikan moment ini sebagai awal hijrahmu dan teruskan dengan istiqomah. Start your hijrah and continue with istiqomah. Jika sebelumnya merasa terbiasa maksiat maka dibulan ramadhan serta bulan berikutnya biasakan diri untuk taat. 


Bergaullah lebih dekat dengan orang-orang yang mengedepankan ketaatannya pada Allah. Banyakkan bacaan-bacaan Islami. Rutinkan diri mengikuti pengajian ilmu agama. demikianlah beberapa cara untuk memupuk keimanan agar langkah kita selalu berada dalam naungan ridho Allah Swt.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

1 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!