Wednesday, May 23, 2018

Ramadhan Bulan Perjuangan  dan Kemenangan Hakiki


Oleh: Helda, SE


Saat ini kaum muslim diseluruh dunia melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Bulan yang dinanti telah datang. Karena Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Bulan inilah diturunkannya Al Quran sebagai pedoman hidup kaum muslim hingga akhir zaman. Bulan mulia disisi Allah yang penuh berkah rahmat dan ampunan.  Jadi wajar kedatangannya dinanti-nanti. Disambut dengan penuh kegembiraan.Bahkan begitu istimewanya Rasulullah SAW berkhutbah ketika menyambut Ramadhan. Beliau menyebutkan berbagai keutamaan bulan Ramadhan. “Jika memasuki bulan ramadhan, maka semua pintu langit dibuka, dan pintu-pintu neraka Jahannam ditutup, sementara syaitan dibelenggu” ( HR. Bukhari, Muslim, Nasai dan Ibn Hibban).


Sehingga kita bisa saksikan dibulan ini banyak sekali perubahan masyarakat. Contohnya masjid yang biasanya sepi, menjadi ramai. Dikunjungi berbagai usia mulai dari manula, dewasa, remaja hingga anak kecil untuk melaksanakan sholat berjamaah. Lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an terdengar disetiap penjuru  dan sudut masjid. Tempat maksiat ditutup. Razia-razia yang disinyalir mengundang kemaksiatan dilakukan untuk menjaga kesucian Ramadhan.


Kaum muslimpun berlomba-lomba dalam kebaikaan karena pahala dibulan Ramadhan dilipatgandakan. Misalnya bersedekah, memperbanyak amalan-amalan sunnah, yakni sholat tahajjud, membaca Al Qur’an dll.


Namun, apakah kita sudah merasa cukup menyambut Ramadhan hanya dengan bergembira dan melakukan perubahan parsial secara individu saja?  Sudah selayaknya sebagai seorang muslim memaknai ramadhan tidak sebatas ketaatan yang bersifat ruhiyah, ibadah ritual. Sementara abai dengan aturan Islam yang lain padahal Islam mengatur seluruh aspek kehidupan. Tidak hanya ibadah ritual tapi juga dalam bermasyarakat dan bernegara . Ketaatan juga tidak hanya saat ramadhan tapi sepanjang hayat. Bukankah akhir dari pelaksanaan puasa Ramadhan outputnya adalah taqwa yakni taat pada seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua yang dilarang oleh-Nya. (Lihat QS. Al Baqaroh :183).Tentu agar bisa taat secara sempurna maka butuh perjuangan agar Islam bisa diterapkan secara kaaffah. Dan ramadhan adalah momentum yang tepat untuk melakukan perubahan.


Bulan Perjuangan dan Kemenangan 


Sebagimana kita ketahui kondisi kaum muslim saat ini masih belum beranjak dari keterpurukan. Contohnya tragedi Palestina yang sampai saat belum juga tuntas. Bahkan pemerintah AS secara resmi memindahkan kedutaan besar mereka untuk Israel yang semula di Tel Aviv ke Yerussalem. Pemindahan tersebut menuai protes warga Gaza yang berujung penembakan. Sekitar 37 warga meninggal, 1.600 an warga lainnya terluka (International.sindonews.com).Tak jauh berbeda kondisi muslim Rohingnya,  derita muslim Patani, Suriah, Irak dll. Yang saat ini menjadi umat yang dinistakan oleh penjajah Barat.

Dalam negeripun kaum muslim masih terpuruk dan terjajah secara pemikran, politik dan ekonomi. Menjelang Ramadhan kemarin Islam kembali menjadi  tertuduh atas teror bom yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu. Sehingga kaum muslim phobi dengan ajaran agamanya sendiri. Akhirnya tidak berani mengkaji islam lebih dalam dan mendakwahkannya karena takut disebut teroris . Padahal Islam mengutuk keras atas tindakan tersebut . Karena jelas perbutan tersebut sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Allah SWT berfirman :


Barang siapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka sekan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara manusia semuanya. (QS. Al Maidah: 32).


Jadi jelas tindakan tersebut bukan ajaran islam. Terorisme tidak ada kaitannya sama sekali dengan Islam. Dan masih banyak fitnah-fitnah terhadap ajaran Islam  terutama yang terhangat tentang khilafah yang dianggap berbahaya. Bagaimana mungkin Al Quran sebagai petunjuk hidup manusia bisa membahayakan. Yang akhirnya umat kembali hanya mencukupkan dengan ibadah ruhiyah. Dan tetap dalam keadaan terpuruk.


Sesungguhnya keterpurukan kaum muslim tersebut akar masalahnya adalah ketiadaan penerapan syariah Islam dalam bingkai khilafah islamiyah. Saat ini Kaum muslim dalam cengkraman sistem sekular kapitalis. Sehingga mengalami keterpurukan tak berkesudahan.Musuh-musuh Islam berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengahadang kebangkitan Islam. Segala cara dilakukan termasuk menciptakan stigma negatif terhadap Islam dan ajarannya. Karena itu umat harus disadarkan pentingnya penegakan syariah khilafah  dan bangkit untuk berjuang melawan penjajahan terutama dibulan Ramadhan. Karena hanya dengan penegakan syariah khilafahlah solusi dari semua persoalan.


Sebagaimana dulu Rasulullah justru Ramdahan lebih bersemangat berjuang mendakwahkan Islam untuk kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Ramadhan bukan saatnya bersantai-santai . Tercatat sejumlah peristiwa penting pada bulan Ramadhan. Salah satunya perang Badar dimana kaum muslim hanya berjumlah 313 orang  dapat mengalahkan kaum kafir Quraisy yang saat itu berjumlah 1000 orang.


Begitu juga Penaklukan Makkah terjadi pada Ramadhan tepatnya dihari kesepuluh. Penaklukan Makkah disebut juga penaklukan agung . Kafir Quraisy berbondong-bondong masuk Islam. Termasuk Abu Sufyan dan para pemuka kafir Quraisy. Karena itulah ramadhan juga dikenal sebagai syahru al jihadwa al intishar ( bulan Jihad dan Kemenangan).


Maka menjadi pelajaran penting  bagi kaum muslim untuk terus mengumandangkan penegakan syariah dan khilafah. Ditengah kondisi sesulit apapun. Yakinlah kemenangan hakiki itu amat dekat Islam akan kembali tegak dan kaum muslim akan kembali menjadi umat terbaik sebagimana yang dititahkan oleh Allah SWT sebagai pemimpin dunia.

Wallahu a’lam bishowwab.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!