Sunday, May 27, 2018

Puasa Itu Perisai


Oleh: Minah, S.Pd.I

(Muslimah Peduli Generasi dan  Peradaban)


Ramadhan adalah  bulan yang penuh  ragam kebaikan, keutamaan dan keberkahan. Ramadhan  sepuluh pertamanya adalah rahmat, sepuluh pertengahannya adalah ampunan dan sepuluh terakhirnya adalah pembebasan dari api neraka. Dan saat ini, kita sudah memasuki ramadhan sepuluh pertengahan yang merupakan ampunan. Semoga kita mendapatkan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka.


Puasa itu adalah tameng atau perisai yang melindungi seorang Muslim dari melakukan setiap kemaksiatan dan dosa. Sebab puasa itu senantiasa mengawasi dirinya, dan tetap menjaga hubungan dirinya dengan Allah. Dimana seorang yang sedang berpuasa takut akan hilangnya pahala puasanya atau puasanya menjadi sia-sia, ketika ia melanggar perintah-perintah-Nya. Sehingga ia akan senantiasa dalam pengawasan terhadap diri dengan melakukan ketaatan kepada Allah swt.


“Puasa itu junnah (tameng atau perisai). Oleh karena itu hendaklah orang yang berpuasa itu tidak berkata kotor, dan tidak mengerjakan pekerjaan orang-orang bodoh. Jika seseorang melaknatnya atau mencaci makinya, maka katakan ‘saya sedang puasa’ sebanyak dua kali (di hati dan di mulut). Sungguh, demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman tangan (kekuasaan)-Nya bahwa menyengatnya bau mulut orang yang berpuasa itu adalah lebih harum di sisi Allah SWT daripada bau minyak misik. Ia meninggalkan makanannya, minumannya, dan keinginan syahwatnya karena ketaatannya kepada-Ku. Puasa itu untuk-Ku, sehingga Aku yang akan membalasnya. Dimana satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikkan yang sama.” (HR. Bukhari).

Sabda Nabi, “ Puasa (ramadhan) merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).


Agar kita mampu menjaga puasa kita dan tetap menjadi benteng atau perisai maka kita harus mampu untuk menahan diri dari yang terlarang, membiasakan untuk berbuat baik dan membuang keburukan selama-lamanya.


“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya)”. (QS. An-Nazi’at [79]: 40 - 41)


Sesungguhnya perbuatan baik akan menghilangkan perbuatan buruk”. (QS. Hud [11] : 114)


Oleh karena itu, jadikan ramadhan kita sebagai perisai/ atau benteng yang kuat dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangaNya. Dekatkan diri kepada Allah, tunduk dan taat kepadanya. Tinggalkan kemaksiatan dan dosa besar. Semoga kita senantiasa selalu menjaga puasa kita hanya karena ingin mendapatkan ridho Allah. aamiin.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!