Monday, May 7, 2018

Rajab Momentum Persatuan Umat, Tegaknya Daulah Islamiyah 


Oleh : Eka Suwitaningsih Ibu Rumah Tangga Peduli Generasi Anggota Akademi Menulis Kreatif 


Di bulan Rajab kita mengingat peristiwa yang luar biasa yaitu Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. 

Terukir indah di dalam kalam Nya,

Allah Berfirman : “ Mahasuci Allah yang telah memperjalankan, hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam menuju Masjidilaqso yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagai tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya dia Maha Mendengar, Maha Melihat. (Al Isra : 1). 


Disertai dengan peristiwa turunnya perintah shalat 5 waktu. Sholat adalah tiang agama, sholat amalan yang pertama-tama akan dihisab; dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar. 


Sholat merupakan indikator, kualitas amal manusia, ketika baik sholatnya, khusuk dan tumakninah, akan mampu menjadikan seorang hamba senantiasa terikat dengan aturan sang Pencipta Allah Swt. Kesadaran penuh bahwasanya setiap apa yang dilakukannya, semata-mata karena-Nya, tunduk dan patuh atas perintah-Nya, menjauhi setiap laranga-Nya, inilah konsekuensi seorang hamba yang beriman. Mereka takut di hari, mulut terkunci, anggota tubuh yang berbicara dan tidak ada penolong kecuali amal-amal shalih mereka. 


Suasana peringatan Isra Mikraj yang dilakukan oleh kaum muslimin, bersama para alim ulama, kiai, tokoh dan penggiat dakwah di hampir seluruh tanah air, beberapa hari yang lalu. Menyerukan bahwa untuk memperbaikan kondisi yang rusak saat ini, yaitu dengan meneladani Baginda Rasulullah Muhammad Saw dalam membangun masyarakat di masa-masa awal kenabian. Dengan menjadikan aturan islam satu-satunya, sebagai pengatur seluruh urusan kehidupan baik secara pribadi maupun sosial masyarakat serta bernegara. Aturan yang digali dan diambil dari al-Quran dan as-sunnah, juga dalil-dalil seperti Ijma sahabat dan qias. 


Inilah pedoman hidup kaum muslimin, harus terus di pegangan sebagai ad-din yang tidak kita ragukan lagi kebenaranya. Dengarkanlah gemuruh takbir berkomandang dihampir seluruh penjuru tanah air, juga mancanegara meneriakkan kalimat tauhid dalam suasana keimanan, rindunya kehidupan Islam yang mulia, yaitu momen memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw. Moment yang mengingatkan kita pentingnya persatuan kaum muslimin. Dalam satu kepemimpinan kaum muslimin, yang menerapkan Islam secara kaffah. 


Peristiwa yang juga tidak bisa kita lupakan bahkan sangat memilukan yaitu runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah di Turki. Dan kaum muslim saat ini seperti buih yang terombang-ambing, banyak namun tidak punya izzah/kekuatan. Nasib saudara muslim kita di Suria, Palestina, Rohingya, Afganistan dan negeri muslim lainya, begitu menderitanya tanpa seorang pelindung disisi mereka, begitu murahnya harga sebuah nyawa, sepanjang siang dan malam, mereka selalu diselimuti ketegangan, serangan bertubi-tubi senjata api siap memisahkan nyawa mereka dari raganya. Karena kebrutalan pemimpin yang berkuasa di negeri mereka. 


Sedangkan di negeri Indonesia sendiri, kita saksikan kerusakan-keruskan hampir disemua lini kehidupan; sistem ekonomi yang di bangun atas hutang ribawi; kepemimpinan yang tidak amanah banyak terjadi kasus korupsi sedang hukum masih belum membuat efek jera; begitu juga dalam tatanan keluarga; banyaknya angka perceraian, kenakalan remaja meningkat, pengguna narkoba semakin meluas bahkan sudah menyasar ke anak-anak, generasinya banyak terpapar pornografi dan pornoaksi; masuknya budaya asing seperti paham Sekulerisme, Pluralisme, dan liberalisme, dan rusaknya moral bangsa dengan prilaku-prilaku penyimpang seperti Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. 


Kejadian-kejadian yang menimpa kaum muslim di atas merupakan kemunduran kaum muslimin. Tidak satu negeri pun yang mampu menyelesaikan krisis moral, agama dan kemanusiaan ini secara tuntas, padahal sejatinya negeri-negeri kaum muslim menyebar di hampir 50 negara. Sekali lagi lihatlah begitu lemahnya kaum muslimin tanpa perisai. Karena tidak bersatu, masih menggunakan hukum buatan manusia yang jelas usang, dan banyak terdapat kecacatan dari semenjak dilahirkannya, yaitu sistem Kapitalis- Demokrasi yang berasal dari sistem Barat, yang bercokol hampir di seluruh penjuru dunia. 


Sedangkan bentuk Kemungkaran yang terbesar oleh para ulama di sebut ummul jara’im ( Induk kejahatan ) dan menjadi bencana umat manusa karena tidak diterapkannya Islam secara kaffah. 


Maka hanya dengan tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah, sebagai perisai umat, akan menerapkan Islam kaffah sebagai agama rahmah tersebab aturan yang berasal dari Rabb Yang Maha Adil, tersebar hidayah ke seluruh umat manusia karena aktivitas dakwah, serta mampu menjamin segala urusan kehidupan rakyatnya sesuai dengan aturan Islam, baik muslim maupun non muslim. Maka dengan kesatuan kaum muslimin inilah mampu menyelesaikan setiap kemunkaran-kemunkaran yang terjadi. 


Rajab moment yang tepat sekali, semakin rindu, rindu yang membuncah akan hadirnya perisai kaum muslimin, yaitu tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah sesuai dengan manhaj nubuwah, bisharah Rasulullah di dalam hadist riwayat Ahmad. “....tsuma takunu khilafatan ala minhaj nubuwah....’’, Insya Allah akan segera tegak kembali. 

Wallahu a’lam.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!