Sunday, May 20, 2018

Ramadhan Momentum Penyadaran


Oleh : Nurindah Fajarwati Yusran

Aktivis Back to Muslim Identity Community Makassar


Sebagaimana diketahui, Ramadhan adalah moment yang paling dinantikan ummat Islam seluruh dunia yang saat ini berjumlah lebih dari 7 milyar. Ramadhan tidak hanya dikenal sebagai bulan puasa, tetapi Ramadhan juga sekaligus bulan Al-Quran, karena pada bulan inilah Al-Quran pertama kali diturunkan. 


Kehadiran bulan penuh berkah ini layak di jadikan momentum muhasabah untuk seluruh masyarakat atas banyaknya perbedaan drastis antara Ramadhan dan bulan selainnya. Dikatakan muhasabah sebab tidak sedikit ummat muslim yang memperbaiki ibadah nya hanya Ramadhan saja, sebelum dan setelahnya mereka kembali disibukkan pada urusan dunia semata, tidak sedikit yang takut bermaksiat di bulan Ramadhan tetapi setelahnya mereka seolah-olah lupa pada Yaumul Hizab,  hingga akhirnya Ramadhan berlalu tanpa makna. 


Harus disadari jika saja Ramadhan tidak hanya berurusan pada ibadah ritual, spiritual dan keakhiratan semata seperti puasa,  sholat tarawih,  zakat,  melaksanakan bakti sosial, dan rentetan ibadah ritual lainnya, tetapi Ramadhan juga terikat dengan seluruh aspek kehidupan. Sebagaimana Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT tidak hanya mengatur urusan individu, urusan manusia dengan penciptanya, tetapi juga Islam mengatur hubungan sesama manusia. Sehingga untuk melengkapi ke 3 hubungan di atas masyarakat muslim tidak akan pernah lepas pada urusan politik, yakni aktivtas riayah syuun al-ummah (mengurusi urusan ummat).


Lewat aktivitas politik melalui dakwah politik yang digencarkan masyarakat akan mampu disadarkan jika saja Islam adalah agama yang sempurna (QS Al-maidah [5]:3) yang mengatur urusan sejak mulai bangun tidur hingga urusan negara, seperti urusan politik, sosial, budaya, ekonomi, peradilan, yang seluruh aspek kehidupan manusia (QS an-Nahl [16]:89) semuanya di atur di dalam Islam. 


Ramadhan sebagai bulan Al-Quran juga adalah pengingat jika saja setiap muslim tidak akan pernah lepas dari Al-Quran dalam aktivitas kehidupannya. Sehingga sangat tidak pantas mereka yang mengaku muslim lantas tidak menginginkan dan menerapkan aturan Islam di tengah-tengah kehidupannya.


Sebagaimana yang terjadi hari ini, Islam hanya di ambil sebagian kecilnya lalu dihilangkan simpul-simpul besarnya. Ummat muslim mengambil urusan pembagian waris berdasar Islam, sedang urusan ekonomi masih mengakar ekonomi ribawi, hukum-hukum yang di amabil bersumber dari hukum buatan manusia yang terbatas tidak bersumber dari hukum Allah yang maha benar, urusan pergaulan menambah carut marut kehidupan sebab tidak dilandasi pada aturan yang sahih, jelas inilah sistem sekuler yang tengah mewarnai kehidupan Ummat.


Tentu saja kehidupan sekuler (pemisahan agama dari kehidupan)  jelas menyalahi perintah Allah SWTsebagaimana dalam QS Al-Baqarah[2]:208 "Wahai orang-orang yang beriman,  masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaitan karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagi kalian". 


Jika Ramadhan tidak dijadikan sebagai meomentum penyadaran maka jelas kehidupan sekluer ini tidak akan berkahir malah akan semakin di perparah.  Berakhirnya kehidupan sekuler dapat teraih jika ummat sama-sama menginginkan kehidupan yang lebih baik yakni terterapkannya Islam kaffah di tengah-tengah kehidupan dalam bingkai Khilafah Islamiyah.


Nurindah Fajarwati Yusran

Aktivis Back to Muslim Identity Community Makassar

Marketing Khansa Property


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!