Sunday, May 20, 2018

Puasa Yang Sejelek-jeleknya


Oleh : Asma Ridha (Member Revowriter Aceh)


Nikmat terbesar adalah sampai saat ini, Allah SWT masih memberi kesempatan untuk dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan. Tiga hari berlalu berharaplah agar puasa ini bukanlah puasa yang sia-sia. 


Karena Hakikat berpuasa bukanlah menahan lapar dan dahaga saja. Namun orang yang berpuasa hendaknya menahan diri dari hal-hal yang diharamkan dan sia-sia. 

Jika tidak demikian, puasanya tidak bernilai di sisi Allah. Yang didapatkan bisa jadi hanya lapar dan dahaga. Rasulullah SAW bersabda :


رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ


"Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apapun dari puasanya tersebut melainkan hanya rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy).


Sejelek-jelek puasa adalah yang hanya menahan lapar dan dahaga saja, sedangkan maksiat masih terus dilakukannya pada bulan Ramadhan. Banyak yang berpuasa namun enggan malakukan shalat wajib, berpuasa namun aktivitas khalwat tetap jalan, berpuasa menggosip rutinitas ngabuburit yang sulit di tinggalkan, berpuasa tapi pikiran selalu kotor, dan entah maksiat apa lagi yang terus dan selalu dilakukan.


Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :


مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ


"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, bahkan malah mengamalkannya, Allah tidak butuh rasa lapar dan haus yang dia tahan." (HR. Bukhari)


Dalam hadits yang lain :


لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ اأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ


"Puasa bukan hanya menahan makan dan minum. Puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kata-kata kotor. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil kepadamu, katakanlah kepadanya, ‘Aku sedang puasa. Aku sedang puasa.’ 

(HR.Ibnu Majah dan Al-Hakim)


Maka jika ingin puasa diterima oleh Allah SWT, maksiat secara umum mestinya ditinggalkan saat berpuasa. Sebagaimana kata Al-Baidhawi, “Maksud dari puasa bukanlah menahan lapar dan dahaga semata. Dalam puasa seseorang mestilah menahan diri dari nafsu jelek, mengekang jiwa yang mendorong kepada kejelekan, dan diarahkan kepada perihal yang baik-baik. Jika tidak demikian, Allah tidak akan memandang dan menerima amalannya.”


Jabir bin ‘Abdillah menyampaikan petuah yang sangat bagus : 


“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.” (Lihat Latho’if Al Ma’arif, 1/168, Asy Syamilah)


Maka inilah tingkat puasa sejelek-jeleknya berpuasa, Ibnu Rojab menegaskan :


 أَهْوَنُ الصِّيَامُ تَرْكُ الشَّرَابِ وَ الطَّعَامِ

'Tingkatan puasa yang paling rendah hanya meninggalkan minum dan makan saja.”


Maka sepatutnya puasa membuat kita  terdidik agar tidak melakukan dosa dan menjauhkan dari aktivitas maksiat, termasuk mencurigai muslim tertentu sebagai pelaku teroris. Memberikan stigma negatif terhadap para muslimah bercadar merupakan kemaksiatan yang amat besar. Karena justru menuduh saudara sendiri lebih hina dan menghanguskan amal sholih. 


Cukuplah Firman Allah SWT ini menjadi peringatan yang tegas bagi kita semua. 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Q S : Al-Hujurat : 12)


Wallahua'lam Bisshawab


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!