Tuesday, May 22, 2018

Puasa Tapi Pacaran? 


Oleh : Nawfa Andini (Penggiat Revowriter) 


Ramadan adalah bulan suci umat Islam. Bulan yang penuh rahmat, berkah dan ampunan. Sakralnya bulan ramadan, mampu membuat muslimin dan muslimat saling berlomba mengejar pahala melakukan kebaikan.  Tadarusan, kuliah subuh, kuliah dhuha, dll. Ajaibnya, bulan ramadan ini mampu menjadikan banyak umat berubah dan ada juga yang mendadak Islami. 


Umat Islam yang berpuasa, menjaga betul agar aktivitasnya tidak sampai membatalkan puasanya. Takut ketika jika puasanya tidak diterima dan merasa khawatir jika sampai aktivitasnya jatuh pada hal yang makruh yang bisa mengurangi pahala puasanya. Misalnya, begitu hati-hati sekali saat berkumur ketika berwudhu, khawatir jika ada air yang masuk. Namun, ironi ramadan masih melekat. Alkhusus remaja, saat disatu sisi merasa khawatir dengan aktivitas makruh yang bisa mengurangi pahala puasanya tapi secara sadar sedang menjalankan aktivitas haram. Ya, apalagi kalau bukan pacaran.


Chatingan dengan doi biar lebih terasa nuansa ramadan, tema chit chatnya pun jadi berubah. Harus ada aroma islami, Dalihnya tadi, karena 'menghormati ramadan' semisal mengingatkan sholat, membangunkan sahur, mengucapkan berbuka puasa, mengingatkan dhuha, mengingatkan tadarusan, dll. Kopdarnya, bukber alias buka puasa bareng. Atau sekedar kopdar menunggu waktu berbuka alias ngabuburit. Tapi eits, ngabuburitnya itu lho ya nyambi pacaran. Boncengan berdua dekat-dekatan. Tapi, masih dalam rangka 'menghormati bulan puasa', walau deket-deketan tapi ga sampai pegangan tangan. Jarak dekatnya satu jengkal. Gubrak! Miris gaes. Tapi, lagi dan lagi ini fakta dihadapan mata. 


Gaes, ibadah puasa adalah kewajiban. Titah Allah bagi hambanya yang bertaqwa. Menjalankan puasa adalah konsekuensi dari sebuah keimanan. Bukan aktivitas rutin tahunan. Apalagi, niatnya hanya sekedar ikut-ikutan karena yang lain juga puasa. No gaes! Tidak begitu. 


Justru bulan ramadan ini bulan latihan. Latihan kesabaran dan keimanan. Seberapa kuat kita memegang prinsip aturan Islam dalam kehidupan. Secara puasa adalah aktivitas individu, yang tahu puasanya seseorang adalah bukan oranglain melainkan hanya dirinya dengan Allah. Jadi, harus adanya Ruh (Idrok Sillah Billah) Kesadaran hubungannya dengan Allah. Meyakini bahwa setiap aktivitasnya ada yang mengawasi, yakni Allah SWT.


Yuk gaes, kita jadikan ramadan kali ini sebagai momentum kita untuk memperbaiki diri! Meng-upgrade diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Yang sesuai dengan segala titahNya dan menjauhi seluruhnya aktivitas yang makruh apalagi yang haram. Jangan pacaran! Berat. Kamu ngga akan kuat. Karena itu maksiat. Yang masih pacaran, udah putusin aja. Jadilah singelillah! 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!