Saturday, May 12, 2018

Puasa dan Kejujuran



Oleh Ummu Ghaisan

(IRT, dan Pemerhati Anak)


Sahabat shaliha, tinggal beberapa hari lagi kita akan menjalankan ibadah puasa.


Bulan yang mulia yang 

Selalu di nanti dan di rindukan kedatangannya.

Di mana bulan yang penuh keberkahan dan ampunan.


Puasa juga merupakan aktifitas ibadah yang istimewa. Berbeda dengan sifat ibadah yang lain, puasa adalah ibadah sirriyah (rahasia). Di katakan rahasia, karena yang mengetahui seseorang itu berpuasa atau tidak. Hanyalah kita yang berpuasa sendiri dan Allah SWT. 


Tentu seluruh aktifitas sehari hari kita, yang membatalkan puasa kita.  

Sebisa mungkin kita jaga, walaupun orang tidak tau kalau kita menjalankan puasa atau tidak. Karena halnya puasa menuntut kejujuran dirinya dengan Allah swt. Yang maha mengetahui dan mengawasi.


Di bulan puasa juga tentunya setiap amal sholeh kita, Allah lipat gandakan pahalanya. Tentunya semua kita lakukan dari mulai ibadah yang wajib. Sampai ibadah yang sunnah kita kerjakan. Berlomba-lomba untuk melakukan fastabiqul khoirot. Untuk mengharap ridho dan pahala dari Allah swt.



Allah juga memerintah kaum muslimin untuk berpuasa sebagai mana firmannya.



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183).


Nah, sahabat shaliha sudah semestinya puasa merupakan aktifitas untuk melatih kejujuran dan ketaqwaan juga. Orang yang berpuasa hendaknya selalu terikat dengan pengawasan Allah SWT. Sadar merasa diri selalu di awasi, ada keterikatan idrak silabilah ( merasa diri sebagai mahluk allah). Jadi setiap aktifitasnya selalu di kaitkan dengan Allah swt, untuk menggapai ridhonya.


Bila kita mulai terlatih dengan kejujuran, in shaa allah setiap aktifitas yang kita lakukan dalam kehidupan sehari haripun. Akan merasa selalu di awasi Allah swt.


Ibroh ataupun pelajaran yang kita ambil saat bulan suci romadhon ini. Hendaknya kejujuran itu tidak hanya pada saat momentum ketika kita melaksanakan ibadah puasa saja. 


Tapi sudah semestinya kita terapkan dalam keseharian kita, di bulan-bulan yang lain juga. Karena kejujuran merupakan konsekuensi keimanan kita.


Semoga sahabat shaliha selalu menerapkan kejujuran di manapun, kapanpun ada dan tidaknya orang yang melihat kita. Karena yakin dan merasa Allah swt selalu mengawasi kita.



waallahu a'lam bishwwab.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!